GPS Bela Walikota Denpasar: Fakta Walikota mencarikan Solusi untuk Masyarakatnya 
Aloisius H Manggol February 16, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut pernyataan tentang penonaktifan PBI BPJS merupakan instruksi presiden yang disampaikan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara adalah statemen menyesatkan.

Bahkan Gus Ipul, pun meminta agar Wali Kota Denpasar meminta maaf.

Terkait hal itu, pengamat, pengacara dan politisi, Gede Pasek Suardika alias GPS bela Walikota Denpasar.

Bagi GPS, pernyataan Walikota Denpasar tidak ada yang salah dan tidak perlu juga minta maaf.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Rabu 18 Februari 2026 untuk Wilayah Bali, Batas Imsak di Badung Pukul 04.55 WITA

"Yang pasti memang benar pemerintah pusat menonaktifkan PBI BPJS dan menjadi fakta Walikota Denpasar mencarikan solusinya untuk masyarakatnya di Denpasar dengan dana APBD," kata GPS, Senin, 16 Februari 2026.

Ia menyebut, jika dasar hukum penonaktifan PBI tersebut dari aturan yang dikeluarkan presiden dan implementasinya dilakukan oleh pembantu presiden dalam hal ini Mensos, maka tidak ada yang salah dari pernyataan walikota Denpasar tersebut.

Baca juga: Sosialisasi Narkotika Ke Pemuda Di Bali, Anggota DPR RI Nyoman Parta Ajak Pemuda Hidup Nyata

"Memangnya yang dilakukan Mensos atas nama sendiri dan bukan sebagai pembantu presiden? Atau yang dilakukan itu melawan arahan presiden?" tanyanya.


Ia bahkan menyebut jika Mensoslah yang tidak melakukan sosialisasi ke masyarakat sebelum menonaktifkan PBI BPJS desil 6 - 10. 


"Bermain main dengan nyawa masyarakat yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan lewat BPJS. Bukannya minta maaf malah ngancam-ngancam kepala daerah," imbuhnya.


Ia pun mendukung sikap Walikota Denpasar yang pro masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. 


Sebaik-baiknya pemimpin adalah yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. 


Dan dalam kasus ini, jika mengukur dari adagium kepemimpinan rakyat di atas, maka langkah Walikota Denpasar sudah tepat dan langkah Mensos makin sesat. 


"Bagus dipuji dan dibela, tidak tepat ya dikritik, kalau salah ya dilawan. Kita jadi rakyat berhak bersikap juga," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.