Momentum Hilang di Kanjuruhan, Dejan Antonic Akui Semen Padang FC Dihukum Kesalahan Sendiri
Muhammad Afdal Afrianto February 15, 2026 11:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kekalahan 0-3 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/2026), menjadi tamparan keras bagi Semen Padang FC.

Bukan karena permainan yang sepenuhnya buruk, melainkan karena momentum yang gagal dimaksimalkan dan kesalahan sendiri yang berujung fatal.

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menilai anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama.

“Kalau lihat skornya mungkin terlalu tinggi. Babak pertama kita mendominasi dan punya banyak peluang. Secara taktik kita main bagus sekali,” ujar Dejan.

Baca juga: Dejan Antonic Soroti Dua Kesalahan Krusial, Semen Padang FC Tumbang 0-3 dari Arema

Sejak menit awal, Kabau Sirah memang tampil agresif. Peluang demi peluang tercipta melalui Kiaz Gonzalez Froese dan Guilermo Fernandez Hierro. Namun, dominasi itu tak kunjung berbuah gol.

Sebaliknya, Arema justru mampu menghukum kesalahan Semen Padang. Gol pertama pada menit ke-28 lahir dari situasi lemparan ke dalam yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini belakang Kabau Sirah.

“Gol pertama itu kita salah sendiri. Dari lemparan mereka bisa masuk gol dengan mudah. Itu mengganggu konsentrasi kita,” kata Dejan.

Memasuki babak kedua, Semen Padang mencoba bangkit. Namun, lagi-lagi kesalahan dalam membaca serangan balik membuat mereka kebobolan dua gol tambahan.

Menit ke-51, Gustavo Franca mencetak gol lewat counter attack cepat. Tujuh menit kemudian, Vinicius melakukan solo run tanpa pengawalan berarti sebelum memastikan keunggulan 3-0 untuk Singo Edan.

“Sekali lagi kita salah antisipasi counter attack. Itu yang membuat hasil ini jadi berat,” ujarnya.

Menurut Dejan, pertandingan ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya fokus dan konsentrasi penuh selama 90 menit.

Baca juga: Dominasi Awal Tak Berbuah Gol, Semen Padang FC Takluk 0-3 dari Arema FC

Meski kalah telak, ia melihat adanya progres dalam permainan timnya dibanding laga-laga sebelumnya.

“Kita tidak boleh terlalu lama pikirkan kekalahan ini. Kemarin kita menang, hari ini kita kalah. Ada progres dan kita harus perbaiki lagi ke depan,” tegasnya.

Semen Padang FC kini langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Malut FC. Dejan menegaskan timnya harus segera bangkit agar tidak kehilangan kepercayaan diri.

Sementara itu, pemain Semen Padang, Ripal Wahyudi, juga menegaskan hal serupa. Ia menyebut kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim.

“Ini jadi pelajaran untuk kita. Kita harus lupakan dan fokus ke pertandingan selanjutnya,” katanya singkat.

Kekalahan di Kanjuruhan menjadi pengingat bahwa dominasi tanpa efektivitas hanya akan menjadi statistik, sementara kesalahan kecil bisa berujung hukuman besar di level kompetisi tertinggi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.