Kronologi Food Vlogger Filipina Tewas Usai Makan Kepiting Devil Crab, Diduga Kuat Keracunan
Siti M February 16, 2026 07:34 AM

Grid.ID - Kronologi food vlogger asal Filipina tewas usai mengkonsumsi kepiting Devil Crabs gegerkan publik. Diduga kuat, sang food vlogger itu mengalami keracunan.

Korban sendiri diketahui bernama Emma Amit (51), dilaporkan tewas setelah menyantap kepiting tersebut. Dimana kepiting jenis tersebut dianggap paling beracun di Filipina.

Kronologi Food Vlogger Filipina Tewas

Dilansir Grid.ID dariThe Straits Times, (16/2/2026), Emma sebelumnya sempat merekam video dirinya saat menikmati kepiting Devil Crab itu. Yang kemudian diunggahnya ke Instagram pada 4 Februari 2026.

Mulanya, Emma memperlihatkan momen saat ia dan teman-temannya memanen kepiting di hutan bakau dekat rumah di Puerto Princesa, sebuah kota pesisir di Palawan.

Setelahnya, Emma terlihat memasak hidanganseafoodyang terdiri dari siput laut dan kepiting beracun, lalu mencampurnya dengan santan.

Bahkan saat menyantap hidangannya itu, Emma tampak tersenyum dan tidak mengalami hal aneh. Namun siapa sangka, keesokan harinya Emma mulai jatuh sakit.

Dikutip dariNew York Post,tetangga Emma juga melaporkan bahwa pemilik akun dengan jumlah pengikut lebih dari dua ratus ribu orang tersebut kejang-kejang dan sempat dibawa ke klinik terdekat.

Hingga singkat cerita, kondisi Emma bukannya malah membaik. Namun makin mengkhawatirkan usai warna bibirnya berubah menjadi biru tua dan tidak lagi dalam kondisi sadar.

Petugas medis juga telah berupaya menyelamatkan korban, tetapi sia-sia. Emma dinyatakan meninggal dunia pada 6 Februari 2026, tepat dua hari setelah video makan kepiting beracun tersebut diunggah.

Dan sayangnya, selain Emma, seorang temannya juga dilaporkan meninggal dunia usai menyantap kepiting yang sama.

Sementara itu, sebelum kasus kronologi food vlogger asal Filipina tewas itu mencuat, di Filipina sendiri kepiting yang dikonsumsi Emma dikenal dengan sebutandevil crabatau kepiting setan. Yang merupakan jenis spesies penghuni terumbu karangdengan daging yang mengandung campuran neurotoksin yang ampuh, termasuk tetrodotoksin dan saxitoksin.

Bahkan meski sudah dimasak, racun dalam kepiting setan itu tidak akan netral. Kandungan mematikan dalam daging kepiting ini justru dapat melumpuhkan otot manusia yang mengonsumsinya, menghentikan pernapasan, hingga membunuh dalam hitungan jam.

Usai kejadian, pejabat desa setempat, yakni Laddy Gemang, mengirimkan petugas desa ke rumah Emma untuk menyelidiki. Mereka menemukan cangkang kepiting setan yang berwarna cerah berserakan di antara sampah-sampahnya.

Ia juga menyayangkan kejadian ini, apalagi saat mengetahui Emma dan suaminya selama ini dikenal pula sebagai nelayan berpengalaman.

"Ini sungguh menyedihkan karena seharusnya mereka sudah tahu. Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung.

Jadi kepada warga Puerto Princesa, saya mendesak untuk lebih waspada. Jangan makan kepiting setan berbahaya ini karena telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan mempertaruhkan hidup Anda," tandas Laddy.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.