MBG Ramadan di Riau Disalurkan dalam Paket Kemasan Sehat, Ini Menu dan Mekanisme Distribusinya
Ariestia February 16, 2026 04:15 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan hingga periode libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H/2026 M dengan sejumlah penyesuaian, termasuk dalam hal menu dan mekanisme distribusi. 

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan pelayanan tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban administrasi, dan akuntabilitas. 

Di Riau, pelaksanaan program ini disesuaikan dengan kondisi daerah agar tetap tepat sasaran.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Dr Syartiwidya, menegaskan, pelayanan MBG selama Ramadan tetap berjalan penuh dengan pola distribusi yang disesuaikan. 

“Untuk peserta didik yang menjalankan ibadah puasa, MBG diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Sementara bagi yang tidak berpuasa, distribusi dilakukan seperti biasa dengan menu siap santap sesuai jadwal,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, paket kemasan sehat disusun dengan mempertimbangkan daya tahan makanan serta standar keamanan pangan. 

Menu yang direkomendasikan antara lain telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan kurma sebagai opsi tambahan.

“Kami tidak menganjurkan menu yang cepat basi, terlalu pedas, atau berisiko menimbulkan gangguan keamanan pangan. Prinsipnya, asupan tetap bergizi, aman, dan layak konsumsi,” kata Dr Syartiwidya.

Dalam mekanisme distribusi, SPPG menyediakan dua tote bag berbeda warna untuk setiap penerima manfaat. 

Penerima diwajibkan membawa kembali kantong yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat memperoleh paket berikutnya. 

Menurutnya, sistem ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus efisiensi operasional selama Ramadhan.

Pada masa libur dan cuti bersama Idul Fitri, pendistribusian dilakukan melalui skema bundling, yakni beberapa paket kemasan sehat diserahkan sekaligus untuk kebutuhan maksimal tiga hari. 

“Skema bundling ini memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi meskipun tidak ada distribusi harian selama masa libur,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan beberapa alternatif mekanisme distribusi yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan di Riau, mulai dari pengantaran ke sekolah, pengambilan terjadwal di SPPG, hingga sistem pengantaran ke titik serah terima atau langsung ke penerima manfaat.

Untuk sasaran non peserta didik seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, distribusi dapat dilakukan di SPPG maupun melalui pengantaran terjadwal dengan tetap mengutamakan ketepatan sasaran dan keamanan pangan.

“Seluruh proses, mulai dari perencanaan, pendataan penerima, hingga bukti serah terima, wajib terdokumentasi dengan baik. MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari komitmen pemenuhan hak gizi anak dan kelompok rentan yang harus tetap terjaga kualitasnya, termasuk di bulan Ramadhan dan masa libur nasional,” tutupnya.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.