TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Juru Bicara Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan universitas telah melakukan komunikasi dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto, yang mendapatkan teror dari orang tak dikenal.
Kampus kemudian menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan.
“Pada prinsipnya, atas nama institusi dan berdasarkan konstitusi, UGM berkewajiban melindungi seluruh civitas akademika UGM dari ancaman atau teror yang berasal dari mana pun,” jelas Made Andi, dalam keterangan resminya, Minggu (15/2/2026).
Dikonfirmasi terpisah, Tiyo Ardianto membenarkan sudah ada komunikasi dengan pihak universitas terkait upaya perlindungan terhadap dirinya.
“Sementara baru koordinasi intens,” jawabnya, soal bentuk perlindungan seperti apa yang diberikan kampus.
Pesan tersebut terus-menerus masuk, berisi: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.
Baca juga: Ketua BEM UGM Terima Rentetan Teror Usai Bersurat ke UNICEF: Semakin Ditekan Semakin Melawan
Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda.
Pertama kali, teror itu diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026).
Ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, namun tidak ditanggapi.
Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.
Sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar.
Teror itu diterima pascaBEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026).
Surat itu dikirimkan karena melihat ironi di Tanah Air.
Kala itu seorang anak di Ngada, NTT, memilih untuk mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pulpen dan buku.
Padahal negara hendak menggelontorkan Rp16,7 triliun untuk iuran keanggotaan Board of Peace (BoP) besutan Donald Trump.
Pemerintah juga menggelontorkan dana Rp1,2 triliun per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang tahun ini. (*)