Waktu Afdal Bersahur Memasuki Ramadan 2026, UAH Uraikan Kemuliaannya
M.Risman Noor February 15, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Sahur tak hanya mengisi perut di malam hari sebelum waktu tiba Imsak.

Sahur itu juga merupakan ibadah dan berkah yang terkandung didalamnya.

Waktunya pun diatur sehingga makan sebelum melaksanakan puasa Ramadan 2026 bisa benar-benar berkah.

Ramadan 1447 Hijriah sudah di depan mata, tentunya umat muslim akan disibukkan untuk bersahur.

Baca juga: Targetkan 10 Kategori Penerima, Baznas HSS Salurkan Bantuan Ramadan 1447 H

Baca juga: Haul Haji Leman di Marabahan Batola Dihadiri Ribuan Jamaah, Jadi Ruang Doa dan Silaturahmi Umat

Sahur, juga disebut Sehur, Sehri, Sahari dan Suhoor dalam bahasa lain, adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada aktivitas makan oleh umat Islam yang dilakukan pada dini hari bagi yang akan menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan waktu terbaik untuk makan sahur, lengkap amalan rahasia yang rugi jika terlewat saat sahur.

Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) tentang makan sahur:

Umat Islam telah memasuki bulan Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 versi Muhammadiyah.

Seorang muslim baiknya telah mempersiapkan diri sejak bulan Rajab dan Sya'ban.

Hal ini sama seperti yang diajarkan Nabi dan para sahabat yang telah memperbanyak puasa di dua bulan tersebut.

Sahur menjadi salah satu amalan sunnah yang diajarkan nabi saat menjalani puasa di bulan Ramadhan.

Baca juga: Gelar Operasi Yustisi, 9 THM di Banjarbaru Dirazia Satpom TNI Lanud Sjamsudin Noor dan Gabungan

Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan sahur, bahkan dalam sebuah hadist dari Abdullah bin Al Harits dari seorang sahabat Rasulullah SAW, "Aku masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan." (HR An Nasaa`i dan Ahmad).

Lantas amalan mulia apa yang dapat kita lakukan saat sahur? Jam berapa waktu terbaik

Dikutip dari YouTube Ceramah Pendek berjudul Dahsyatnya Keutamaan Waktu Sahur, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan dua amalan mulia di waktu sahur.

1. Mengakhirkan waktu sahur

Ustaz 36 tahun tersebut menyarankan untuk sahur pada 30 menit sebelum subuh.

"Jadi kalau anda ingin menunaikan sahur, makan sebelum puasa itu yang sunnah dilakukan 30 menit paling awal sebelum subuh, ini yang disebut sahur

Jadi kalo jam 3 setengah 3 itu belum sahur.

Itu terlalu awal, itu sama hukumnya anda makan jam 10 malam, jam 11 kan, kadang-kadang dari masjid sudah ada ssuara kan jam setengah 3 sahur sahur, nah nanti malam kasih tahu belum belum.

Belum masuk waktunya belum itu masih terlalu awal.

Ya Rasulullah apa faedahnya kenapa kami harus dapatkan menjelang fajar kisaran 20-30 menit?

Baca juga: Gempa Guncang Sulawesi Utara Minggu 15 Februari 2026, Pusat Getaran di Sini Cek Kekuatannya

Kata Nabi kalo anda bisa kerjakan ini anda bisa dapatkan barokah yaitu bertambahnya satu manfaat kebaikan.

Manfaatnya akan lebih banyak kata Nabi dibandingkan anda makan di awal-awal.

Kalo anda makan jam 3 setengah 3 itu energi akan bertambah ada kekuatan, tapi beda ketika anda makan menjelang fajarnya 30 menit.

Kalo kita asumsikan waktu sahur hingga berbuka dimisalkan selama 13 jam namun ditambah waktu sahur yang dicepatkan satu jam jadi dari segi kekuatan tidak berimbang.

Maka lakukan ini tuntunan ini ada pahala disini." jelasnya.

Selain itu, ustaz Adi hidayat juga menjelaskan jika mengakhirkan sahur dapat membuat kita memiliki ketahanan lebih tinggi untuk beribadah.

"Karena anda energinya masih kuat, kekuatan masih ada, semangat menunaikan ibadah masih banyak daripada yang lainnya.

Masa anda bisa digunakan untuk baca Alquran, perbanyak sunnhanya, perbanyak sodaqoh.

Biasanya semakin berkurang tenaga, energinya habis maka bawaannya lemas, teman lemas itu tidur." beber ustaz kelahiran Pangeglang tersebut.

Hal ini senada dengan hadist Bukhari muslim sebagai berikut.

Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu, "Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas)

Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Rasulullah menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur'an." (HR Bukhari Muslim).

Baca juga: Penjual Memilih Berjualan di Depan, Bangunan Los Pasar Unggas Amuntai Banyak yang Kosong

2. Memperbanyak istighfar

Selain mengakhirkan waktu makan dan minum, ustaz Adi Hidayat juga menyarankan muslim untuk memperbanyak beristighfar sebelum subuh.

Amalan ini bisa membawa kita semakin dekat pada surga.

"Anda kalo bisa kerjakan ini, itu jaminannya di Auran mendapatkan nikmat surga yang tidak biasa, surga paling indah, bisa melihat Allah tanpa hijab, bahkan bisa dikatakan tingkatnya bisa lebih dari surga, lebih indah, lebih tinggi.

Q.S 51:18 itu amalannya, kalo ingin ayat lengkapnya dan anugerahnya anda bisa mulai dari ayat 15 disitu langsung disebutkan pahalanya, surganya dimana kenikmatan seperti apa.


Diantara amalannyaa ayat ke 18, ada sementara orang takwa yang nanti tinggalnya di taman surga,

Apa amalannya? Q.S. 51:18 dan di waktu-waktu sahur itu mereka memperbanyak istighfar pada Allah.

Astaghfirullahaladzim, minta ampun pada Allah.

Jadi kalo bisa saya sarankan anda bagi dua waktunya sebagian buat makan, sebagian buat istighfar, setelah itu selesai makan itu anda tutup, siapkan diri anda untuk mendekat pada Allah, itu waktu-waktu paling luar biasa."

UAH menjelaskan jika amalan ini bisa dilakukan secara mandiri ataupun bersama-sama keluarga. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.