Usai Giling Cabai, Pria Banyuasin Ngadu ke Damkar karena Tak Bisa Buka Tutup Blender
Arie Noer Rachmawati February 15, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Bantuan dari para petugas pemadam kebakaran (damkar) kerap menjadi pilihan masyarakat jika mengalami kesulitan hal tak terduga, seperti kesulitan membuka blender.

Hal ini dilakukan oleh seorang pria di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ia tak bisa membuka blender hingga akhirnya mendatangi Kantor Damkar Pangkalan Balai.

Ia meminta bantuan petugas damkar agar bisa membukakan tutup blander yang dibawanya. 

Blender yang dibawa pria itu masih berisikan cabai yang sudah digiling.

"Petugas kami, selalu siap membantu masyarakat apapun itu. Termasuk, ada masyarakat yang datang hanya karena kesulitan untuk membuka blander yang dipakainya usai menggiling cabai," kata PLT Kasat Pol PP dan Damkar Banyuasin Alpian, Minggu (15/2/2026), dikutip dari Tribun Sumsel.

Kedatangan pria dengan membawa blander ini, langsung direspons petugas yang berjaga di kantor Damkar Pangkalan Balai.

Petugas menerima blander yang tidak dibukanya seusai menggiling cabai.

Aksi sigap petugas damkar, langsung berupaya agar tutup blander yang dibawa petugas tersebut bisa dibuka.

Upaya petugas, dengan menggunakan tangan kosong bisa membuka tutup blander tersebut.

"Saat si bapak memutar tutup blander, derat yang ada tidak pas. Sehingga, membuat tutup blander sulit untuk dibuka. Petugas kami yang ada di pos, langsung membantu dan bisa membuka tutup blander tersebut," jelasnya.

Baca juga: Sempat Mangsa Ayam Kampung, Damkar Kabupaten Madiun Evakuasi Ular Piton 3 Meter

Lega Blender Bisa Dibuka

Wajah si bapak lega, melihat tempat blander kaca yang berisikan cabai giling, akhirnya bisa terbuka.

Tempat blander yang sudah terbuka, kembali diserahkan kepada si bapak.

"Usai terbuka, si bapak mengucapkan terima kasih dan mau pulang. Katanya, mau melanjutkan membuat sambal di rumah," pungkas Alpian.

Baca juga: Niat Hati Evakuasi Sarang Tawon, Komandan Damkar Kediri Malah Kena Sengatan, Kini Masuk Rumah Sakit

Kasus Serupa

Kasus serupa warga minta bantuan damkar untuk hal tak terduga juga dilakukan seorang nenek di Nganjuk.

Nenek bernama Sutilah (60) itu mendatangi damkar karena kondisi tangannya.

Sutilah merupakan warga Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ia didatangai petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk karena cincin di jari manisnya tak bisa lepas hingga membengkak.

Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Anshari mengatakan Sutilah meminta bantuan melepas cincin dengan menyambangi pos Damkar Rejoso. 

Baca juga: Imbas Siswa Ketakutan Lihat Isi Lubang Cor di Sekolah, Damkar Evakuasi 14 Anak Ular Kobra

Cincin itu terpaksa ia lepas karena membuat jari manisnya membengkak.

"Cincin sudah terpakai di jari warga tersebut sejak 1994. Berjalannya waktu, cincin itu justru tak bisa dilepas. Warga itu sudah mencoba melepasnya mandiri tapi tak berhasil hingga akhirnya datang ke kantor minta bantuan personel kami," katanya, Rabu (14/1/2026).

Setibanya Sutilah di pos Damkar, sejumlah personel langsung melakukan upaya pelepasan cincin.

Pelepasan cincin dilakukan dengan menggunakan beragam alat bantu seperti, gerinda potong kecil, tang potong, dan sabun. 

"Proses pelepasan cincin memakan waktu 30 menit," jelasnya.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.