BANGKAPOS.COM -- Jasad siswa SMP berinisial ZAAQ (14), ditemukan secara tidak sengaja oleh Tim Trobos Mitos (TTM) pada Jumat (13/2/2026).
ZAAQ ditemukan di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah Bandung oleh dua konten kreator yang tengah melakukan syuting di area terbengkalai tersebut.
ZAAQ adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh temannya sendiri, YA (16).
Sebelum ditemukan tewas, ZAAQ dilaporkan menghilang misterius sejak 9 Februari 2026.
Pihak sekolah ZAAQ alias Zain, yakni SMPN 26 Bandung, sempat memviralkan kabar hilangnya korban.
YA mengaku dirinya adalah teman karib korban sejak kecil, namun semenjak Zain pindah ke Bandung, hubungan YA dengan korban tidak lagi sedekat dulu.
Baca juga: Sosok Suami Kedua Vina Menantu Firdha Razak yang Disebut Poliandri, Diduga Beristri dan Punya Anak
TikTokers akun Tim Trobos Mitro menceritakan kronologi penemuan jasad siswa SMP Negeri di Bandung Barat korban pembunuhan.
Rupanya penemuan mayat siswa berinisial ZAAQ itu terjadi tanpa sengaja oleh TTM pada Jumat (13/2/2026).
Anggota TTM itu mengaku awalnya ia dan tim datang ke lokasi pada Kamis malam.
Momen tim TTM menuju ke lokasi itu kabarnya cukup berat dan penuh tantangan.
"Kita datang dari Banten hari Kamis, kita datang ke Bandung karena kita berangkat subuh, sampai mobil kita mogok diderek ke Bandung pakai towing kayak naik kora-kora," ungkap anggota TTM dilansir TribunnewsBogor.com pada Minggu (15/2/2026).
Sebelum memutuskan untuk ke Bandung Barat, anggota TTM sempat punya firasat yang membingungkan.
Hingga akhirnya mereka yang awalnya baru saja syuting di Banten, langsung bergegas pergi ke Bandung dalam waktu beberapa jam.
"Gue enggak tahu kenapa pengin eksplore di tempat pesugihan babi ngepet itu, enggak tahu kenapa aku pengin di sana, awal cerita kita datang ke lokasi, kita izin," pungkas anggota TTM.
Setibanya di lokasi yakni di bekas wisata Kampung Gajah, anggota TTM dibuat tak nyaman dengan bau tak sedap.
Namun kala itu mereka mencoba berpikiran positif yakni bau busuk itu adalah bangkai hewan.
"Pas kita datang, kita langsung nyium bau bangkai. Pertama kita datang ke lokasi itu emang kita langsung nyium bau bangkai, itu benar. Tapi aku masih berpikiran positif, ah mungkin bangkai tikus," ujar anggota TTM.
Hingga akhirnya bau menyengat tersebut makin tercium ke hidung anggota TTM sehingga membuat mereka tidak nyaman.
Salah satu anggota TTM pun mencoba mencari sumber bau dan menemukan ada hewan mati.
"Ketika kita siap-siap, siapin tempat duduk, tripod, lighting, tiba-tiba nambah lagi ciuman bau bangkainya. Mang Gege cek ternyata ada kucing meninggal."
"Aku kira cuma kucing itu yang meninggal, aku dekatin bau kucingnya, ternyata kucingnya enggak bau gini, kayak masih segar lah, baru digerumutin lalat," kata anggota TTM.
Tapi setelah hewan yang mati itu dibuang, bau tak sedap di lokasi masih tercium menyengat.
Baca juga: Sosok Amanda Zahra, Kecantikannya jadi Pemersatu Perang Knetz vs Nitizen Indonesia
Anggota TTM lain pun akhirnya mengecek ke sumber bau busuk yang mereka cium.
"Kelamaan ketika kita lagi baru mulai, sapa-sapa ngobrol, ini baunya tambah menyengat ketika ada angin dari titik korban ke arah kita."
"Baunya benar-benar menyengat, kita curiga, Mang Gege cek ke arah lokasi, takutnya ada bangkai apa yang aneh," ungkap anggota TTM.
Mereka akhirnya menemukan sumber bau tak sedap yakni berasal dari jasad remaja yang tergeletak.
"Mang Gege nyamperin ke sana, cari titik bau tersebut. ketika Mang Gege maju ke depan ke arah tempat eksplore kita ternyata menemukan mayat yang tergeletak ternyata baunya Mang Gege juga enggak kuat, dia balik teriak-teriak," imbuh anggota TTM.
Mengetahui hal tersebut, anggota TTM yang memegang kamera langsung merekam penemuan jasad remaja tersebut.
Hal itu dilakukan agar TTM tidak dicurigai sebagai penyebab kematian korban.
"Kita reflek bawa kamera, karena kita takut kejadian apa-apa, sabotase disangkain kita abis ngapain. Kita langsung datang ke almarhumah tergeletak, aku udah rekam," akui anggota TTM.
Baca juga: Nasib Firdha Razak usai Laporkan Menantunya Poliandri ke Polisi, Dapat Ancaman: Bukannya Minta Maaf
Saat pertama kali melihat jasad remaja tersebut, anggota TTM sempat mengira korban adalah perempuan.
Tapi nyatanya jasad yang tergeletak itu adalah laki-laki.
"Awal aku datangin aku lihat semacam si korbannya tuh kayak cewek. Karena aku lihatnya dari belakang. Pas aku lihat kayak cewek, karena kayak ada rambutnya. Tapi yang aku anehin, di sini (atas) rambutnya pendek tapi belakangnya panjang," pungkas anggota TTM.
Setelahnya, anggota TTM memanggil petugas keamanan setempat hingga Ketua RT.
Polisi pun akhirnya datang ke lokasi dan mengevakuasi korban.
Berdasarkan pendalaman pihak kepolisian, kala itu pada Senin (9/2/2026), pelaku remaja berinisial YA (16) dan rekannya APM (17) berangkat dari Garut menuju Bandung.
Melansir Tribun Jabar, mereka menjemput korban saat jam pulang sekolah.
Tanpa rasa curiga, korban bersedia diajak pergi dan berbincang di kawasan eks Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Di lokasi yang sepi itu terjadi pertengkaran antara mereka.
YA yang telah membawa senjata tajam (sajam) berupa sangkur dan belati sejak dari Garut langsung menyerang korban secara brutal.
Korban lebih dulu dipukul menggunakan botol yang ditemukan di sekitar lokasi.
Pelaku lalu menusuk di bagian perut korban hingga pendarahan hebat.
Korban tak terselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia.
Kedua pelaku lalu melarikan diri kembali ke Garut.
Tim Resmob Polres Cimahi lalu bergerak cepat dan berhasil melacak keberadaan pelaku.
YA dan APM pun ditangkap di Kabupaten Garut pada Minggu (15/2/2026) dini hari, atau kurang dari 1x24 jam setelah jasad ditemukan.
Saat ini, keduanya yang masih berstatus anak di bawah umur menjalani pemeriksaan mendalam.
Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Polisi memastikan kasus ini merupakan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh remaja berinisial YA dan APM.
AKBP Niko menjelaskan, motif utama aksi tersebut dipicu rasa sakit hati mendalam yang dialami pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, YA tidak menerima keputusan korban yang ingin mengakhiri hubungan pertemanan mereka.
Pernyataan itu memicu pelaku merasa kecewa dan tersinggung atas keputusan tersebut.
Hingga pada akhirnya pelaku berniat untuk menghabisi nyawa korban.
Di medsos TikTok berseliweran postingan sebuah akun yang disebut-sebut milik pelaku berinisial YA.
Di akun tersebut, akun diduga milik YA itu sempat menuliskan curhatan tentang sosok Zain.
Akun tersebut menyebut bahwa Zain membuatnya nyaman
"Zainlah yang selalu buatku nyaman, tapi dia sudah pergi," tulis akun diduga milik pelaku pada 15 Maret 2025.
Akun tersebut juga menyinggung soal rasa sakit hatinya kepada sosok Zain.
Ia tampak kesal saat melihat Zain bahagia sementara dirinya menderita.
"Kamuh bahagia tapi aku sakit hati de zain," tulis akun diduga milik pelaku pada 7 Maret 2025.
Diungkap pihak kepolisian, korban diduga dibunuh oleh pelaku pada 9 Februari 2026.
Lalu jasad korban baru ditemukan empat hari setelahnya yakni pada Jumat (13/2/2026) malam.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com.TribunSumsel.com/TribunnewsBogor.com)