TRIBUNPALU.COM - Harga emas Pegadaian terbaru hari ini Senin 16 Februari 2026.
Emas di pegadaian hari ini terpantau stabil.
Bagi masyarakat yang hendak berinvestasi logam mulia, memantau pergerakan harga harian adalah kunci.
Berdasarkan pantauan terbaru di situs resmi sahabat.pegadaian.co.id, terdapat perbedaan harga yang cukup menarik antara dua vendor emas batangan populer, yakni UBS dan Galeri24.
Baca juga: Kapan Puasa Ramadhan 2026 Dimulai? Berikut Jadwal 1 Ramadhan 1447H/2026
Komparasi Harga
Galeri24 Lebih Ramah di Kantong Pada perdagangan kali ini, emas cetakan Galeri24 terpantau dibanderol dengan harga yang lebih rendah dibandingkan cetakan UBS untuk ukuran yang sama.
Untuk kepingan terkecil 0,5 gram, emas UBS dipatok seharga Rp 1.620.000, sedangkan Galeri24 menawarkan harga lebih hemat di angka Rp 1.564.000.
Selisih harga ini berlanjut ke ukuran favorit investasi, yakni 1 gram. Emas UBS ukuran ini dijual seharga Rp 2.998.000, sementara Galeri24 sedikit di bawahnya dengan harga Rp 2.981.000.
Perbedaan semakin terasa pada ukuran 2 gram. Investor harus merogoh kocek sebesar Rp 5.949.000 untuk emas UBS, sedangkan untuk berat yang sama dari Galeri24, harganya adalah Rp 5.890.000.
Variasi Ketersediaan:
Galeri24 Tawarkan Opsi Jumbo Selain faktor harga, ketersediaan variasi berat juga menjadi pertimbangan bagi investor kelas kakap. Dalam hal ini, Galeri24 kembali unggul dengan opsi yang lebih luas.
Vendor Galeri24 menyediakan emas batangan mulai dari ukuran terkecil 0,5 gram hingga ukuran jumbo 1.000 gram (1 kg). Di sisi lain, UBS memiliki batasan variasi maksimal yang lebih rendah, yakni hanya menyediakan emas batangan mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram saja.
Bagi calon investor, data ini bisa menjadi acuan: jika mencari harga yang lebih miring dengan opsi investasi besar hingga 1 kilogram, Galeri24 tampaknya menjadi pilihan yang lebih menarik hari ini.
Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian pada hari ini:
UBS
Galeri24
Tring Pegadaian
PT Pegadaian meluncurkan aplikasi digital terbaru bernama Tring sebagai bagian dari strategi transformasi dan rebranding perusahaan.
Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi lengkap kebutuhan keuangan masyarakat, khususnya layanan berbasis emas yang menjadi kekuatan utama Pegadaian selama lebih dari satu abad.
Direktur Utama PT Pegadaian.Damar Latri Setiawan mengatakan, Tring hadir untuk melengkapi perjalanan panjang Pegadaian yang telah berdiri sejak 1901.
Menurutnya, aplikasi ini menjadi "missing piece" dalam transformasi Pegadaian dari perusahaan gadai tradisional menuju perusahaan modern dan inklusif.
"Tring hari ini sebagai pelengkap, pelengkap untuk sebagai missing piece yang melengkapi, menyempurnakan apa yang dilakukan Pegadaian. Karena Pegadaian menemani perjalanan transformasi yang panjang dari perusahaan gadai tradisional sampai sekarang. Tring ini menyempurnakan via aplikasi, karena tanpa aplikasi, minat dari nasabah kita juga akan berkurang. Yang dibutuhkan adalah kecepatan dan kemudahan," tutur Damar dalam acara Launching aplikasi TRING! by Pegadaian di Ballroom The Gade Tower, Senen, Jakarta, Rabu (8/10/2025),
Damar menambahkan, nama Tring diambil dari gabungan kata Three dan Ring yang menggambarkan tiga lingkaran dalam logo Pegadaian dan identik dengan bunyi koin emas.
"Nama Tring ini identik dengan koin emas. Jadi harapan kami masyarakat bisa ngumpulin emas. Kalau koin emas berjatuhan itu bunyinya Tring, Tring, Tring, Tring, Tring gitu," jelas Damar.
Logo dan desain Tring juga mengandung makna mendalam. Tulisan tangan yang miring ke atas dimaksudkan untuk memberi kesan humanis, personal, dan hangat. Sementara elemen bloom pada logo melambangkan benih pertumbuhan bersama antara Pegadaian dan nasabah.
Sebagai aplikasi digital, Tring menawarkan pengalaman terpadu (unified experience) dengan menggabungkan layanan syariah dan konvensional dalam satu platform.
Fitur yang tersedia mencakup tabungan emas, cicilan emas, jual-beli emas, gadai, hingga konversi emas fisik melalui outlet maupun ATM emas.
"Tring ini penting buat Pegadaian, penting buat semuanya. Karena hadir sebagai aplikasi untuk segala kebutuhan keuangan, mulai dari saving, growing, hingga funding," ucap Damar.
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi yang hadir mewakili holding menyampaikan apresiasi terhadap inovasi Pegadaian. Ia menilai peluncuran Tring sebagai langkah tepat dalam menjawab tren pasar emas di Indonesia.
"Pegadaian tahun ini berusia 124 tahun, tidak kalah tua dengan holdingnya BRI yang akan berusia 130 tahun. Kami ingin mengucapkan selamat kepada Pegadaian yang telah berani melakukan terobosan dengan menyatukan dua apps lama menjadi apps baru dengan nama Tring," ungkap Hery.
Mengutip data World Gold Council, Hery menyebut Asia Tenggara sebagai salah satu pasar emas paling kuat, termasuk Indonesia yang lebih dari 50 persen masyarakatnya menjadikan emas sebagai instrumen investasi. Bahkan, transaksi emas digital nasional diperkirakan mencapai Rp 70 triliun - Rp 75 triliun pada akhir 2025.
"Ini sebetulnya sudah sangat tepat Pegadaian menyiapkan sebuah apps, kalau boleh saya katakan mungkin adalah super apps ya, untuk menjawab tantangan masyarakat yang ingin melakukan transaksi beli emas, jual emas, gadai emas, menabung emas, hingga deposito emas. Transformasi ini merupakan bukti nyata bahwa BRI Group melalui Pegadaian tidak hanya melanjutkan legasi, tetapi juga berinovasi," terang Hery.
Dengan hadirnya Tring, Pegadaian berharap dapat semakin memperluas akses keuangan masyarakat sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem investasi emas di Indonesia. (*)