Ziarah Jelang Ramadan, TPU Semper di Cilincing Jakarta Utara Ramai Dikunjungi Meski Masih Banjir
Jaisy Rahman Tohir February 16, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Menjelang bulan suci Ramadan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper di Cilincing, Jakarta Utara, ramai dikunjungi peziarah, Minggu (15/2/2026).

Warga datang untuk "nyekar" dan mendoakan keluarga yang telah berpulang.

Namun, kondisi sejumlah makam yang masih tergenang banjir membuat kenyamanan peziarah terganggu.

Genangan air bahkan menutup akses jalan menuju area pemakaman.

ZIARAH MAKAM TPU SEMPER - Menjelang bulan suci Ramadan, TPU Semper di Cilincing, Jakarta Utara, ramai dikunjungi peziarah, Minggu (15/2/2026). Namun, kondisi sejumlah makam yang masih tergenang banjir membuat kenyamanan peziarah terganggu. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).

Salah seorang peziarah warga Tanjung Priok, Vivin mengatakan dirinya rutin berziarah ke makam orang tuanya setiap menjelang Ramadan.

Ia datang bersama keluarga untuk membersihkan makam dan memanjatkan doa.

"Ini dalam rangka ziarah orang tua yang sudah tidak ada, setiap mau Ramadan pasti ke sini. Tapi karena hujan terus, hampir setiap minggu ke sini," ujar Vivin.

Ia mengungkapkan, sebelumnya makam orang tuanya kerap terendam banjir.

Pada Desember lalu, ketinggian air bahkan mencapai lebih dari 50 sentimeter.

Karena itu, pihak keluarga berinisiatif meninggikan makam secara mandiri.

"Dulu makam orang tua saya sering kebanjiran. Desember kemarin banjir, sudah saya tinggikan. Sekarang makamnya tidak banjir, tapi akses jalannya yang tergenang," katanya.

Menurut Vivin, untuk mencapai makam, ia dan keluarga harus melewati kayu-kayu yang dijadikan pijakan darurat serta melangkahi makam lain yang masih terendam air.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan karena rawan terpeleset.

"Kita sampai ke makam harus lewat kayu-kayu dan melangkahi makam yang lain, hampir jatuh," ucapnya.

Rachim Yusuf, suami Vivin berharap pengelola makam maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat merapikan akses jalan agar peziarah tidak kesulitan saat berkunjung.

"Harapannya jalannya dirapikan supaya aksesnya tidak susah banget. Kalau nunggu dari pengelola dan pemerintah kadang lama," tuturnya.

Meski terganggu dengan kondisi banjir, warga tetap melaksanakan tradisi ziarah sebagai bagian dari budaya menyambut hari besar keagamaan.

Aktivitas membersihkan makam dan menabur bunga tetap dilakukan, meski harus berhadapan dengan genangan air.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.