Alasan Bernardo Tavares Mainkan Leo Lelis Sebagai Striker saat Hadapi Bhayangkara FC
Titis Jati Permata February 16, 2026 05:04 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares ungkap alasan memainkan bek tengah asingnya, Leo Lelis sebagai striker ketika menghadapi Bhayangkara FC.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2/2026) malam itu, Leo Lelis dimasukkan menit 85 menggantikan Gali Freitas.

Catatan SURYA.co.id, Leo Lelis bukan bermain di posisi utamanya sebagai bek tengah.

Leo Lelis justru dimainkan sebagai striker setelah empat menit sebelumnya, Mihailo Perovic, striker asing Persebaya digantikan Dimas Wicaksono.

Pengalaman Baru Leo Lelis

Ini menjadi pengalaman baru bagi Leo Lelis setelah laga-laga Persebaya sebelumnya bermain sebagai bek tengah.

"Kami sudah mencoba membuat rencana ini saat latihan. Saat latihan, dia (Leo Lelis) mencetak gol," kata Bernardo Tavares menjawab pertanyaan SURYA.co.id, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Air Mata Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani Minta Maaf Usai Kalah dari Bhayangkara FC

"Di pertandingan ini dia tidak memiliki kesempatan itu. Tapi bagaimanapun saya menyukai Lelis. Dia berusaha melakukan pengorbanan ini. Dia berusaha berjuang untuk tim," tambahnya.

Laga Sering Terhenti

Pelatih asal Portugal itu juga menyebut opsi memasukkan Leo Lelis karena situasi pertandingan selalu terhenti akibat pemain Bhayangkara FC mengulur-ngulur waktu dengan berbagai cara.

Bahkan, wasit Yudai Yamamoto yang memimpin pertandingan mengeluarkan tiga kartu kuning atas aksi mengulur-ngulur waktu pemain Bhayangkara FC.

Situasi yang sangat merugikan Persebaya yang sedang tertinggal 1-2.

Skema Serangan Persebaya Kurang Maksimal

Laga yang sering terhenti, membuat skema serangan yang dibangun Persebaya kurang maksimal.

"Menit-menit terakhir, kami mencoba bermain lebih mengandalkan hati daripada kepala," ucapnya.

Dalam rencananya, ia berharap Persebaya banyak menguasai bola di sisi lapangan lawan dan mencoba melakukan umpan silang.

Mencoba melepaskan umpan ke tiang kedua atau mengantisipasi tiang pertama bek. Melakukan umpan balik, umpan silang, menciptakan solusi.

"Tapi kami tidak bisa melakukan itu," terang Bernardo Tavares.

Puji Perjuangan Pemain Persebaya Surabaya

Meski akhirnya harus kalah dari Bhayangkara FC 1-2, menghentikan catatan superior Persebaya 13 laga tidak terkalahkan. Bernardo Tavares tetap memberi pujian perjuangan pemain.

Ia tidak menyangkal, laga ini Persebaya bermain kurang maksimal, terutama di babak pertama.

Sejumlah peluang yang didapat belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

"Kami perlu banyak belajar dari kesalahan yang telah kami buat," terangnya.

"Menganalisa permainan, pemulihan yang baik. Dan coba untuk menjadi lebih baik di pertandingan berikutnya," pungkas Bernardo Tavares.

Tandang ke Markas Persijap Jepara

Laga berikutnya Persebaya akan menjalani laga tandang ke markas Persijap Jepara, Sabtu (21/2/2026) mendatang.

Laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 ini menjadi tantangan tersendiri bagi kedua tim, karena akan berlangsung di bulan Ramadan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.