Maret 2026, Bekasi Bangun Pabrik Listrik Tenaga Sampah, Ubah Tempat Pembuangan Jadi Hutan Kota
Budi Sam Law Malau February 16, 2026 04:14 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI –- Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi dipastikan mulai dibangun pada Maret 2026.

Kepastian ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyebut Bekasi masuk dalam empat daerah prioritas nasional pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa/PSEL).

Hanif, memberikan kepastian bahwa proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi akan resmi dimulai (groundbreaking) pada Maret 2026, dengan estimasi waktu pembangunan sekitar dua tahun hingga siap beroperasi.

Artinya, jika berjalan sesuai rencana, fasilitas ini bisa mulai beroperasi pada 2028.

Baca juga: Kurir di Bekasi Dibegal, Motor Masih Kredit Raib, Begini Kronologinya

Langkah ini, katanya menjadi titik balik manajemen limbah di Kota Bekasi, mengubah paradigma dari sekadar menumpuk sampah di tempat pembuangan akhir (Landfill) menjadi sumber energi terbarukan.

Dalam keterangannya pada Senin (16/2/2026), Hanif menegaskan bahwa Kota Bekasi terpilih menjadi salah satu dari empat daerah prioritas pertama di Indonesia yang akan mengadopsi teknologi PSEL secara penuh.

"Rencananya akan dilakukan groundbreaking pada bulan Maret mendatang. Kami masih memerlukan waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan segala sesuatunya hingga beroperasi penuh," ujar Hanif.

Artinya, jika konstruksi dimulai Maret 2026, fasilitas canggih ini diproyeksikan siap mengonversi ribuan ton sampah menjadi listrik pada tahun 2028.

Siapkan Lahan 5 Hektar dan "Hutan Kota"

Merespons instruksi pusat, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bergerak cepat.

Pihaknya memastikan pembebasan lahan seluas 5 hektar akan rampung tahun ini juga. Tak berhenti di situ, ekspansi lahan seluas 1,1 hektar juga disiapkan untuk tahun 2027.

Tri menjanjikan wajah baru pengelolaan sampah yang jauh dari kesan kumuh dan bau. Ia mengusung konsep teknologi ramah lingkungan yang dipadukan dengan sabuk hijau.

Baca juga: Dari Pilah Sampah hingga Lawan Banjir, Kampung Iklim Digencarkan di Jakut

"Ke depannya, lokasi ini bukan hanya tempat sampah, tapi kami siapkan menjadi hutan kota. Kami pastikan teknologinya adaptif terhadap lingkungan," tegas Tri Adhianto.

Rp 10 Miliar untuk Jalan Mulus Truk Sampah

Keseriusan Pemkot Bekasi juga terlihat dari alokasi anggaran infrastruktur pendukung.

Tri mengungkapkan, dana sebesar Rp 10 miliar telah disiapkan khusus untuk membangun akses jalan menuju lokasi PSEL.

Hal ini krusial untuk mencegah antrean truk sampah yang kerap mengular dan mengganggu lalu lintas warga sekitar.

"InsyaAllah bulan Juli atau Agustus 2026 sudah mulai proses fisik jalannya," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.