Demi Saksikan Warak Ngendok, Antusias Warga Semarang Rela Tunggu Kirab Dugderan Sejak Pukul 11.00
deni setiawan February 16, 2026 03:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan warga mulai memadati area Alun-alun Kauman Semarang dan Masjid Agung Semarang untuk mengikuti tradisi Dugderan, Selasa (16/2/2025).

Meski rangkaian kirab budaya dijadwalkan melintas pukul 12.00, warga rela datang lebih awal agar tak ketinggalan menyaksikan tradisi yang digelar setahun sekali dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah ini.

Satu di antara warga, Dewi (46) asal Kaligawe Semarang datang sejak pukul 11.00.

Baca juga: Pawai Dugderan Semarang 2026 Bakal Lebih Megah, Padukan Akulturasi Barongsai dan Tradisi Islam 

Dia masih setia menunggu saat Tribunjateng.com mewawancarainya sekira pukul 14.00.

Menurutnya, dalam kirab budaya ini yang paling ditunggu-tunggu adalah iring-iringan warak ngendog.

"Paling ditunggu-tunggu warak ngendog. Kemudian tari-tariannya, biasanya ada di sini," kata Dewi.

Dewi datang bersama anak dan keponakannya untuk menyaksikan langsung dugderan.

Dewi mengatakan, selain menyaksikan semaraknya acara tersebut, dia juga ingin memberikan pengetahuan kepada anak-cucunya terkait tradisi yang ada di Kota Semarang.

"Kami ajak anak-anak biar tahu tempat-tempat Semarang itu dan tradisi seperti dugderan ini," ungkapnya.

Warga lain, Sri (52) dan Endang (71) datang dari Mijen Semarang dengan memesan taksi online.

Mereka datang untuk menyaksikan kemeriahan dugderan sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan diri.

"Senang sekali bisa menyaksikan dugderan tahun ini."

"Mudah-mudahan puasa tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Yang mungkin tahun lalu bolong-bolong, tahun ini bisa lebih baik," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.