Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Senin 16 Februari 2026
MENUTUT DIRI BERTUMBUH DALAM IMAN
(Yak. 1:1-11; Mzm. 119:67.68.71.72.75.76; Mrk. 8:11-13)
"Sungguh, kepada angkatan ini tidak akan diberikan tanda." (Mrk. 8:12b.)
Tuhan tidak memaksa siapa pun untuk beriman kepada-Nya. Untuk beriman tidak perlu meminta tanda lebih dulu dari Allah. Yesus memberi teguran keras kepada para Farisi yang menuntut tanda dari Surga. Menuntut tanda dengan intensi busuk hanya untuk mencobai bukanlah sikap bijak bagi manusia.
Memohon rahmat tahan iman dalam percobaan dunia yang instan dengan keajaiban jauh lebih berguna. Kerendahan hati di mata Tuhan untuk meminta hikmat pasti Tuhan kabulkan. Hal-hal instan, keajaiban sensasional yang diminta tidak menolong kualitas iman dalam hidup.
Iman sejati tunbuh dalam kesetiaan relasi pribadi dengan Tuhan sendiri. Para Farisi dalam pandangan Yesus bukanlah orang-orang beriman yang benar.
Mereka tidak percaya, hanya butuh tanda lahiriah dan bukan iman. Dunia pasti terus menantang kedewasaan iman kita, karena itu menuntut diri untuk terus bertumbuh, kuat dan bertahan dalam iman. Tuhan selalu memberi yang terbaik apa yang kita butuhkan, namun desakan lahiriah menuntut banyak dari Tuhan membuat kita tidak memperdalam kepercayaan kepada Tuhan yang amat baik itu. Ini tantangan yang mesti kita sadari sungguh.
Santo Yakobus menegaskan hidup pasti ada ujian, cobaan, demikian juga iman. Pencobaan iman tak selamanya bermakna negatif melainkan merupakan bagian integral dari proses kematangan iman itu sendiri. Ujian iman membuahkan ketekunan.
Iman mendalam hanya diperoleh melalui usaha keras dalam hidup. Jika kurang hikmat, kita memintanya dengan penuh iman kepada Allah yang murah hati. Hindari kebimbangan, sebab orang bimbang itu seperti gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yak. 1:6-7). Teguhkan cara beriman benar kepada Tuhan sebab Ia baik.
Pemazmur menanggapi dalam madah pujiannya, "Engkau baik dan murah hati, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku." (Mzm. 119:68).
Yesus itu tanda kasih Allah bagi dunia. Ia datang untuk menyelamatkan dunia dari dosa. Yesus Anak Allah yang turun dari Surga, tidak menuntut manusia beriman kepada-Nya. Orang beriman itu setia dan tidak bergantung pada tanda lahiriah belaka.
Berbahagialah kita yang dianugerahi daya ilahi untuk percaya dan mengandalkan Yesus dalam hidup ini. Oleh kekuatan Roh Kudus, Tuhan mentrasformasi agar memiliki dalam diri kesabaran, kebijakaanaan dan kekuatan dalam kasih.
Berjuang untuk senantiasa menuntut diri bertumbah dalam iman, Tuhan akan mrnyempurnakannya seturut kebutuhan nyata kita.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan Biasa VI/A/II, 160226)