Jelang Ramadan, Satgas Pangan Polres Tana Tidung Intensifkan Pengawasan Harga dan Distribusi Sembako
Junisah February 16, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tana Tidung melalui Satgas Pangan meningkatkan pengawasan terhadap harga dan distribusi bahan pokok di wilayah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Kasat Reskrim Polres Tana Tidung, Iptu Akhmad Abiyardie Syakhranie, mengatakan pengawasan dilakukan secara terpadu bersama dinas terkait di daerah.

“Kalau terkait pangan itu, kita sudah ada satgasnya. Itu Polda yang mengatur, di masing-masing polres sudah ada timnya juga dan kita bergerak sama dinas-dinas yang ada di sini terkait pengawasannya,” ujar Iptu Akhmad Abiyardie kepada TribunKaltara.com, Senin (16/2/2026)

Iptu Akhmad Abiyardie menjelaskan, pengawasan utama difokuskan pada harga, khususnya komoditas beras dan sembako lainnya yang berpotensi mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.

Baca juga: Jelang Ramadan dan Idulfitri, Satgas Pangan Kaltara Pastikan Stok Aman dan Harga Beras Stabil

“Untuk pengawasan yang paling utama terkait harga. Kita lihat indeksnya, masuk akal tidak harga yang dipasarkan. Kalau melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), pasti kita cari tahu sumbernya dari mana,” tegasnya.

Menurut Iptu Akhmad Abiyardie, sejauh ini stok bahan pokok di Tana Tidung masih relatif aman. Namun fluktuasi harga kerap terjadi akibat tingginya biaya distribusi dan transportasi.

“Kalau stok masih aman. Tapi harga yang naik turun karena biaya operasional. Barang ini kan masuk dari Jawa dan Sulawesi, ongkos transportnya yang bikin mahal,” jelasnya.

Ia mencontohkan, distribusi barang dari Sulawesi menuju Tarakan, kemudian ke Tana Tidung hingga ke tangan pedagang, membutuhkan biaya tambahan, termasuk ongkos buruh dan angkut.

Pemerintah sebenarnya telah menghadirkan program tol laut untuk membantu distribusi bahan pangan. Namun, frekuensi pengiriman yang hanya sebulan sekali dinilai belum cukup efektif memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: Tim Satgas Pangan Tarakan Cek Stok Beras di 6 Gudang Distributor, Tak Ada Indikasi Penimbunan Beras

“Tol laut itu dari Surabaya langsung ke Kaltara, tapi cuma sebulan sekali. Kalau kita hanya mengandalkan itu, tidak efektif,” katanya.

Iptu Akhmad Abiyardie menambahkan, jika ditemukan pedagang menjual di atas HET, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemberian sanksi administratif.

“Kalau sanksi biasanya administrasi, teguran satu sampai tiga kali. Kalau yang ketiga baru bisa sampai pencabutan izin distribusi,” ujarnya.

Namun hingga saat ini, belum ditemukan pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana seperti penimbunan atau praktik mafia pangan.

“Kalau pidana itu kecuali ada penimbunan atau permainan yang menyebabkan kelangkaan. Sampai sekarang belum ada yang seperti itu,” tegasnya.

Ia mengakui, salah satu kendala pengawasan di lapangan adalah belum adanya distributor besar resmi di Kabupaten Tana Tidung. 

Tim Satgas Pangan dari Dit Reskrimsus Polda Kaltara melakukan pemantauan di pasar. (Istimewa)
ILUSTRASI - Tim Satgas Pangan dari Dit Reskrimsus Polda Kaltara melakukan pemantauan di pasar. (Istimewa) 

Hal ini membuat rantai distribusi lebih panjang sehingga modal yang dikeluarkan lebih besar dan berpengaruh pada harga jual.

“Kita di sini belum ada distributor. Jadi barang masuk dari luar, itu yang membuat harga sulit ditekan,” katanya.

Meski demikian, Satgas Pangan Polres Tana Tidung memastikan pengawasan rutin terus dilakukan, terutama menjelang momen hari besar keagamaan seperti Ramadan, Idul Fitri, maupun Natal dan Tahun Baru.

“Yang pasti pengawasan kita perketat menjelang hari-hari besar. Karena biasanya di momen seperti itu potensi kenaikan harga lebih tinggi,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.