PROHABA.CO, BANDA ACEH - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 19 kabupaten/kota di Aceh pada penghujung November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.
Ribuan rumah rusak, akses jalan terputus, dan ribuan warga harus mengungsi.
Namun, di tengah kesulitan itu, ribuan relawan dari berbagai daerah di Indonesia berbondong-bondong datang ke Aceh atau yang di juluki Bumi Serambi Mekkah untuk membantu.
Para pegiat bencana ini hadir tanpa komando resmi, hanya berbekal rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
Banyak di antara mereka datang secara mandiri, membawa logistik seadanya, dan langsung terjun ke lapangan.
Meski begitu, kondisi di lapangan yang kompleks membuat sebagian relawan sempat kesulitan menjalankan misi kemanusiaan.
Di sinilah peran Posko Tanggap Darurat Aceh menjadi sangat penting.
Pemerintah Aceh menggandeng Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh untuk mengorganisir giat relawan.
Posko ini berfungsi sebagai jembatan antara relawan dan masyarakat terdampak, sehingga misi kemanusiaan bisa berjalan lebih terarah.
Langkah ini terbukti efektif. Relawan dapat bekerja lebih leluasa tanpa terkendala birokrasi, sementara distribusi bantuan menjadi lebih cepat dan merata.
Kepemimpinan posko yang dikendalikan Pemerintah Aceh mendapat apresiasi luas dari para pegiat bencana.
Baca juga: Fortuner Tertabrak Kereta Api di Kisaran Timur, Dua Tewas Satu Luka Berat
Salah satu relawan, Brosur Surya, mengaku terkesan dengan sistem komando yang diterapkan.
Menurutnya, Posko Tanggap Darurat Aceh termasuk salah satu yang terbaik yang pernah ia saksikan selama terlibat dalam penanganan bencana di berbagai daerah, seperti Palu, Lombok, dan Ciganjur.
Ia mengaku terkesan dengan kepemimpinan Posko Tanggap Darurat yang dikendalikan Pemerintah Aceh.
Menurut Brosur, Posko Tanggap Darurat Aceh termasuk salah satu yang terbaik yang pernah ia saksikan selama terlibat dalam berbagai penanganan bencana di Indonesia.
Sejak penetapan status darurat, Pemerintah Aceh menunjukkan sistem komando yang terorganisir.
“Sekda M Nasir memimpin operasional dari posko utama, sementara Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah turun langsung menyapa korban.
Kebijakan dan operasional berjalan seiring, ini sangat efektif,” ujarnya.
Brosur menilai, koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan menjadi faktor penentu keberhasilan.
Ia juga menyaksikan bagaimana Sekda M Nasir mampu mempercepat pemulihan akses jalan, penerangan, serta memastikan distribusi logistik menjangkau masyarakat secara cepat.
Baca juga: Wabup Pidie Jaya Hasan Basri Mundur dari Ketua Satgas Bencana, Akui Tak Mampu Tangani Pascabanjir
Selain unsur pemerintah, relawan dari berbagai organisasi masyarakat sipil turut digerakkan, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana Aceh (Forum PRB Aceh)
Forum PRB Aceh menjadi ujung tombak dalam mengorganisir giat relawan.
Kolaborasi ini memperkuat solidaritas sosial dan membuat penanganan banjir berlangsung lebih komprehensif.
Brosur Surya menegaskan bahwa kepemimpinan posko adalah kunci keberhasilan.
Menurutnya, banjir kali ini memiliki tantangan besar karena menghantam wilayah pesisir timur dan tengah Aceh yang menjadi pusat ekonomi serta jalur transportasi utama.
Meski demikian, kekompakan dan kepemimpinan yang kuat membuat respons tetap berjalan baik.
Menurutnya, meski masih ada kekurangan yang wajar dalam bencana besar, hal terpenting adalah kepemimpinan, koordinasi, dan kemampuan menggerakkan semua unsur.
Apresiasi juga diberikan kepada Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah yang sigap turun langsung ke lokasi terdampak.
Kehadiran mereka dinilai memberikan semangat bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan.
Sementara itu, Sekda M Nasir tetap fokus mengoordinasikan operasional dari posko utama.
Pembagian peran ini dinilai efektif karena kebijakan dan operasional berjalan beriringan.
Pemerintah hadir bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga secara nyata di lapangan.
Apresiasi dari relawan seperti Brosur Surya menunjukkan bahwa Posko Tanggap Darurat Aceh telah memberikan dampak nyata dalam mempercepat pemulihan dan memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak.
(Serambinews.com/Saifullah)
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan Tahap Pertama Korban Banjir Aceh Tamiang
Baca juga: Ratna Galih Terjun Jadi Relawan, Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Aceh Tamiang
Baca juga: Zikri Daulay Ungkap Kesedihan Mendalam soal Banjir Aceh, Warga Sampai 7–10 Hari Tak Makan