Laporan Ramadhan L Q
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Sosok Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, kembali mencuri perhatian.
Tidak hanya dikenal tegas di lapangan saat mengungkap kasus kriminal, perwira menengah Polri ini baru saja menorehkan prestasi gemilang di dunia akademik.
Kompol Seala resmi menyandang gelar Doktor dari Universitas Indonesia (UI) dengan predikat Cum Laude pada Sabtu (14/2/2026).
Ia menyelesaikan studi di Program Doktoral Kajian Stratejik dan Global.
Pencapaian akademik tertinggi ini seolah melengkapi rekam jejak kinerjanya yang moncer.
Belum lama ini, di bawah kepemimpinannya, Polsek Pesanggrahan sukses mengungkap kasus tragis penculikan dan pembunuhan bocah malang bernama Avaro Kiano Nugroho yang dilakukan oleh ayah tirinya.
Penanganan kasus tersebut menjadi bukti nyata kompetensi Seala dalam memimpin institusi kepolisian di tingkat sektor.
Kini, dengan bekal ilmu doktoralnya, Seala siap membawa transformasi lebih lanjut bagi tubuh Polri.
Implementasi Ilmu untuk Masyarakat
Usai prosesi wisuda yang berlangsung khidmat, Seala menegaskan bahwa gelar ini bukan sekadar pelengkap nama, melainkan beban tanggung jawab untuk melayani masyarakat dengan lebih baik dan berbasis data.
“Wisuda ini bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat bagi institusi dan masyarakat,” ujar Seala di Jakarta,Senin (16/2/2026).
Dalam disertasinya yang berjudul “Isomorfisme Kelembagaan terhadap Peran Pemolisian Komunitas di Era Digital: Perbandingan Teoretis dan Empiris Negara Indonesia, New Zealand, dan Jepang,” Seala menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam pemolisian komunitas.
Riset ini sangat relevan dengan tantangan kepolisian saat ini, termasuk dalam pengungkapan kasus-kasus kompleks seperti kasus Avaro.
Raih Beasiswa di Tengah Tugas Kapolsek
Hebatnya, Seala menyelesaikan studi S3 ini melalui jalur beasiswa di tengah kesibukannya yang padat sebagai Kapolsek Pesanggrahan.
Ia mampu membagi waktu antara meneliti, memimpin anggota, dan menjaga keamanan wilayah.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan beasiswa untuk menempuh S3. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja dan kontribusi nyata,” katanya.
Predikat Cum Laude yang diraihnya menjadi bukti dedikasi dan konsistensinya. Ia pun berharap pencapaian ini bisa memicu semangat anggota Polri lainnya untuk tidak berhenti belajar.
“Semoga ini bisa menjadi dorongan bagi anggota Polri untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, terutama ketika ada kesempatan melalui beasiswa,” tuturnya.
Perjalanan Karir
Sebelum bertugas di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kompol Seala sempat menjabat sebagai Kapolsek Pagedangan di Kabupaten Tangerang, Banten dan Kapolsek Lingsar di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Berbekal pengalaman sebelumnya menjabat sebagai kapolsek, Seala yang saat ini berusia 34 tahun akan terus memberikan kontribusi terbaik bagi Polri.
"Saya berharap apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian dapat terlaksana. Kami akan turut serta mendukung program Asta Cita bapak presiden Prabowo dan juga arahan pimpinan Polri bersama dengan masyarakat," sambung dia.
Seala mengaku berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Selain terjun langsung ke masyarakat yaitu dengan menjadikan markas komando (mako) atau kantor Polsek Pesanggrahan sebagai sentra pelayanan publik yang mengedepankan model pelayanan yang siap secara administrasi, koordinasi, konsultasi, kemanusiaan/humanis," ucapnya.
"Termasuk manajemen informasi media sebagai wadah Humas Polri bersama rekan-rekan wartawan juga ada di dalam sentra pelayanan publik," lanjut Perwira polwan jebolan Akpol 2012 Detasemen Wiratama Bhayangkara itu.
Wanita kelahiran Jakarta, 18 Juni 1990 ini juga memastikan para pelaku tindak kejahatan yang beraksi di wilayah hukumnya tak dapat tidur dengan tenang.
"Dan saya pastikan para pelaku geng motor, begal, tawuran, premanisme, tindak pidana lainnya tidak akan tidur nyenyak," kata dia.
Segudang prestasi banyak diukirnya, mulai dari terlibat penanganan kasus sindikat pencurian 20 motor yang kemudian dikembalikan kepada pemiliknya.
Berikutnya kasus pembunuhan yang tidak sampai 1x24 jam berhasil diungkap hingga sindikat emas palsu.
"Melalui pengalaman yang saya miliki, harapan masyarakat kepada Polri dapat terwujud, saya tetap menjaga integritas, berdedikasi dan komitmen kepada masyarakat sebagai anggota Polri," pungkasnya.
Biodata dan profil singkat Seala Syah Alam:
Nama: Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR, CBA
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 18 Juni 1990
Pendidikan:SMA Taruna Nusantara (TN16)
Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 2012
Doktor UI 2026
Jabatan Penting:
Kapolsek Lingsar, Polresta Mataram (Termuda di Indonesia)
Kapolsek Pagedangan, Tangerang Selatan (2022)
Kapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan (2023 - Sekarang)
Keahlian/Prestasi: Diakui atas pendekatan kepemimpinan humanis dan pelayanan publik yang transparan.
Hobi: Olahraga (boxing, sepak bola, menembak), menulis.
Seala dikenal dengan inisiatifnya dalam meningkatkan pelayanan publik dan keterbukaan komunikasi dengan masyarakat. (m31)