Epson Optimis Hadapi 2026, Perkuat Lini Proyektor dan Printer
Kama February 16, 2026 04:34 PM

Laporan Wartawan Nextren, Kama Adritya

Nextren.grid.id-Epson menegaskan tetap optimis menghadapi tahun 2026 meski performa bisnis di tahun fiskal 2025 mengalami tekanan.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh melambatnya realisasi proyek pemerintah yang selama ini menjadi salah satu penopang pasar.

Sejumlah pengadaan tercatat mengalami penundaan sehingga berdampak langsung terhadap distribusi perangkat, khususnya di sektor institusi.

Kondisi ini membuat kontribusi bisnis government di tahun fiskal 2025 tidak sekuat periode sebelumnya.

Namun tantangan bukan hanya datang dari perlambatan proyek pemerintah saja.

Perubahan regulasi terkait persyaratan TKDN di Indonesia turut memengaruhi dinamika persaingan industri teknologi.

Kebijakan TKDN yang kini lebih fleksibel disebut bertujuan untuk menarik lebih banyak investor asing masuk ke Indonesia.

Di sisi lain, kebijakan tersebut membuat perusahaan dengan tingkat TKDN tinggi seperti Epson kehilangan sebagian daya unggul kompetitifnya.

Sebelumnya, nilai TKDN tinggi menjadi diferensiasi kuat dalam tender maupun pengadaan proyek.

Kini, dengan aturan yang lebih longgar, lanskap persaingan menjadi semakin terbuka.

Meski begitu, Epson tetap melihat TKDN sebagai komitmen jangka panjang terhadap pasar Indonesia.

Tingkat kandungan lokal yang tinggi dinilai berkontribusi nyata dalam membuka lapangan pekerjaan di dalam negeri.

Aktivitas produksi dan perakitan yang dilakukan di Indonesia ikut mendorong pertumbuhan ekosistem industri lokal.

Tidak hanya itu, produk dengan TKDN tinggi juga memperkuat posisi Epson sebagai brand yang menghadirkan perangkat buatan Indonesia.

Hal ini menjadi nilai kebanggaan tersendiri karena produk teknologi tersebut tidak sekadar dipasarkan, tetapi juga diproduksi secara lokal.

Di tengah menurunnya kontribusi sektor pemerintah, Epson mulai mengalihkan fokus pada lini consumer dan B2B.

Segmen consumer diperkuat melalui proyektor yang menyasar kebutuhan hiburan rumahan.

Tren menikmati konten streaming dan gaming di layar besar menjadi peluang yang terus digarap.

Sementara itu, lini B2B difokuskan pada printer untuk mendukung pelaku usaha dan bisnis kreatif rumahan.

Pertumbuhan UMKM dan content creator di Indonesia dinilai membuka ceruk pasar baru untuk perangkat cetak berkualitas tinggi.

Printer dengan efisiensi tinta dan biaya operasional rendah menjadi solusi yang ditawarkan untuk segmen tersebut.

Strategi diversifikasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas performa bisnis di tengah perubahan regulasi dan kondisi ekonomi.

Dengan proyeksi membaiknya ekonomi Indonesia pada 2026, Epson yakin momentum pemulihan akan menjadi peluang untuk kembali tumbuh lebih agresif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.