Jeritan Istighfar Penumpang Saat Kecelakaan Maut Bus di Tol Cipali, Eti Terlempar: Semua Teriak
Ferdinand Waskita Suryacahya February 16, 2026 03:52 PM

 


TRIBUNJAKARTA.COM - Jeritan istigfar penumpang terdengar saat detik-detik kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 78A pada Senin (16/2/2026) dini hari.

Tragedi kecelakaan maut itu tepatnya di Tol Cipali KM 78A, jalur dari Jakarta menuju Cirebon,  wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sekira pukul 04.00 WIB.

Bus tersebut membawa rombongan wisata asal Banten yang hendak menuju Subang untuk berwisata ke kawasan Ciater. 

Sopir bus pariwisata bernomor polisi A 7709 B Ujang Nurdin (58) tewas dalam kejadian tersebut.

Ujang tercatat sebagai warga Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, itu meninggal dunia di lokasi kejadian usai bus yang dikemudikannya mengalami kecelakaan maut.

KORBAN KECELAKAAN - Korban kecelakaan bus di Tol Cipali memenuhi ruang IGD RS Abdul Radjak Purwakarta, Senin (16/2/2026) dini hari. Sejumlah penumpang tampak menjalani perawatan medis akibat luka sobek dan memar. Kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 78A pada Senin (16/2/2026) dini hari. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Jeritan Istighfar

Eti Yanti (37), salah satu penumpang, mengisahkan detik-detik saat maut nyaris menjemput di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 78A, Senin (16/2/2026) dini hari.

Tanpa peringatan, bus yang tengah melaju menuju Ciater, Subang tersebut menghantam kendaraan di depannya sebelum terpental hebat ke sisi jalan.

Eti yang saat itu duduk di sisi kanan bus mengaku sedang tidak menyadari ancaman bahaya.

Dalam sekejap, guncangan hebat melemparkannya ke arah jok bus hingga menyebabkan luka sobek di tubuhnya.

"Enggak tahu apa-apa, tahu-tahu sudah nabrak saja. Darah sudah keluar," ujar Eti dengan wajah masih trauma di ruang IGD RS Abdul Radjak, Purwakarta, Senin pagi.

Menurut pengamatannya, bus tiba-tiba kehilangan kendali dan oleng ke arah kiri sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan dengan keras.

Di tengah kegelapan kabin bus pukul 04.00 WIB itu, suara benturan kalah nyaring oleh teriakan para penumpang.

"Busnya oleng ke kiri, nabrak pembatas jalan. Di dalam semua teriak-teriak, pada nyebut (asma Allah) dan istigfar," kenang Eti dikutip dari TribunJabar.

Istighfar yakni permohonan ampun kepada Allah.

Kronologi

Kasat Lantas AKP Enggar Jati Nugroho menjelaskan bus diduga menabrak truk yang berada di depannya, lalu terpental ke kiri hingga menghantam pembatas jalan.

"Setelah ditabrak, bus membentur pembatas jalan. Truk yang terlibat sementara melarikan diri dan masih kami lakukan pengejaran," ujar Enggar kepada wartawan di RS Abdul Radjak Purwakarta, Senin (16/2/2026) pagi.

Akibat kecelakaan maut tersebut, lanjut Engga, sopir bus dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara 28 penumpang lainnya mengalami luka ringan. Total penumpang dalam bus tersebut berjumlah 65 orang.

Dirinya menyebutkan, seluruh korban telah dievakuasi dan dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis. 

Rencananya, lanjut Engga, setelah kondisi memungkinkan, para penumpang akan dijemput oleh pihak keluarga dari Banten untuk dipulangkan.

Pantauan di rumah sakit menunjukkan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipenuhi pasien korban kecelakaan. 

Sejumlah korban tampak menjalani perawatan dengan luka sobek dan memar di beberapa bagian tubuh, sementara petugas medis dan relawan sibuk melakukan penanganan.

Sementara itu, proses evakuasi kendaraan bus masih berlangsung di lokasi kejadian. 

Kepolisian juga terus mengumpulkan keterangan saksi serta memburu truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Peluang Kerja di Jakarta: Rano Usulkan 1.200 PJLP, Pramono Setujui Penambahan Tangani Jalan Rusak
  • Baca juga: Jalan Rusak Renggut Nyawa, Wagub Rano Blak-blakan Akui Aspal Jakarta Tak Kuat Kena Air
  • Baca juga: Siswa SMK Tewas Usai Terperosok Jalan Rusak, Pramono: Biaya RS hingga Pemakaman Ditanggung Pemprov
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.