PMI Asal Jembrana Bali Meninggal Di Rusia, Sempat Mengeluh Lelah Karena Banyaknya Pelanggan
Putu Dewi Adi Damayanthi February 16, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kabar duka kembali datang dari dunia Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Bali. 

Adalah Ni Made Dwi Ariawati (36) warga Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo yang bekerja di negara Rusia. 

Almarhumah yang bekerja sebagai terapis spa tersebut dilaporkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Rusia, Sabtu 14 Februari 2026 sore, diduga karena kelelahan bekerja.

Menurut informasi yang diperoleh, almarhumah merupakan PMI yang berstatus berangkat secara mandiri dengan kontrak kerja tiga tahun di Rusia dan sudah mulai sejak Agustus 2025 lalu. 

Baca juga: 2 PMI Meninggal di Jepang dan Turki, Jasad Winarta Ditemukan di Gudang, Jenazah Dewantari di Pantai!

Artinya, PMI yang akrab disapa Dek Wati ini sudah enam bulan terakhir berada di luar negeri. 

Ia juga sempat dilaporkan pingsan usai bekerja dan dilarikan ke rumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. 

Kabar tersebut diterima keluarga sekitar pukul 22.00 WITA, Sabtu 14 Februari 2026 kemarin.

"Nggih, salah satu PMI kita yang bekerja di Rusia dilaporkan meninggal dunia Sabtu kemarin," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi saat dikonfirmasi, Senin 15 Februari 2026.

Dia menuturkan, pasca menerima informasi tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pihak terkait. 

Dan saat ini, Pemkab Jembrana sendiri masih menunggu dokumen resmi seperti surat keterangan kematian dari rumah sakit tempat almarhumah meninggal dunia.

Kemudian, kata dia, sesuai informasi dari pihak keluarga, almarhumah memang beberapa kali sempat mengeluh kelelahan karena melayani banyaknya tamu atau pelanggan di tempatnya bekerja. 

Hingga akhirnya, pada Sabtu 14 Februari 2026 kemarin, setelah memberikan pelayanan terhadap tamu pasangan, namun ketika turun dari tempat spa tersebut, Dek Wati tiba-tiba saja pingsan. 

Kejadian tersebut sekitar pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 17.00 WITA.

"Setelah itu, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat di sana di Kota Petersburg (Rusia) untuk penanganan. Sayangnya, tak lama PMI tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.26 WITA. Kabar duka tersebut sampai ke pihak keluarga sekitar pukul 22.00 WITA setelah kejadian," tuturnya.

"Dugaan sementara karena kelelahan, apalagi disebutkan sedang memasuki musim ramai pelanggan di tempatnya bekerja," imbuhnya.

Apakah ada riwayat sakit atau lainnya sebelum bekerja di luar negeri, mantan Sekretaris Camat Negara ini menyebutkan sesuai informasi dari keluarganya, yang bersangkutan memang memiliki riwayat sakit sebelumnya seperti asma dan tensi tinggi. 

Namun, Dek Wati sendiri sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya beberapa jam sebelum kejadian tersebut dan sempat mengucapkan Selamat Hari Valentine.

Untuk diketahui, almarhumah merupakan seorang ibu dengan dua anak. 

Dua anaknya yang ditinggal untuk selama-lamanya tersebut diketahui sudah berusia 18 tahun dan 15 tahun.

"Saat ini, kami masih menunggu dokumen resminya dari pihak terkait di sana. Kemudian koordinasi dengan pihak BP3MI Bali untuk proses pemulangan jenazahnya," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.