Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar, Pasar Cijerah Tampil dengan Wajah Baru Jelang Ramadhan
Muhamad Syarif Abdussalam February 15, 2026 10:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang bulan suci Ramadan, Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung, kini hadir dengan wajah baru setelah dilakukan revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 20 miliar.

Pantauan Tribun Jabar, Minggu (15/2/2026), kini Pasar Cijerah Cerah sudah tampak bersih dan rapi. Kios pedagang terlihat lebih tertata serta terasa nyaman, sehingga kesan kotor dan bau, sama sekali tidak terasa di pasar ini.

Sejumlah pedagang di pasar itu tampak sibuk merapikan dagangannya, sedangkan para pembeli tampak santai berbelanja sambil jalan-jalan ke setiap kios pedagang, baik di lantai bawah maupun di lantai atas.

"Sekarang lebih bersih, jadi kesan pertama pengunjung datang kesini lebih menarik. Kalau dulu kumuh, bau, becek jadi yang mau kesini mikir dua kali, apalagi kalau hujan kan becek tuh," ujar seorang pedagang, Tita Rosita (37) saat ditemui di lokasi, Minggu (15/2/2026).

Dengan wajah baru ini, dia berharap lebih banyak lagi pengunjung yang datang ke Pasar Cijerah Cerah agar omzet para pedagang bisa mengalami peningkatan, terutama selama bulan suci Ramadan.

"Mudah-mudahan jadi ramai, sekarang pembeli masih penyesuaian. Jadi masih bingung, milih-milih tempat untuk belanja," katanya.

Direktur Utama Perumda Pasar Juara Kota Bandung, Aditya Pradana, mengatakan, revitalisasi Pasar Cijerah Cerah ini ditargetkan rampung satu tahun, tetapi untuk realisasinya bisa selesai dalam waktu selama 8 bulan.

"Alhamdulillah lebih cepat, jadi pedagang sekarang sudah dapat berdagang dengan nyaman di Pasar Cijerah. Di sini, MCK-nya baru semuanya, bersih, rapi," ucap Aditya.

Kemudian di pasar ini juga, kata dia, tersedia fasilitas parkiran motor dan di bagian dalam ada dua lantai pedagang. Sehingga jika pengunjungnya banyak, tidak akan terjadi penumpukan, apalagi kiosnya juga banyak.

"Disini kiosnya sekitar 350-an, ukurannya variatif dengan produk lebih ke komoditas sayuran, daging, dan komoditas lain. Kita mengandeng pihak ketiga, kemarin pengeluarannya sekitar Rp 20 miliaran, sistem KSO (Kerjas Sama Operasi) selama 20 tahun," katanya.

Evaluasi dan Harus Standar Nasional Indonesia (SNI)

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih mengingatkan kerja sama dengan pihak ketiga tidak mengulang berbagai kelemahan yang pernah terjadi di pasar lain, sehingga harus ke depan harus ada evaluasi.

"Kita sudah banyak tahu soal kelemahan-kelemahan kerjasama di pasar lain, saya berharap ini tidak terjadi. Jadi, kita harus betul-betul evaluasi, sehingga pasar ini jadi bisa percontohan di Kota Bandung," ucap Rieke.

Sementara Kabag Perekonomian Setda Kota Bandung, TB Agus Mulyadi mengatakan, pembangunan pasar ini sesuai dengan rencana yang sudah menjadi program dari Perumda Pasar Juara dan untuk ke depan semua pasar di Kota Bandung harus standar nasional indonesia (SNI).

"Itu adalah keharusan, bagaimana kita menyiapkan fasilitas yang ada di pasar ini, mulai dari sarana pelayanannya. Kemudian juga ada toilet bersih, tempat mengeluarkan sampah yang layak, dan jara lorong pasar ini juga harus sesuai," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.