Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik, Begini Rinciannya
Kamardi Fatih February 15, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga kebutuhan pokok di pasaran menjelang Ramadan secara perlahan namun pasti berangsur mengalami kenaikan, diantaranya terjadi pada beras, cabai, gula dan ayam.

Dari pantauan, Minggu (15/2/2026) di Pasar Bauntung Banjarbaru, ayam ras ukuran 2 kilogram sebelumnya hanya Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per ekor, kini naik menjadi Rp 60 per ekor.

Terlebih lagi, jenis cabai mengalami kenaikan yang cukup dratis adalah cabai tiung,  yang beberapa hari lalu masih seharga Rp 60 ribu per kilogram, sekarang Rp100 ribu. Sedangkan lombok besar masih bertahan Rp 50 ribu per kilogram. 

Alasan pedagang kenaikan cabai dikarena, hasil panen petani sedikit dikarenakan masih cukup intens hujan, sehingga tanaman cabai tidak bagus, membuat pasokan juga terbatas untuk jenis cabai tiung.

Menurut Yandi, pedagang di Pasar Bauntung, Banjarbaru, mengatakan, beberapa sembako ada kenaikan sejak awal 2026. Kenaikan rata-rata dari Rp 500 hinga Rp 1.000. "Harga sudah naik sejak awal tahun, mengenai penyebabnya saya tidak tahu," ucapnya.

Diakuinya, beras lokal jenis siam mengalami kenaikan Rp 1.000 per liter, contohnya siam rukut dan Arjuna Rp 11.000 per liter sekarang Rp 12.000 per liter.

"Termasuk juga beras Jawa dalam seminggu terakhir ini ikut naik contohnya Lopo Ijo sebelumnya Rp 15 ribu per liter menjadi Rp 16 ribu per iter," kata Yandi.

Demikian pula minyak goreng naik menjadi Rp 17.000 per liter, bahkan ada yang menjual Rp 18 ribu sampai Rp 19 ribu per liter.

Gula pasir juga naik menjadi Rp 18.000 per kilogram. Tepung naik Rp 500, sehingga harga menjadi Rp 12.500 per kilogram. Hanya bawang merah dan bawang putih yang masih bertahan Rp 35 ribu per kilogram. 

Sementara Ijai, pedagang cabai, beralasan kenaikan cabai dikarena, hasil panen petani sedikit dikarenakan masih cukup intens hujan, sehingga tanaman  cabai tidak bagus. "Pasokan terbatas, saya saja hanya dapat jatah 5 kg untuk jenis cabai tiung," ujarnya.

Rara pemilik warung Dapur Palam, Banjarbaru, menyatakan, akibat kenaikan harga sembako, dia juga harus menyesuaikan harga menaikan Rp 1.000 per porsi.

"Begitulah, jika harga makanan tidak saya naikan, maka keuntungan menipis. Makanya kami sangat berharap tidak ada kenaikan harga sembako lagi, sebab merasa sangat terbebani, bingung mau menyesuai harga dan kasihan pembeli," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.