Renungan Harian Kristen Mazmur 30: 1-12, Dukacita dan Tanggal Kedaluarsa
Alpen Martinus February 15, 2026 11:44 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Banyak hal yang bisa kita pelajari dari dalam Alkitab.

Satu di antaranya soal pribadi Yesus Kristus.

Apa yang kita baca, bisa direnungkan sebagagai suluh langkah kita.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yosua 7, Jadilah Berkat, Bukan Beban

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul dukacita dan tanggal kedaluarsa.

Firman Tuhan diambil dalam Mazmur 30: 1-12.

Renungan ditulis oleh Rini Djatikoesoemo dalam moment of inspiration LPMI.

“Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari,….” (Mazmur 30:12)

Malam gelap tidak akan mampu menahan fajar.

Sinar mentari pasti datang untuk menghangatkan bumi, tidak peduli betapa pekatnya malam. J.K Rowling sebelum menjadi penulis terkenal hidupnya diliputi penderitaan.

Ia hidup miskin, depresi, bahkan hampir menyerah.

Namun masa kelam itu berubah menghasilkan karya besar memberkati dunia.

Apa yang nampaknya merupakan duka cita atau musibah bisa diubah Tuhan menjadi sukacita yang menakjubkan.

Kemungkinan Daud menulis, saat ia mengalami masa sakit atau ditegur Tuhan (kejatuhan moral).

Lalu ia dipulihkan kembali oleh kasih karunia-Nya. Mari kita renungkan:

“Aku akan memuji Engkau, … sebab Engkau telah menarik aku ke atas,…”(ayat 1). Tuhan mengangkat dan menarik Daud, ia benar-benar merasakan pertolongan-Nya.
“Daud berseru, Tuhan menyembuhkan dan menyelamatkannya dari maut.”(ayat 2-3).

Hal itu melukiskan keadaan krisis berat dan pemulihan total.

“Sesaat saja murka-Nya, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.”(ayat 4-5).

Kesedihan dan penderitaan hanya mampir sebentar, namun sukacita Tuhan mengikuti terus-menerus.

“Ketika merasa aman, Daud sempat sombong, tinggi hati,”(ayat 6-7).

Ia pernah mengaku bahwa ia tidak akan tergoyahkan, maka Tuhan mengizinkan mengalami rapuhnya hidup agar kembali rendah hati di hadapan-Nya.

“Daud berdoa memohon pertolongan Tuhan dan menyanyikan syukur selama-lamanya” (ayat 8-10, 12).

Doa inilah yang menjadi titik balik.

Pada ayat 11, “Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku kauikat dengan sukacita,” Ratapan (duka mendalam, kesakitan, kehilangan), menari (sukacita besar tak bisa dibendung).

Tuhan menghapus semua kepedihan menjadi sukacita berlimpah.

Kain kabung dibuka (tanda dukacita berakhir diganti dengan kegembiraan dan kekuatan baru).

Yohanes 16:20, “…dukacitamu akan berubah menjadi sukacita,” Tuhan Yesus menjanjikan transformasi kondisi hati, duka menjadi sukacita yang menakjubkan.

Roma 8:28, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan..”

Perubahan radikal, fase kelam pekat duka menjadi sukacita (pergumulan keluarga, kesehatan terpuruk, krisis ekonomi, kehilangan orang terkasih, pekerjaan menurun).

Ketika semua diletakkan di tangan Tuhan, maka Ia memulihkan mengubah kesulitan dan duka nestapa menjadi berkat bagi kemuliaan nama-Nya.

Tuhan setia memberikan sukacita seumur hidup kita.

Tuhan sumber energi baru, motivasi, kekuatan dan semangat baru. Ratapan diubah menjadi tari-tarian dalam kuasa-Nya.

Inspirasi: Dukacita memiliki “tanggal kadaluarsa” tetapi sukacita berlaku seumur hidup bersama-Nya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.