Renungan Harian Kristen Yosua 7, Jadilah Berkat, Bukan Beban
Alpen Martinus February 15, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berkat Tuhan selalu melimpah dalam kehidupan kita, selalu baru setiap hari.

Namun Ia meminta kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Mari belajar melalui renungan harian Kristen berjudul jadilah berkat, bukan beban.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Roma 13:10, Kasih Adalah Kegenapan dari Hukum Taurat

Bacaan Alkitab dalam Yosua 7 

Kesalahan seseorang bisa berdampak pada banyak orang.

Contohnya, ketika seorang pemimpin negara berperilaku korup, hal itu dapat merugikan rakyatnya.

Selain itu, pejabat lainnya akan mengikuti jejak buruk tersebut sehingga korupsi merajalela di seluruh lapisan pemerintahan.

Negara menjadi hancur dan dampaknya fatal bagi banyak orang.

Hari ini kita belajar bahwa ketaatan manusia kepada Allah sangatlah penting.

Dalam teks ini, terdapat ketidaktaatan tersembunyi yang dilakukan oleh satu orang Israel (1), yang akhirnya menyebabkan kekalahan Israel dalam peperangan (4-5).

Israel tidak mampu bertahan terhadap musuhnya karena dosa itu belum terungkap dan dihapuskan.

Mukjizat TUHAN tidak terjadi, dan kekalahan besar pun dialami karena ketidaktaatan satu orang.

Kesalahan satu orang telah memberikan akibat buruk pada seluruh umat.

Dari peristiwa di dalam kisah ini TUHAN hendak menunjukkan bahwa setiap ketidaktaatan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung.

Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku kesalahan, melainkan juga oleh orang-orang di dalam komunitasnya.

Allah menghendaki kekudusan dan ketaatan-tidak adanya kebohongan.

Selain itu, sikap bertanggung jawab dan mau mengaku salah jika melakukan kesalahan sangatlah penting.

Oleh karena itu, setiap orang seharusnya bertanggung jawab untuk hidup dalam ketaatan. Dan demi mendidik umat-Nya, Allah pun dengan berat hati memerintahkan penghukuman bagi ketidaktaatan tersebut (13, 24-25).

Ketaatan memiliki peran yang sangat penting karena Allah tidak menghendaki ketidaktaatan kita membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri maupun orang-orang terdekat kita.

Saat kita mengakui kesalahan kita, relasi kita dengan Tuhan pun dipulihkan.

Saat ini kita diingatkan bahwa kekudusan itu penting, bukan hanya individu, tetapi juga kelompok.

Marilah kita taati firman Tuhan agar hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, bukan menjadi beban yang merugikan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.