Empat Terduga Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Korowai Berhasil Diamankan
Hari Susmayanti February 16, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Empat orang yang diduga terlibat dalam penembakan pesawat perintis Smart Air di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan berhasil diamankan oleh tim gabungan Satgas Damari Cartenz.

Dua dari empat orang yang diamankan tersebut dipastikan terlibat dalam aksi kekerasan di sejumlah wilayah di Papua.

Keduanya yakni GW dan EH.

Sementara dua lainnya masih dilakukan pendalaman oleh aparat.

Adapun empat orang tersebut berhasil diamankan oleh petugas dalam kurun waktu dua hari terakhir.

Aparat gabungan sebelumnya melakukan perburuhan terhadap para pelaku penembakan Pesawat Smart Air yang menewaskan pilot dan co-pilotnya.

 "Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo dikutip dari Kompas.com, Senin (16/2/2026). 

Yusuf menjelaskan, penangkapan terhadap para terduga pelaku ini berdasarkan alat bukti, keterangan saksi dan data yang sudah diverifikasi.

 “Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” ujar Yusuf.

Penembakan terjadi pada 11 Februari 2026 saat pesawat perintis milik Smart Air mendarat di bandara kecil Korowai.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, pelaku diduga berjumlah sekitar 20 orang.

Dua orang telah berhasil diidentifikasi, sementara sisanya masih dalam pengejaran.

Aparat memperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan dalam aksi tersebut.

Sejumlah pelaku lainnya disebut membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang.

Jenis serta asal-usul senjata api masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Diketahui, insiden itu menewaskan dua pilot.

Seluruh penumpang pesawat dipastikan selamat.

Baca juga: Kronologi OTK Tembaki Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Papua, Pilot dan Copilot Dibunuh

Prioritas perlindungan warga sipil

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penegakan hukum.

 “Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegas Faizal.

Secara umum, aparat memperkirakan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo dan sekitarnya berjumlah sekitar 200 orang yang tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Keamanan aktivitas penerbangan

 Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengatakan aparat tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga menjamin keamanan aktivitas penerbangan dan perlindungan fasilitas publik.

“Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas," ujar Adarma.

Selain penembakan, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.