SRIPOKU.COM - Tiga pelajar terseret arus banjir di Sungai Karangmalang, Kecamatan Mijen, Semarang, pada Selasa (10/2/2026).
Satu korban bernama Nadia Eka (14) baru berhasil ditemukan pada Minggu (15/2/2026) dalam keadaaan meninggal dunia.
Sementara seorang temannya, Fahma Musnun Nida (16) sudah terlebih dahulu ditemukan juga dalam keadaan meninggal dunia.
Satu korban lainnya adalah Alifa Ayu Inara (14) yang berhasil selama dalam insiden menyedihkan ini.
Baca juga: Ada Anak Kecil Terombang-ambing, KM Cahaya Intan Selebes Bocor & Tenggelam, Nelayan Gercep Evakuasi
Saat kejadian, Alifa dan Nadia berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Scoopy.
Sementara Fahma Musnun Nida mengendarai sepeda motor Beat secara terpisah.
Ketiganya terseret arus banjir saat melintas di lokasi yang saat itu tergenang air dengan arus deras.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Semarang, Moel Wahyono, mengonfirmasi penemuan tersebut terjadi pada siang hari.
“Sudah ditemukan sekitar jam 14.30-an,” kata Moel.
Korban ditemukan sekitar delapan kilometer dari titik awal kejadian.
Saat ditemukan, posisi jasad berada di tepi aliran sungai, bukan di tengah arus.
“Ditemukan di darat, di pinggiran. Kondisinya tertutup ranting-ranting dan sampah,” jelasnya.
Menurut Moel, saat peristiwa terjadi, debit air Sungai Karangmalang meningkat signifikan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Mijen dan sekitarnya.
Kondisi arus yang kuat membuat korban terbawa cukup jauh dari lokasi awal terseret banjir.
Proses penemuan dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama warga setempat.
Warga yang pertama kali melihat korban kemudian segera melaporkannya kepada petugas di lapangan.
“Yang menemukan tim SAR gabungan bersama masyarakat,” ujarnya.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan sesuai prosedur, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya Nadia Eka sebagai korban terakhir, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan ditutup.
“Setelah evakuasi dan diserahkan ke keluarga, otomatis operasi SAR kami tutup,” tegas Moel.