Pakar Samarkand Kupas Perkembangan Arsitektur Mughal dalam Konferensi ICOMCUBE 2026 USU
Content Writer February 15, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perkembangan arsitektur Mughal dari penggunaan batu pasir merah hingga mencapai kejayaan marmer putih pada masa Shah Jahan turut menjadi pembahasan dalam International Conference on Malay Culture and Built Environment (ICOMCUBE) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), pada Jumat (13/2/2026).

Konferensi internasional bertema Living Heritage: The Malay Built Environment across the Strait of Malacca tersebut menghadirkan akademisi, peneliti lintas negara, serta pelaku industri perangkat bangunan, termasuk Dekkson. Forum ini membahas warisan budaya, arsitektur, hingga perkembangan lingkungan binaan Melayu.

Evolusi Arsitektur Mughal dari Batu Pasir Merah ke Marmer Putih

Dalam sesi diskusi, Assoc Prof Dr. Laziz Rahimov Abduazizovich, Head of Department of Preservation of Cultural Heritage, Samarkand State Architectural and Construction University menyampaikan pembahasan tentang Evolution of Mughal Architecture and its Impact.

Dalam paparannya, ia menjelaskan perkembangan arsitektur Mughal dari fase awal hingga mencapai puncak kejayaan estetika pada masa Shah Jahan.

Ia mengatakan, “Dari batu merah ke marmer putih, fase berikutnya menandai periode penyempurnaan yang luar biasa. Era ini dapat dilihat sebagai lapisan luar dari sebuah masa keemasan, ketika arsitektur Mughal mencapai ekspresi paling matang.”

Masa Keemasan Arsitektur pada Era Shah Jahan

Laziz melanjutkan, “Puncak tertinggi arsitektur Mughal sangat terkait dengan masa pemerintahan Shah Jahan, yang memperkenalkan estetika klasik baru yang ditandai dengan simetri, proporsi, dan penggunaan marmer putih yang berkilau.”

Baca juga: Kolaborasi Dekkson dan PT Selaras Lawang Sewu Tampilkan Teknologi Pintu Operasi di Medan Expo 2026

Menurutnya, pada periode tersebut terjadi puncak perpaduan berbagai tradisi arsitektur dunia.

“Di kawasan ini, kita dapat melihat puncak perpaduan tradisi arsitektur sebelumnya dengan pengaruh Persia, Timurid, dan India, menghasilkan bangunan-bangunan yang melambangkan kekuasaan, spiritualitas, dan kesempurnaan seni,” ujarnya.

Dalam forum tersebut juga dijelaskan bahwa perkembangan arsitektur Mughal bermula dari pengaruh arsitektur Timurid yang kemudian berkembang kuat pada masa Humayun dengan masuknya pengaruh Persia, sebelum mencapai puncaknya pada masa Shah Jahan.

Melalui ICOMCUBE 2026, diskusi akademik lintas negara diharapkan mampu memperluas pemahaman tentang keterkaitan sejarah, budaya, serta perkembangan arsitektur terhadap lingkungan binaan modern. 

Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat pelestarian warisan budaya, khususnya dalam konteks kawasan budaya Melayu yang memiliki pengaruh sejarah lintas wilayah.

Baca juga: Dekkson Paparkan Inovasi Material Pintu di ICOMCUBE 2026, Tekankan Pentingnya Standarisasi Nasional

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.