Sosok dr Muhammad Hasbi Hasyim, Ketua KKSS Tarakan yang Baru, Dokter Lulusan Unhas Makassar
Amiruddin February 16, 2026 10:28 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kenalkan inilah dr Muhammad Hasbi Hasyim, baru saja terpilih jadi Ketua KKSS Tarakan, sosok yang merupakan dokter Spesialis Penyakit Dalam lulusan Universitas Hasanuddin atau Unhas, Makassar

Sosok dokter senior yang lama mengabdi di RSUD dr H Jusuf SK Tarakan, dr Muhammad Hasbi Hasyim, kini mendapat amanah baru.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam itu, resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan ( KKSS ) Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Ia meraih 14 suara, dari total 26 suara dalam proses Musda KKSS Tarakan, pada Minggu (15/2/2026) kemarin.

Suasana pemilihan Ketua KKSS Tarakan berlangsung dinamis.

Awalnya sempat muncul usulan agar penentuan ketua dilakukan secara musyawarah.

Namun akhirnya forum sepakat tetap melalui mekanisme voting.

“Sebetulnya ada masukan supaya dimusyawarahkan saja.

Tapi saya ingin kita belajar berdemokrasi.

Demokrasi itu bukan untuk saling menyakiti,” ujar dr Muhammad Hasbi Hasyim usai terpilih.

 

MUSDA KKSS TARAKAN - Suasana Musyawarah Daerah (Musda) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan yang digelar di Hotel Galaxy, Minggu (15/2/2026) sejak pagi hingga siang kemarin. dr Muhammad Hasbi Hasyim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam akhirnya resmi pimpin KKSS Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
MUSDA KKSS TARAKAN - Suasana Musyawarah Daerah (Musda) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan yang digelar di Hotel Galaxy, Minggu (15/2/2026) sejak pagi hingga siang kemarin. dr Muhammad Hasbi Hasyim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam akhirnya resmi pimpin KKSS Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

 

Baca juga: Dokter Spesialis Penyakit Dalam Resmi Pimpin KKSS Tarakan Kalimantan Utara

Ia menegaskan, perbedaan pilihan bukan alasan untuk terpecah.

Bahkan usai proses pemungutan suara, ia dan kandidat lain tetap saling merangkul.

“Alhamdulillah selesai-selesai.

Kita tetap berangkulan, menyongsong KKSS yang lebih baik,” kata dr Hasbi

Dokter kelahiran Bulukumba, 29 Juni 1960 ini mengaku sempat merasa berat menerima pencalonan dirinya.

Apalagi selama ini ia sudah terbiasa memikul tanggung jawab besar di dunia kesehatan.

“Mengurus rumah sakit yang jumlahnya seribu lebih orang saja sangat berat, apalagi seluruh warga Sulawesi Selatan di Tarakan,” kata dr Muhammad Hasbi Hasyim

Namun ada satu hal yang menguatkan niatnya.

“Kalau bukan sekarang saya mengabdi di kerukunan, kapan lagi,” katanya.

Sebagai perantau yang lama menetap di Tarakan, dr Hasbi ingin KKSS menjadi rumah besar yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Sulawesi Selatan.

Langkah awal setelah terpilih, dr Hasbi menyebut akan membentuk kepengurusan lengkap dengan melibatkan seluruh pilar, termasuk badan otonom perempuan dan pemuda.

“Kita ingin semua terlibat.

Semua elemen, semua organisasi di bawah KKSS akan kita akomodir,” kata dr Hasbi.

Program kerja ke depan, ia ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap KKSS.

Selain itu, fokus besar diarahkan pada bidang sosial.

Ia juga menegaskan organisasi tidak boleh lagi digiring dalam kepentingan politik praktis.

“Silakan anggota berpolitik, itu hak masing-masing.

Tapi organisasi jangan dibawa.

Itu yang sering menimbulkan gesekan dan membuat kita tidak solid,” ucap dr Hasbi.

Sebagai dokter Spesialis Penyakit Dalam yang lama menangani pasien di Tarakan, dr Hasbi mengaku sering melihat langsung kondisi warga perantau yang kesulitan secara ekonomi, terutama sebelum era BPJS.

“Sering saya temukan di rumah sakit, datang sakit, tidak punya biaya, tidak ada yang memperhatikan,” kenang dr Hasbi.

Pengalaman itulah yang ingin ia jadikan dasar gerakan sosial KKSS ke depan.

Ia berharap ada iuran rutin dari anggota, berapa pun jumlahnya.

“Mau Rp10 ribu, Rp20 ribu, tapi rutin tiap bulan masuk kas.

Itu yang kita jadikan anggaran untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu,” jelas mantan Direktur RSUD dr H Jusuf SK Tarakan itu.

 

MUSDA KKSS TARAKAN - Wali Kota Tarakan ikut hadiri kegiatan pembukaan Musda KKSS Tarakan di Galaxy Hotel Tarakan, Minggu (15/2/2026). dr Muhammad Hasbi Hasyim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam akhirnya resmi pimpin KKSS Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara. DOKUMENTASI HUMAS
MUSDA KKSS TARAKAN - Wali Kota Tarakan ikut hadiri kegiatan pembukaan Musda KKSS Tarakan di Galaxy Hotel Tarakan, Minggu (15/2/2026). dr Muhammad Hasbi Hasyim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam akhirnya resmi pimpin KKSS Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara. DOKUMENTASI HUMAS (ISTIMEWA)

 

 

Rencana kegiatan sosial seperti sunatan massal, bantuan kesehatan, hingga kegiatan olahraga dan budaya bagi pemuda Sulawesi Selatan di Tarakan, juga menjadi bagian dari agenda yang akan dirancang setelah kepengurusan terbentuk.

Perjalanan dr Hasbi di Tarakan dimulai sejak 2004.

Ia datang sebagai dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk memperkuat layanan hemodialisis atau cuci darah di RSUD dr H Jusuf SK Tarakan

Kala itu, dokter Spesialis Penyakit Dalam di rumah sakit tersebut hanya dua orang.

Dalam perjalanan waktu, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Pelayanan, saat itu direktur dijabat oleh dr Wira.

Setelah Provinsi Kalimantan Utara resmi berdiri, dan rumah sakit menjadi aset provinsi pada 2016, dr Hasbi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur di akhir 2016.

Pada Januari 2017, ia didefinitifkan sebagai Direktur dan menjabat hingga 2020 sesuai aturan.

Setelah masa jabatan berakhir, ia kembali ke posisi fungsional sebagai dokter Spesialis Penyakit Dalam

Tahun 2025, ia resmi pensiun di usia 65 tahun.

Namun pengabdiannya tak berhenti.

“Saya pensiun tahun lalu, tapi masih diminta membantu sebagai karyawan BLUD.

Jadi bukan lagi digaji pemerintah, tapi dari BLUD,” ungkap dr Hasbi

 

KETUA KKSS TARAKAN - dr Muhammad Hasbi Hasyim, saat masih menjabat Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan beberapa waktu lalu, ketika diwawancara TribunKaltara.com di Tarakan. dr Muhammad Hasbi Hasyim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang akhirnya resmi pimpin KKSS Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)
KETUA KKSS TARAKAN - dr Muhammad Hasbi Hasyim, saat masih menjabat Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan beberapa waktu lalu, ketika diwawancara TribunKaltara.com di Tarakan. dr Muhammad Hasbi Hasyim, Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang akhirnya resmi pimpin KKSS Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI) (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

 

 

Kini ia masih aktif melayani pasien, termasuk praktik di Klinik Sugih Waras.

dr Hasbi merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Ia menempuh pendidikan kedokteran di Makassar, dan juga merupakan alumni SMA 1 Makassar. 

Dalam kehidupan pribadi, ia adalah ayah dari delapan anak, dan telah dikaruniai tiga cucu.

Istri pertamanya meninggal dunia saat melahirkan anak kelima di Makassar.

Pada 2006, ia kembali menikah dan membangun keluarga di Tarakan.

Perpaduan latar belakang keluarga dari Sidrap, Sinjai, Bulukumba hingga Pinrang, membuatnya merasa benar-benar merepresentasikan keberagaman Sulawesi Selatan.

"Kalau bapak saya orang Sidrap.

Ibu saya orang Sinjai.  

Saya lahir di Bulukumba.

Menantu saya ada orang Enrekang, istri saya orang Pinrang," ungkap dr Hasbi

Sebagai ketua terpilih, dr Hasbi ingin KKSS tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi, tetapi hadir nyata membantu anggotanya.

“Kita ini perantau.

Banyak yang sukses, tapi masih ada saudara-saudara kita yang hidupnya sulit.

Itu yang tidak boleh kita abaikan,” tegas dr Hasbi

Dengan pengalaman panjang di dunia kesehatan dan manajerial rumah sakit, dr Muhammad Hasbi Hasyim kini membawa semangat baru, yakni menjadikan KKSS Tarakan sebagai rumah besar yang solid, inklusif, dan peduli.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.