Sosok Irjen Marzuki Ali, Akpol 91 yang Jabat Kapolda Aceh, Gaya Pemimpin Tegas tapi Humanis
Glery Lazuardi February 15, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini sosok Inspektur Jenderal (Irjen Pol) Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.

Irjen Pol Marzuki Ali Basyah dilantik sebagai Kapolda Aceh sejak 19 Agustus 2025.

Irjen Marzuki Ali Basyah menggantikan Irjen Pol Achmad Kartiko yang menjabat sejak 26 September 2023.

Upaya penggantian ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja kepolisian dan pelayanan publik di Aceh.

Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah Bangun Kepemimpinan Humanis

Sejak dilantik sebagai Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menempatkan kehadiran nyata aparat kepolisian di tengah masyarakat sebagai prioritas utama.

Penunjukan putra daerah asal Pidie itu memunculkan harapan baru dalam memperkuat hubungan institusi Polri dengan masyarakat Aceh, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Serambi Mekkah.

Berbekal pengalaman panjang di sejumlah posisi strategis, Marzuki membawa konsep Polda Meutuah dan pendekatan Green Policing dalam kepemimpinannya.

Sejak awal menjabat, ia aktif melakukan kunjungan kerja dan patroli lapangan.

Tidak hanya hadir dalam forum formal, Kapolda Aceh juga turun langsung meninjau situasi keamanan, memantau arus lalu lintas, hingga mendampingi berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Terjun Langsung Tangani Bencana

Kehadiran Kapolda Aceh juga terlihat dalam penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Personel kepolisian diterjunkan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan distribusi logistik, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan terdampak.

Apresiasi Ulama dan Penguatan Kearifan Lokal

Pendekatan humanis tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali.

Ia menilai kepemimpinan Marzuki selaras dengan nilai sosial-keislaman yang menjadi karakter masyarakat Aceh.

“Pendekatan yang mengedepankan dialog, perlindungan masyarakat, serta kepedulian sosial merupakan cerminan kepemimpinan yang bijaksana,” ujar Faisal Ali.

Ia juga mengusulkan agar pengenalan kearifan lokal dan keistimewaan Aceh diperkuat dalam pendidikan polisi baru di SPN Seulawah, termasuk keterlibatan ulama dalam memberikan tausiah kepada calon anggota Polri.

Komunikasi Terbuka Tingkatkan Kepercayaan Publik

Dalam upaya memperkuat kepercayaan publik, Polda Aceh memaksimalkan komunikasi terbuka melalui kanal digital dan media sosial untuk menyampaikan informasi serta imbauan kamtibmas.

Langkah ini dinilai efektif mencegah kekosongan informasi sekaligus meminimalkan penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.

Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indriasari, menilai pola komunikasi yang terbuka dan responsif berkontribusi terhadap peningkatan persepsi positif masyarakat.

“Berdasarkan tren opini publik yang kami himpun, ada kecenderungan meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Aceh dalam beberapa bulan terakhir,” jelas Ratnalia.

Monitoring media JSI juga menunjukkan bahwa penanganan pascabencana yang cepat memperkuat kedekatan emosional antara masyarakat dan kepolisian.

Peran di Dunia Pendidikan dan Generasi Muda

Di bidang pendidikan, Marzuki aktif menjadi narasumber kuliah umum dan forum akademik di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Teuku Umar (UTU).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi hukum, mendorong riset, serta membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga stabilitas daerah.

Komitmen terhadap pemuda kembali ditegaskan saat memimpin upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Mapolda Aceh, Selasa (28/10/2025).

Dalam amanatnya, ia menekankan pemuda sebagai penentu masa depan bangsa dengan karakter jujur, tangguh, dan berani menghadapi dinamika global.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Marzuki juga menekankan keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan preventif-edukatif.

Penindakan terhadap peredaran narkotika dan kriminalitas dilakukan beriringan dengan kampanye kesadaran hukum di masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan pandangan positif terhadap sinergi antara Pemerintah Aceh dan Polda Aceh.

“Kami menyambut baik kolaborasi yang semakin solid antara Pemerintah Aceh dan Polda Aceh. Keamanan kondusif menjadi prasyarat penting bagi percepatan pembangunan,” ujar Muzakir.

Menutup Tahun Pertama Jabatan

Menutup tahun pertama masa jabatan, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati keamanan lokal menilai kepemimpinan Irjen Marzuki Ali Basyah berhasil menumbuhkan kepercayaan publik serta memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan di Aceh.

Kehadiran polisi yang lebih dekat dengan rakyat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas di Bumi Serambi Mekkah.

Profil Irjen Marzuki Ali Basyah

Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, yang lahir di Tangse, Kabupaten Pidie, pada 20 Juni 1968, bukanlah sosok asing bagi masyarakat Aceh. 

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Latar belakangnya sebagai putra daerah dianggap menjadi nilai plus karena ia memahami betul karakter dan dinamika sosial masyarakat Aceh.

Sebelum menjabat Kapolda, Marzuki mengemban tugas sebagai Pati Bareskrim Polri dengan penugasan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh sejak tahun 2024.

Di posisi ini, ia dikenal sebagai figur yang tegas dan vokal dalam memerangi narkoba, yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial bagi generasi Aceh.

Selama memimpin BNN Aceh, ia tidak hanya melakukan penindakan represif, tetapi juga edukatif melalui program rehabilitasi berbasis pesantren dan kampanye "Aceh Bersinar" (Bersih Narkoba) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Perjalanan karir

Rekam jejak karier Marzuki terbilang panjang dan beragam.

Berbagai jabatan strategis telah ia emban di berbagai wilayah di Indonesia.

Dia memulai kariernya sebagai Pama Polda Jabar pada tahun 1992, kemudian menjabat Wakapolres Kuningan dan Ciamis. 

Kariernya semakin menanjak setelah menjabat sebagai Kapolres Dairi, Sidikalang, Sumatera Utara pada 2008.

Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Karo SDM di satuan Polda di beberapa wilayah, termasuk Aceh.

Pada tahun 2020, ia menjabat sebagai Irwasda Polda Aceh, sebelum akhirnya ditugaskan di BNNP Gorontalo dan BNNP Aceh.

Dengan pengalamannya yang luas, terutama di bidang SDM dan pengawasan internal, Marzuki dianggap sebagai modal kuat untuk membawa Polri di Aceh ke arah yang lebih profesional dan humanis.

Berikut riwayat karir Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah, MM.

 Pama Polda Jabar pada tahun pada 1992.
 Pernah menjabat sebagai Wakapolres Kuningan, Wakapolres Ciamis, dan Kasi Turjawali Subdit Bingakkum Ditlantas Polda Jabar.
 Menjabat sebagai Kapolres Dairi, Sidikalang, Sumut pada 2008.
 Menjabat sebagai Kapolres Simalungun, Sumut pada 2010.
 Menjabat sebagai Kapolres Asahan, Sumut pada 2011.
 Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital (Wadirpamobvit) Polda Kaltim pada 2012.
 Pernah menjabat sebagai Karo SDM Polda Gorontalo, Karo SDM Polda Sulteng, dan Karo SDM Polda Aceh.
 Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Aceh pada 2020.
 Widyaiswara Muda Sespim Lemdiklat Polri pada 2021.
 Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo pada 2023.
 Kepala BNNP Aceh pada 2024.
 Kapolda Aceh pada 2025.

(SERAMBINEWS/TRIBUNNEWS)

Berita Terkait

Baca juga: Sosok Bripda Muhammad Rio, Eks Brimob Polda Aceh yang Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia

Baca juga: Gabung Tentara Bayaran Rusia, Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat, Ketahuan usai Kirim Foto-Video

Baca juga: Polda Aceh Bangun Fasilitas MCK Umum untuk Warga Kuala Simpang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.