TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Tarakan Kalimantan Utara tetap berjalan selama puasa ramadan bagi siswa, Kepala SMPN 1 Tarakan Mohammad Rachmat mengaku bingung dan menyarankan sebaiknya dihentikan sementara.
"Saya bingung. Kalau kami di sekolah sepakat stop kali ya. Kan repot. Saya sempat dengar medsos nanti dibuat masakan bertahan 12 jam kayaknya gak mungkin," ucap Mohammad Rachmat.
Mohammad Rachmat mengatakan, pihaknya menyarankan agar menu MBG dihentikan sementara selama puasa Ramadan agar tak mubazir. Bisa juga MBG dijadikan dalam bentuk parcel sebagai opsi. Namun itu semua pihaknya serahkan kepada SPPG mekanismenya.
"Belum tahu lagi bagaimana mekanismenya. Kalau sekolah saran stop aja. Nanti diatur ke belakang bagaimana untuk yang nonis," ujar Mohammad Rachmat.
Baca juga: Selama Puasa Ramadan, MBG di Tarakan Tetap Berjalan, Siswa akan Diberikan Makanan Kering dan Basah
Menurut Mohammad Rachmat, pihkanya juga mengusulkan pemberian MBG hanya untuk siswa non muslim. Namun untuk siswa muslim tidak perlu dibagikan, tapi dijadikan parcel.
"Nanti disampaikanlah. Karena kita lihat sampai sore. Terpikir di kami anak kami yang Kristen. Anak kami mau 200-an mungkin harus tetap MBG juga, karena total siswa 1.043 karena ada masuk keluar. Mau 200-an non muslim," ujarnya.
Mohammad Rachmat mengatakan, pihaknya akan membicarakan mekanisme MBG ini dengan dapur SPPG dan Disdik Tarakan. Karena jika dipaksakan ada MBG khusus nonis, dikhawatirkan terjadi kerentanan ketidaksanggupan siswa lain untuk menahan lapar saat puasa Ramadan.
"Yang jelas kita diskusi dengan dapur dan dinas. Jadikan parcel bagus juga idenya. Hadiah lebaran diakumulasi," pungkasnya.
Diketahui selama puasa Ramadan, proses belajar mengajar di sekolah tetap dilakukan hanya saja untuk jam belajar dikurangi.
(*)
Penulis: Andi Pausiah