TRIBUNBENGKULU.COM - Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melontarkan peringatan keras kepada tenaga medis di wilayahnya.
Ia menegaskan tak boleh lagi ada perawat atau dokter bersikap judes terhadap pasien, termasuk peserta BPJS.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri khitanan massal di RSUD Soekarno Ketanggungan, baru-baru ini.
Bupati yang akrab disapa Mitha itu menegaskan, fasilitas kesehatan milik pemerintah harus mengedepankan pelayanan yang ramah dan manusiawi.
"Perawat-perawat yang judes harusnya sudah tidak ada. Tidak ada lagi dokter atau perawat yang ketus sama pasien, meskipun mereka berobat gratis pakai BPJS," tegasnya.
Tak main-main, Paramitha meminta masyarakat berani melapor jika menemukan tenaga kesehatan tidak profesional atau kedapatan bermain ponsel saat jam kerja.
Ia bahkan meminta warga mendokumentasikan bukti berupa foto atau video dan mengirimkannya melalui pesan pribadi (DM) ke akun Instagram miliknya.
"Sebut namanya, foto orangnya, videokan. Saya pastikan saya turunkan pangkatnya, atau kalau perlu saya keluarkan dari RSUD atau Puskesmas," imbuhnya, disambut tepuk tangan warga.
Menurutnya, pasien yang datang ke rumah sakit sedang dalam kondisi tidak mudah. Karena itu, keramahan menjadi bentuk pelayanan paling dasar yang wajib diberikan.
Selain soal sikap tenaga medis, Bupati juga menyoroti program prioritas lain, termasuk kewajiban tenaga kesehatan turun langsung ke rumah warga.
Ia bahkan mengancam akan mengganti kepala puskesmas yang tidak menjalankan program lapangan dalam waktu enam bulan.
Di sisi lain, Pemkab Brebes juga berkomitmen mempercepat perbaikan jalan rusak sebagai prioritas utama.
Langkah tegas ini ditegaskan demi memastikan masyarakat Brebes mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, manusiawi, dan merata.