Waspada Jelang Ramadan 2026, Kenali Ciri-ciri Kurma yang Tak Layak Konsumsi
Mia Della Vita February 15, 2026 09:34 PM

Grid.ID- Menjelang Ramadan 2026, permintaan kurma di pasaran biasanya meningkat tajam. Buah manis ini menjadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa.

Namun, tidak semua kurma yang dijual dalam kondisi layak konsumsi. Sekilas, kurma busuk kerap terlihat mirip dengan kurma segar. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda-tanda kurma yang sudah tidak layak dimakan agar Ramadan 2026 tetap sehat dan aman.

Kurma yang enak dan segar sebenarnya bisa dikenali dengan memperhatikan kondisi fisiknya sebelum disantap. Perubahan kecil pada warna, tekstur, hingga aroma dapat menjadi indikator awal penurunan kualitas.

Apalagi saat Ramadan 2026, banyak orang membeli kurma dalam jumlah besar untuk persediaan. Tanpa penyimpanan yang tepat, kualitas kurma bisa cepat menurun. Lantas, apa ciri-ciri kurma yang tidak layak dikonsumsi?

Perubahan Warna dan Munculnya Bercak

Dikutip dari Tribun Medan, salah satu ciri utama kurma tidak layak konsumsi adalah perubahan warna. Mengutip The Kitchn, munculnya bercak putih atau tanda jamur pada bagian luar merupakan indikator kuat bahwa kurma sudah tidak aman dimakan.

Jamur juga bisa tumbuh di bagian dalam buah. Oleh sebab itu, sebelum dikonsumsi saat Ramadan 2026, sebaiknya kurma dipotong terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada jamur tersembunyi di dalamnya.

Selain bercak, warna kurma yang berubah menjadi jauh lebih gelap dari biasanya juga perlu diwaspadai. Jika perubahan warna disertai tekstur aneh atau bau tidak sedap, sebaiknya kurma langsung dibuang.

Tekstur Terlalu Keras dan Chewy

Jenis kurma kering memang memiliki tekstur sedikit keras dan rasa manis legit. Namun, jika teksturnya terasa sangat keras hingga sulit digigit, kondisi tersebut patut dicurigai.

Mengutip Kompas.com, Minggu (15/2/2026), Executive Chef Luminor Hotel Pecenongan, Dedi Tjahyadi, menyebut tekstur yang sangat keras menjadi salah satu tanda kurma sudah tidak layak makan. Tekstur ini biasanya disebabkan oleh penyimpanan yang terlalu lama.

Menurut Dedi, di Indonesia kurma yang disimpan pada suhu ruang umumnya hanya bertahan sekitar tujuh hari. Jika sudah terlalu lama, teksturnya akan semakin kering dan terasa chewy seperti dodol, bahkan hampir keras. Mengonsumsi kurma seperti ini saat Ramadan 2026 tentu tidak nyaman dan berisiko bagi kesehatan gigi maupun pencernaan.

Dikerubungi Serangga

Rasa manis kurma membuatnya mudah menarik serangga. Bukan hanya di bagian luar, serangga kecil juga dapat masuk dan bersembunyi di dalam buah.

Warna serangga kerap menyerupai warna kurma sehingga sulit terlihat sekilas. Karena itu, saat membeli kurma untuk Ramadan 2026, perhatikan dengan saksama apakah ada bintik kecil berwarna coklat menyerupai serbuk gergaji. Ini bisa menjadi indikator adanya hama di dalam buah.

Kurma organik yang tidak mengandung pestisida memang lebih berpotensi menarik serangga, laba-laba, atau cacing kecil. Jika ditemukan serangga pada satu buah, tidak selalu berarti seluruh stok harus dibuang.

Cukup singkirkan kurma yang terinfeksi dan periksa sisanya satu per satu. Namun, bila kurma dikerubungi lalat buah akibat penyimpanan terbuka, sebaiknya evaluasi kembali kualitasnya sebelum dikonsumsi saat Ramadan 2026.

Bau Tidak Sedap

Secara alami, kurma tidak memiliki aroma yang kuat. Biasanya hanya tercium bau lembut yang khas.

Jika tercium bau menyengat, asam, atau busuk, hal tersebut menjadi indikator jelas bahwa kurma sudah rusak. Meskipun tidak semua kurma busuk langsung berbau, perubahan aroma tetap menjadi tanda penting yang tidak boleh diabaikan menjelang Ramadan 2026.

Cara Menyimpan Kurma Agar Awet Saat Ramadan 2026

Agar kurma tetap segar sepanjang Ramadan 2026, penyimpanan yang tepat sangat penting. Apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Simpan dalam Wadah Tertutup

Letakkan kurma kering maupun basah dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Bisa menggunakan kotak plastik, plastik kedap udara, atau kemasan mika aslinya.

Hindari menyimpan kurma dalam kardus, terutama jika dimasukkan ke kulkas. Permukaan karton memiliki rongga yang memungkinkan bakteri berkembang dan mencemari makanan lain. Executive Chef Mercure Jakarta Simatupang, Noldy Herling, juga menyarankan menyiram kurma dengan sedikit madu asli agar lebih awet dan tetap sehat.

2. Simpan di Kulkas atau Freezer

Kurma kering cukup awet selama 3–6 bulan di suhu ruang. Jika ingin bertahan hingga satu tahun, simpan di kulkas. Namun, teksturnya akan menjadi lebih keras.

Untuk kurma basah, penyimpanan di kulkas atau freezer sangat dianjurkan karena tidak tahan lama pada suhu ruang. Dalam waktu sekitar tiga hari, jamur bisa mulai tumbuh.

Kurma basah dapat bertahan hingga satu bulan di kulkas dan sekitar enam bulan di freezer. Berbeda dengan kurma kering, tekstur kurma basah tidak akan terlalu keras meski disimpan dalam suhu dingin karena kandungan airnya lebih tinggi.

3. Perhatikan Masa Kedaluwarsa

Sebelum membeli kurma untuk Ramadan 2026, penting memeriksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Jika membeli kurma kiloan, tanyakan langsung kepada penjual mengenai masa simpannya.

Tanggal kedaluwarsa membantu memperkirakan berapa lama kurma dapat disimpan di rumah. Biasanya, produk dengan masa kedaluwarsa kurang dari tiga hingga enam bulan dijual dengan harga lebih murah.

Menariknya, kualitas kurma yang kurang baik tidak selalu tercium dari baunya. Kadang tanda kerusakan justru terlihat dari adanya kutu di dalam kemasan. Oleh karena itu, periksa dengan teliti sebelum membeli persediaan untuk Ramadan 2026.

Menjelang Ramadan 2026, memastikan kualitas kurma yang dikonsumsi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga. Dengan mengenali perubahan warna, tekstur, aroma, hingga tanda keberadaan serangga, risiko mengonsumsi kurma rusak dapat dihindari. Penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kualitas kurma tetap baik selama Ramadan 2026 berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.