TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tabiat pelaku pembunuhan siswa SMP di Bandung, ZAAQ (13) akhirnya dibongkar oleh keluarga korban.
Pelaku pembunuhan siswa kelas 1 SMP itu diduga memiliki kecenderungan penyuka sesama jenis.
Hal itu bahkan yang jadi alasan keluarga ZAAQ atau Zain, memindahkan korban sekolah di Bandung.
Sebab setahun sebelumnya, tersangka berinisial YA (16) pernah menonjok mata korban saat masih duduk di bangku kelas VI SD.
Bukan cuma ditonjok, korban juga sering dipalak oleh pelaku.
Keluarga korban bahkan sudah menegaskan kepada pelaku untuk tidak lagi menghubungi korban.
Kakek korban, Undang mengaku sudah mencurigai tersangka YA saat pertama kali cucunya hilang.
Sebab menurut RT dan RW di Garut, tersangka YA diketahui pergi ke Bandung di hari hilangnya korban.
"Kita sudah menduga dari hilang tersebut, karena malam Rabu RT dari kita sama mamangnya, ketemu sama RT dan RW di kampung Ciduga, pelaku tersebut hari Senin ke Bandung," katanya.
Meski belum menemukan bukti, kata Undang, pihak keluarga sudah mencurigai YA sejak awal.
"Kita saat itu praduga sudah ada," ucap Undang lagi.
Menurut Undang, korban dan pelaku sempat sekolah di tempat yang sama.
Di mana pelaku merupakan kakak kelas korban.
Saat sekolah di tempat yang sama, pelaku pernah bermasalah dengan korban hingga kedua orangtua dipertemukan.
"Dulu itu pernah terjadi pemukulan pelaku terhadap korban, yang dipukul matanya. Dimusyawarahkan, keluarga dari sana hadir, termasuk pihak RT-nya. Setahun lalu ketika korban masih kelas VI SD," tutur Undang.
Undang menegaskan, hubungan cucunya dengan pelaku bukan teman.
Menurut dia, sang cucu lebih sering dibully atau dipalaki oleh pelaku.
"Kedekatannya, teman sih bukan teman. Yang sering saya dengar dari cucu saya, cucu saya sering dipalakin, kan satu sekolah di Al Ghifari. Dibully," ungkapnya lagi.
Baca juga: Hubungan Pelajar SMP yang Tewas dengan Pelaku, Keluarga Korban Sudah Ingatkan : Laki Suka Laki
Saat bertemu dengan orangtua pelaku, kata dia, pihak keluarga korban sudah meminta agar tidak YA tidak menghubungi Zain lagi.
"Dulu udah langsung dengan orangtuanya kita komunikasikan, kita instruksikan di depan banyak orang, jangan sampai pelaku menghubungi atau mendatangi korban. Sudah kita tegaskan ke pelaku tersebut," jelasnya.
Bahkan saat itu kata Undang, pihak keluarga memutuskan untuk memindahkan korban ke Bandung.
"Makanya dipindahkan ke Bandung, untuk menghindari pelaku," ungkap dia.
Undang pun mengungkap bahwa pihak keluarga khawatir dengan tabiat pelaku yang diduga penyuka sesama jenis.
"Yang diduga pelaku ini ada kelainan, kayak istilahnya laki-laki suka laki-laki, dari hasil informasi guru-guru sekolah," ungkapnya.
Untuk itulah, kata dia, pihak keluarga memutuskan untuk memindahkan korban ke Bandung.
"Makanya kita menghindarkan korban tersebut, yang tadinya mau sekolah di Garut, makanya kita pindahkan ke Bandung," tandasnya.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra mengungkap motif pelaku tega menghabisi nyawa korban.
Berdasarkan pengakuannya, YA merasa sakit hati karena ZA sudah tak mau berteman lagi dengannya.
"Ya sakit hati sehingga mengakibatkan sakit hati. Korban ini memberi pernyataan sikap untuk menghentikan pertemanan pada pelaku, sehingga pelaku sakit hati," katanya.
Baca juga: Akun Sosmed Pelaku Pembunuhan Siswa SMP Bandung, Sering Galau, Pakai Nama Inisial dengan Korban?
Saat ditanya apakah ada hubungan spesial antara korban dan pelaku, Niko pun tidak memberikan jawaban gamblang.
Menurut Niko, hubungan keduanya itu seperti kakak adik.
"Nanti kita dalami lagi dengan mengedepankan perasaan keluarga korban," tandasnya.
Zain dihabisi oleh YA di bekas wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Senin (9/2/2026) sepulang sekolah.
Usai membunuh korban, YA kemudian membawa HP korban dan jaket pemberian dirinya.
Lalu YA juga menghubungi teman korban dan membuat alibi kalau korban yang sedang diculik.
Jasad korban baru ditemukan lima hari kemudian dalam kondisi sudah tak bernyawa.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t