Kariyem Terobos Genangan demi Sekarung Beras, 250 Rumah di Sudipayung Kendal Terendam Banjir
deni setiawan February 16, 2026 03:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kariyem berjalan pelan sembari mencincing dasternya setengah lutut dari genangan banjir di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Senin (16/2/2026).

Bersama rombongan warga, dia menuju rumah Kepala Desa untuk mengambil jatah beras bantuan yang disalurkan Pemkab Kendal.

Di usia yang sudah renta, mendapat bantuan di tengah bencana merupakan sebuah kenikmatan yang disyukurinya.

Baca juga: Kendal Tornado Menggila di Sriwedari Solo, Ceploskan 4 Gol Tanpa Balas Hadapi Persipal Palu

• Aria Bima Minta Pemprov Jateng Hitung Ulang Pajak Kendaraan: Bukan Solusi Jika Cuma Relaksasi

• Teror Penembakan Rumah Anggota DPRD Jateng di Pekalongan, Boim: Pelaku Gunakan Motor Matic

"Ini dapat beras lima kilogram. Alhamdulillah, untuk keperluan sehari-hari," kata Kariyem sembari menggendong sekarung beras di pinggangnya, Senin (16/2/2026).

Dia menuturkan, rumahnya di RT 05 RW 05 Desa Sudipayung terendam banjir dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Kariyem yang masih terlelap dalam tidur dikagetkan dengan suara gemuruh air yang langsung menggenangi rumahnya sewaktu subuh.

"Sampai segini (red: nunjuk lutut). Pas subuh bangun, kaget air sudah naik langsung," tuturnya.

Kariyem pun tak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya. Beruntung, surat-surat berharga telah dia tempatkan di posisi yang aman.

Pantauan di lokasi, banjir sudah berangsur surut, namun masih menggenangi jalanan desa dengan ketinggian setengah lutut orang dewasa.

Kepala Desa Sudipayung, Ahmad Yusuf mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu  (15/2/2026) pukul 21.00. 

Sungai Blorong yang mengalir di samping desa akhirnya tak mampu menahan debit air yang cukup tinggi.

Dia menerangkan, luapan banjir Sungai Blorong itu merendam 250 rumah atau sekira 640 jiwa yang terdampak. 

Banjir mencapai titik tertinggi dengan ketinggian sekira 120 sentimeter. 

"Yang paling parah di RT 03 RW 05 itu ketinggian 10 hingga 120 sentimeter," ungkapnya.

Dia menerangkan, wilayah permukimannya memang kerap menjadi langganan banjir.

Namun menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding banjir di tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau ini yang paling parah, air luber sampai ke mana-mana," imbuhnya.

20260216 _ Warga Bopong Beras Bantuan Pemkab Kendal
BOPONG BERAS - Warga Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal membopong beras bantuan di tengah genangan banjir, Senin (16/2/2026). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Blorong yang tak mampu menahan debit air dari curah hujan yang cukup tinggi sejak semalam.

Baca juga: Sampah di Sungai Kendal Terus Menumpuk, Narto Berharap Kesadaran Warga

• Sepekan Sudah Ada 2 Aksi Perampokan di Banyumas, Pelaku yang Sama?

Yusuf mengatakan, progres pemasangan parapet atau dinding pembatas sungai dari Pemprov Jateng sudah mencapai 1,5 kilometer untuk mencegah luapan Sungai Blorong. 

Akan tetapi, tingginya debit air kiriman dari Kendal bagian atas membuat air tetap meluap ke rumah-rumah warga.

"Bantuan sudah kami ajukan dan sudah dibangun sepanjang 1,5 kilometer. Tapi memang hujan semalam sangat deras, belum lagi kiriman air dari atas," paparnya.

Lebih lanjut, bantuan beras ini telah dinanti warga sejak lama meskipun wilayahnya kerap langganan banjir. 

"Baru kali ini Bupati turun langsung memberi bantuan. Biasanya kalau pas ada banjir warga tidak dapat bantuan,"

"Kami berterima kasih. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan memang sudah dinanti warga," imbuhnya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng untuk rencana normalisasi Sungai Blorong.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng untuk penanganannya," katanya.

Bupati yang akrab disapa Tika menambahkan, bantuan beras disalurkan ke 41 ribu warga terdampak banjir sejak awal 2026.

Dalam mekanisme penyalurannya, bantuan tidak dihitung rata per Kepala Keluarga (KK), melainkan berdasarkan jumlah jiwa dalam satu rumah.

Tika juga memastikan beras yang disalurkan merupakan hasil gilingan baru dari produksi dalam negeri dan telah memenuhi standar konsumsi yang layak.

"Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga yang terdampak banjir," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.