BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Komplek Tanjung Raya, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dikejutkan dengan kemunculan seekor ular sanca.
Hewan melata dengan panjang diperkirakan mencapai 3 meter tersebut muncul di bagian atap rumah warga dan melilit tiang penyangga.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @bbk_fire_fighter_official, peristiwa kemunculan ular itu terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 06.33 WITA.
Terlihat dalam video yang beredar ular tersebut naik ke atap bagian dalam salah satu rumah warga.
Baca juga: Simpan Puluhan Gram Sabu di Saku Celana, Ateng Tak Berkutik Saat Diringkus Anggota Polda Kalsel
Baca juga: Prediksi BMKG Penetapan 1 Ramadan 1447 H, 17 Februari 2026 Hilal Masih di Bawah Ufuk
Tubuhnya membentang di kayu-kayu yang menyangga atap tersebut.
Diperkirakan ular tersebut memilikj panjang mencapai 3 meter dan berat tubuh belasan kilogram.
Lantaran ukurannya yang cukup besar, proses evakuasi tampak berlangsung menegangkan.
Ular itu sempat melilitkan tubuhnya agar cengkeramannya semakin kuat kala hendak di evakuasi oleh tim rescue.
Peralatan yang digunakan untuk menangkap ular itu pun terbilang sederhana.
Meski sempat berlangsung alot, ular sanca itu berhasil dievakuasi dan petuagas rescue dalam kondisi aman.
Tak disebutkan secara pasti asal mula dari mana kemunculan ular sanca tersebut.
Meski demikian kemunculannya dari atas atap turut mengejutkan warga terutama pemilik rumah.
Baca juga: Selain Narkoba, Polres Banjar Sikat Peredaran Miras di Sejumlah Kecamatan, Ratusan Botol Disita
Ini penampakan Ular King Kobra sepanjang 2 meter yang diamakan didamkar HSU Kalsel, binatang tersebut sempat ditaburi garam.
Seekor ular king kobra dengan panjang sekitar 2,3 meter berhasil dievakuasi petugas dari Kantor Satpol dan Damkar Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (14/2/2026).
Evakuasi dilakukan setelah petugas Damkar menerima laporan warga terkait kemunculan ular di ruang tengah rumah yang berlokasi di Desa Panyaungan RT 02, Kecamatan Amuntai Utara.
Pemilik rumah bernama Rusdiansyah mengatakan, ular tersebut diketahui usai isterinya melaksanakan sholat dzuhur yang melihat ular tersebut keluar dari belakang lemari.
Rusdiansyah sempat berusaha mengusir reptil itu dengan cara menaburkan garam kebelakang lemari, namun tidak berhasil.
Merasa khawatir Rusdiansyah memutuskan melaporkan ke nomor Call Center Damkar HSU.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 1 Ramadhan 1447 H Diumumkan 17 Februari 2026, Ada Kans Beda
Menindaklanjuti informasi tersebut petugas melakukan persiapan.
Tiba di lokasi tim langsung melakukan pengecekan dan menemukan ular tersebut berada di ruang belakang lamari ruang tengah rumah Rusdiansyah.
Anggota Damkar HSU Edy Saputra mengatan dengan menggunakan peralatan khusus penanganan satwa liar, ular berhasil diamankan.
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat King Kobra merupakan salah satu jenis ular paling berbisa dan agresif, sehingga diperlukan keahlian khusus dalam penanganannya agar tidak membahayakan petugas maupun masyarakat sekitar.
"Saat melihat hewan yang berbahaya sebaiknya langsung melapor, bertindak sendiri sangat membahayakan," ujarnya.
Apalagi jika menggunakan cara yang hanya diketahui dari internet atau orang sekitar. Khawatir akan membahayakan dan mengancam nyawa.
Kemunculan ular kobra di permukiman beberapa kali dilaporkan dan tak jarang menimbulkan keresahan.
Masyarakat yang tak berpengalaman menghadapi ular tentu akan merasa takut.
Penemuan ular yang terjadi di beberapa daerah, antara lain Jakarta Selatan dan Kota Depok, Jawa Barat, akhirnya ditangani oleh petugas pemadam kebakaran.
Ular yang ditemukan bervariasi, mulai dari anak ular yang baru menetas hingga yang berukuran lebih dari dua meter.
Bahkan, anakan ular kobra juga sudah berbisa sejak menetas dari telurnya.
"Iya, semua jenis ular berbisa tinggi itu ketika keluar dari telurnya sudah mempunyai bisa," tutur Ketua Taman Belajar Ular Indonesia Erwandi Supriadi atau akrab disapa Elang.
Anak dan induk kobra sama berbahayanya. Anak kobra tetap bisa menggigit dan menyemburkan bisanya jika merasa terancam.
Baca juga: Jam Masuk Sekolah di Tanahlaut Dimundurkan Selama Ramadan, Durasi Pelajaran Juga Dikurangi Segini
Ular yang kecil ini relatif agresif dan lebih susah ditangkap.
"Luka gigitannya sama, tapi gigitannya (anakan kobra) bisa dua sampai tiga kali. Karena kalau kecil kan labil, megangnya pun susah kalau kecil. Jadi harus ekstra hati-hati," ujar Elang.
1. Diam dan tak banyak bergerak
Jika bertemu ular kobra, usahakan untuk diam dan tak banyak bergerak.
Kobra atau ular berbisa secara umum akan menyemburkan bisa ketika terancam.
Setakut apapun dengan ular, upayakan tetap diam dan jangan lakukan gerakan kaki sama sekali.
Namun, diam bukan berarti tidak meminta pertolongan.
Elang menjelaskan, seseorang yang bertemu dengan ular dapat berteriak meminta bantuan.
2. Perhatikan dan amati ular
Biasanya ular pergi ke sudut dan pojok lemari atau barang bekas dan di bawah lemari.
Saat melihat atau bertemu ular, observasi sekeliling kita.
Hal ini dilakukan agar lebih aman dan mengetahui tempat yang aman untuk menyelamatkan diri.
"Melihat sekeliling. Nanti kalau misalkan lari atau menghindar, tahu tempat yang aman," kata Elang.
3. Hubungi orang profesional
Setelah diamati dan diperhatikan secara terus-menerus lalu hubungi orang yang bisa menangani ular tersebut. Tapi ingat, jangan sampai dibunuh.
4. Gunakan sapu dan pengki
Untuk ukuran anak ular kobra, bisa menggunakan sapu untuk menekan ularnya dan pengki sebagai wadah untuk memindahkan ular tersebut.
Untuk proses ini harap dilakukan dengan hati-hati-hati dan tenang.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati/danti ayu)