Laporan Jurnalis TribunAbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Lalu lalang di kawasan Pasar Binaiya Masohi, Maluku Tengah jelang dua atau tiga hari Bulan Suci Ramadan nampak mulai ramai.
Aktifitas jual beli di pusat perbelanjaan Kota Masohi itu mulai dipadati warga. Para warga berlalu lalang berburu kebutuhan pokok.
Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Buah Pisang di Pasar Mardika Ambon Merangkak Naik
Baca juga: Jalan Pattimura Masohi Bakal Disulap Jadi Pusat Ngabuburit saat Ramadan
Pantauan TribunAmbon di Pasar Binaiya Masohi, Senin (16/2/2026), sekira pukul 11:45 WIT, harga sejumlah komoditas pasar mulai merangkak naik.
Namun kenaikan disebut masih tergolong stabil atau juga turun jika dibandingkan harga jelang Ramadhan tahun lalu.
Untuk kebutuhan pokok seperti ayam potong naik di angka Rp. 2 ribu rupiah. Dari sebelumnya Rp. 48 ribu per 1,1 kg naik menjadi Rp 50 ribu.
"Hari ini harga ayam naik Rp. 2 ribu atau Rp 50 ribu per ekor 1,1 kg," ujar Sahib salah satu pedagang ayam potong.
Hal yang sama disampaikan pedagang ayam lainnya, yang menyebut harga ayam potong naik namun untuk stok masih stabil.
Sementara harga lainnya seperti bawang putih dan bawang merah berada di harga variasi Rp 48 hingga Rp 50 ribu per kg.
Harga tersebut tergolong turun jika dibandingkan harga bawang tahun lalu jelang Ramadhan.
"Naik Rp. 2 dan Rp. 3 ribu saja. Biasanya hari hari jelang (Ramadhan) harga bawang sudah naik Rp. 60 per kg," ujar pedagang lainnya Ibu Basna.
Sementara untuk harga cabai kriting maupun cabai rawit masih dijual variasi Rp 55 hingga Rp. 60 ribu per kg. Namun harga cabai di tingkat penadah Rp. 40, adapula Rp. 45 ribu per kg.
"Harga di kami sudah seminggu lebih segitu. Kalau sebelumnya itu kami opor ke pedagang di harga Rp. 25 sampai Rp. 30 per kg," ujar Rianti.
Lain sisi harga buncis mengalami naik signifikan dari biasanya. Hal itu tak terlepas dari stok panen Masohi yang mini atau gagal panen sehingga buncis didatangkan dari Kecamatan Kobi dengan harga tinggi.
"Harga buncis naik Rp. 60 ribu kemarin kemarin per kilo Rp. 20 ribu, Rp. 30 ribu. ini naik karena pengambilan Rp. 40 dan Rp. 45. karena stoknya kurang yang di masohi gagal panen ini ambil dari kobi," ungkap Basna. (*)