2 Kebakaran Rumah dalam Sehari Berselang di Kota Gorontalo: Belasan Jiwa Kehilangan Hunian
Wawan Akuba February 16, 2026 08:47 AM

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Dalam dua hari berturut-turut terjadi dua kebakaran di Kota Gorontalo, ibukota Provinsi Gorontalo.

Kebakaran terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 Wita dan Sabtu tak berselang lama kembali terjadi pada Sabtu malam. 

Tak hanya waktu kebakaran yang tak berjarak, juga lokasinya. Sama-sama masih beririsan kecamatan. 

Tak cuma menyebabkan kerugian materil, kebakaran ini juga bahkan menyebabkan satu korban jiwa yang tak mampu menyelamatkan diri. 

1. Kebakaran di Kelurahan Siendeng: Satu Orang Meninggal

Kebakaran pertama terjadi di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, pada Jumat (13/2/2026).

Rumah permanen ini terbakar pada siang hari dan mengakibatkan satu korban jiwa, seorang perempuan bernama Yeti Mahmud (48) ditemukan meninggal di dalam bangunan setelah api berhasil dipadamkan.

Baca juga: 5 Fakta Kecelakaan Mobil Terjungkal di JDS Kota Gorontalo, dari Kronologi hingga Kondisi Sopir

“Api sudah besar sekali saat kami tiba,” kata salah seorang petugas Damkar yang turun ke lokasi.

Petugas kemudian bekerja cepat untuk memadamkan sisa kobaran api dan memastikan tidak ada korban lainnya. 

Belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran ini, namun dugaan awal sementara menyebut kemungkinan korsleting atau titik api internal rumah sebagai pemicu peristiwa.

Setelah kejadian, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial melakukan penyaluran bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban untuk memenuhi kebutuhan dasar serta rehabilitasi awal rumah yang terbakar.

Bantuan tersebut diberikan beberapa hari setelah insiden sebagai wujud respons sosial dan pemulihan awal bagi keluarga yang terdampak. (Headline.co.id)

2. Kebakaran di Kelurahan Padebuolo: Nyaris Meludeskan Rumah di Kawasan Padat

Tidak sampai 24 jam berselang, insiden kebakaran kembali terjadi di Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Sabtu (14/2/2026) malam.

Kebakaran ini menimpa rumah milik Roni Laiya, dan api berhasil membesar saat rumah dalam keadaan kosong usai waktu Salat Isya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Gorontalo Hari Ini, Senin 16 Februari 2026: Potensi Hujan di Boalemo-Bone Bolango

Petugas Damkar Kota Gorontalo menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.35 Wita, dan tiba di lokasi delapan menit kemudian.

Mereka menghadapi kendala akses sempit karena bangunan padat di kawasan tersebut, sehingga proses pemadaman berjalan lebih lama dari biasanya.

“Kami melihat api sudah muncul dari kamar depan. Saat itu rumah kosong, jadi hanya bisa mengantisipasi agar tidak merembet ke rumah tetangga,” ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian.

Dalam video yang beredar, kobaran api terlihat membesar hingga hampir menyentuh atap rumah di sebelahnya, memicu kepanikan warga sekitar.

Di lokasi, beberapa lembar seng atap rumah telah hangus terbakar dan bagian dalam rumah tampak hitam terbakar, sementara dinding utama masih berdiri.

Meski begitu, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.02 Wita setelah petugas dan warga berjibaku bersama menghadapi tantangan akses sempit dan hujan gerimis yang turun saat kejadian.

Dugaan sementara dari pihak keluarga dan warga setempat menyebut korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran, namun pemeriksaan lanjutan masih dilakukan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pastinya.

Dua Insiden

Dua kebakaran berturut-turut ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga trauma emosional bagi keluarga dan warga sekitar.

Kebakaran pertama membawa duka cita setelah satu nyawa melayang, sementara kebakaran kedua menyisakan kepanikan karena rumah di kawasan padat hampir menyebarkan api lebih jauh.

58 Kebakaran

Kota Gorontalo sepanjang tahun 2025 berada dalam bayang-bayang ancaman kebakaran.

Hingga September 2025, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Gorontalo mencatat sekitar 58 kejadian kebakaran.

Sebagian besar terjadi di kawasan permukiman warga dan dipicu oleh persoalan instalasi listrik.

Rekap sementara Damkar menunjukkan, rentetan kebakaran tersebut terjadi hampir merata di seluruh kecamatan.

Jenis kebakaran pun beragam, mulai dari rumah warga, instalasi listrik PLN, kebakaran lahan, hingga fasilitas umum dan tempat usaha.

Secara keseluruhan, rekap sementara mencatat:

Triwulan I: 22 kejadian

Triwulan II: 23 kejadian

Triwulan III: 15 kejadian

Dengan total sementara mencapai sekitar 58 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2025.

Kasi Pemadam dan Penyelamatan Kebakaran Kota Gorontalo, Muh. Luthfie, membenarkan data tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.