Gali Motif Lebih Dalam, Psikolog Dilibatkan Periksa Pembunuh Siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah
Seli Andina Miranti February 16, 2026 05:40 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Polisi melibatkan psikolog dalam pemeriksaan lanjutan terhadap YA (16), pelaku utama pembunuhan ZAAQ (14), siswa SMP Negeri 26 Bandung yang mayatnya ditemukan di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pelibatan psikolog itu dilakukan untuk menguji motif perbuatan keji YA terhadap ZAAQ.

"Di antaranya psikolog yang nanti akan kita coba untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka YA selalu eksekutor," kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra, Senin (16/2/2026).

Niko mengungkapkan, saksi-saksi yang dimintai keterangan terus bertambah untuk melengkapi berkas perkara yang menggemparkan warga Bandung Barat pada Jumat (13/2/2026) malam. 

Baca juga: Unggahan Pembunuh Siswa SMP Bandung di Kampung Gajah Jadi Sorotan, Sakit Hati saat Korban Bahagia

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan 9 orang, hari ini bertambah, sudah ada 13 saksi yang kita periksa," ungkapnya.

Niko menambahkan, sakit hati karena ZAAQ memutuskan hubungan pertemanan masih menjadi motif YA dibantu APM (17) melakukan pembunuhan pada Senin (9/2/2026).

Polisi sedang menggali sejauh mana kedekatan pelaku dan korban hingga motif yang terasa sederhana itu bisa mendorong pelaku menghabisi nyawa korban.

"Kita akan dalami lebih lanjut, ini baru pernyataan dari pelaku bahwasanya hubungan antara pelaku dan korban adalah hubungan pertemanan yang mana hubungan pertemanan tersebut, mungkin si pelaku merasa hubungan pertemanan itu berlebih terhadap si korban," tandasnya.

POSTINGAN PELAKU - Curhatan diduga pelaku pembunuhan siswa SMP di Kampung Gajah Bandung Barat
POSTINGAN PELAKU - Curhatan diduga pelaku pembunuhan siswa SMP di Kampung Gajah Bandung Barat (Istimewa/tangkapan layar)

Eksekusi Sadis

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, membeberkan detail mengerikan saat tersangka YA meluapkan dendamnya pada Senin (9/2/2026).

Di area bekas objek wisata yang terbengkalai dan gelap, korban ZAAQ dipaksa menghadapi amarah pelaku sendirian.

Tanpa ampun, YA menyerang korban menggunakan botol yang ditemukan di lokasi hingga mengakibatkan luka robek serius di kepala.

Belum puas, YA kemudian mencabut sangkur yang sudah ia siapkan dari Garut.

Baca juga: Sadisnya Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah dan Aksi Dingin Para Pelaku

"Pelaku secara keji menusukkan pisau sebanyak delapan kali ke bagian perut korban," tegas AKBP Niko saat merilis kasus tersebut, Minggu (15/2/2026).

Tusukan demi tusukan itu dilakukan dengan penuh amarah hingga korban tersungkur tak bernyawa.

Setelah memastikan korban tewas, YA dan rekannya, APM (17), meninggalkan jasad tersebut membusuk di tengah semak belukar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.