Grid.ID - Kehidupan aktris senior Meriam Bellina selalu menarik untuk dikulik. Dikenal sebagai ratu antagonis di layar kaca, siapa sangka Meriam Bellina adalah sosok ibu yang asyik bagi kedua putranya di kehidupan nyata.
Meski usianya sudah memasuki kepala 6, Meriam Bellina sukses membesarkan dua anak laki-lakinya sebagai single parent. Kini, kedua putra Meriam Bellina juga sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang gagah dan tampan.
Sebelumnya diketahui artis kelahiran Bandung ini pernah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Ferry Anggriawan pada tahun 1987 kandas di tengah jalan. Meriam kemudian menikah lagi dengan sutradara terkenal, Adisoerya Abdy, pada tahun 1991.
Dari pernikahan keduanya inilah, bintang film Catatan Si Boy ini dikaruniai dua orang putra, yakni Abel Poetra Abdy dan Nigel Philo Abdy. Sayangnya, rumah tangga Meriam dan Adisoerya Abdy harus berakhir dengan perceraian pada tahun 2001 silam. Sejak saat itu, Meriam Bellina fokus membesarkan Abel dan Nigel.
Menjadi ibu tunggal bagi dua anak laki-laki tentu bukan perkara mudah. Kepada Maia Estianty dalam tayangan YouTube-nya, Meriam Bellina membongkar rahasia kedekatannya dengan sang buah hati. Ia mengaku tidak memposisikan diri sebagai orang tua yang kaku, melainkan sebagai teman.
"Aku sama anak-anak we are very close. Aku single mother, jadi semua-semuanya aku urusin sendiri. Sekolah aku tungguin, jemput sendiri, I don't let the drivers do it," kata Meriam Bellina dalam tayangan YouTube MAIA ALELDUL TV, yang Grid.ID kutip, Minggu (15/2/2026).
"Anak-anak cerita apapun ke aku. Aku punya pikiran mendingan (dengar) dari aku daripada dia dapetnya dari teman yang takutnya sesat," sambung pelantun lagu Mulanya Biasa Saja tersebut.
Meski kompak, Meriam tak menampik jika ia sering terlibat perang dingin dengan putranya, terutama si sulung, Abel.
"Aku lahir hari Sabtu, dia juga Sabtu. Aku Aries, dia Aries. Jadi we are like kembar," tutue Meriam.
"Sering banget dalam hal prinsip kita berantem atau debat. Keras kepalanya buset dah!" tambahnya.

Praih Piala Citra FFI 1984 ini punya jurus ampuh, yakni silent treatment. Meriam memilih untuk diam seribu bahasa ketimbang meledak-ledak memarahi anaknya.
"Aku lebih milih diem aja. Daripada ending-nya aku mengucapkan kata-kata yang nggak bisa ditarik balik," ujarnya bijak.
"Biasanya kalau aku udah diem, anak-anak udah 'Oh oh...'," tiru Meriam.
Tak butuh waktu lama, biasanya dalam 2-3 hari, suasana akan mencair dan anak-anaknya lah yang akan luluh duluan.
"Anakku yang (minta maaf) duluan. Rata-rata lebih sering anakku," tandasnya.