SURYA.CO.ID, SURABAYA – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkuat kurikulum yang fleksibel dan adaptif guna meningkatkan daya saing internasional lulusan di tengah keterbatasan lapangan kerja serta perubahan kebutuhan industri.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Wisuda ke-132 semester gasal tahun akademik 2025/2026 yang meluluskan 1.470 mahasiswa dari jenjang sarjana hingga doktor, Minggu (15/2/2026).
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan penguatan kurikulum menjadi strategi utama untuk menyiapkan lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Kami ingin lulusan tidak hanya bangga pada identitas kebangsaannya, tetapi juga memiliki kapasitas bersaing secara nasional hingga global,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, kurikulum dirancang lebih fleksibel dan adaptif untuk menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah, termasuk terbatasnya jumlah lowongan pekerjaan serta ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
“Jumlah lowongan kerja yang terbatas serta perubahan kebutuhan industri menjadi tantangan. Karena itu kurikulum kami dibuat adaptif agar lulusan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja,” katanya.
Baca juga: Mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya Ciptakan Sistem Deteksi Kualitas Air Minum Berbasis Sensor
Selain penguatan kurikulum, kampus juga membekali mahasiswa dengan sejumlah hal sebagai berikut :
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakan pekerjaan. Mahasiswa kami bekali kewirausahaan dan dukungan pendanaan agar bisa mulai usaha sejak kuliah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, orasi ilmiah disampaikan oleh Hanny Chandra Pratama, alumni Program Studi Arsitektur Untag Surabaya yang kini berkiprah sebagai dosen di perguruan tinggi di Thailand.
Ia membagikan pengalaman akademik sekaligus motivasi kepada para lulusan agar berani menghadapi tantangan dan terus mengembangkan potensi diri.
“Setiap kegagalan dan tantangan akan membentuk kita menjadi pribadi yang kuat. Teruslah mencoba dan berani mengejar mimpi, karena mimpi tidak boleh hanya menjadi angan, tetapi harus diwujudkan,” pesannya.
Upaya peningkatan daya saing global juga diperkuat melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, kiprah alumni di tingkat internasional, serta prestasi mahasiswa di bidang akademik dan nonakademik.
Kampus juga menargetkan peningkatan kualitas lulusan melalui pencapaian indikator kinerja utama, penguatan kolaborasi global, serta pengembangan inovasi dan kewirausahaan mahasiswa.