TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Beberapa hari lagi, umat muslim akan memasuki bulan Ramadan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap jalan.
"Program MBG selama Ramadan, libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah tetap berjalan," kata Dadan di Jakarta, Sabtu (14/2).
BGN pun menerbitkan, Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, yang diteken langsung oleh Kepala BGN.
Menu yang Diperbolehkan
SPPG menyediakan 2 (dua) buah tote bag untuk setiap penerima manfaat dengan warna yang berbeda (misalnya warna biru dan merah) agar dapat menjadi pembeda antara kantong tote bag yang sebelumnya digunakan, dengan kantong tote bag yang akan ditukar pada hari berikutnya guna memudahkan identifikasi dan pengecekan.
Penerima manfaat diharuskan membawa kembali kantong tote bag yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat untuk mendapatkan paket MBG kemasan sehat berikutnya.
Dalam SE yang diteken kepala BGN Dadan Hindayana merekomendasi menu untuk makanan kemasan.
Seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan/atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional).
Makanan-makanan yang diberikan tetap harus memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat.
Tidak Direkomendasikan
Dalam penetapan menu MBG selama Bulan Ramadan, tidak dianjurkan menggunakan menu yang cepat basi, bercita rasa pedas, dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan.
Baca juga: Dari Bilah Parang ke Pisau Dapur: Kisah Mantan Narapidana Frederick Norewa di Dapur MBG
Tidak boleh makanan kemasan dalam arti produk pabrikan ultra‑processed food (UPF) yang dijadikan menu utama.
PPG dan Sekolah Harus Sepakati Distribusi MBG selama Bulan Ramadan
Khusus saat libur sekolah, SPPG akan berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait mekanisme distribusi MBG.
Setiap penerima manfaat akan mendapatkan dua tote bag dengan warna berbeda (misalnya biru dan merah).
Tas ini dipakai bergantian agar mudah dibedakan dan dicek.
Peserta juga wajib mengembalikan tote bag yang diterima sehari sebelumnya sebagai syarat untuk mendapatkan paket MBG berikutnya.
Sistem ini dibuat supaya distribusi lebih tertib dan terkontrol.
Baca juga: Dapur MBG di Ponorogo Tempati Bekas Rumah Walet, BGN: Wajib Pindah
Dalam ketentuan pendistribusian, terdapat beberapa penyesuaian jadwal.
Pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek, yakni 16-17 Februari 2026, tidak dilakukan pendistribusian MBG.
Sama halnya pada awal Ramadan, yakni 18-22 Februari, pemberian makanan bergizi tersebut juga tidak dilaksanakan.
Namun, pendistribusian akan dimulai kembali pada 23 Februari.