Survei Terbaru Indikator: Tingkat Kepuasan Warga Jabar Terhadap Dedi Mulyadi Capai 95,5 Persen
Jaisy Rahman Tohir February 16, 2026 06:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hasilnya, sebanyak 95,5 persen warga Jawa Barat menyatakan puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi.

Dalam survei yang digelar pada 30 Januari-8 Februar 2026 itu, responden yang menyatakan sangat puas tercatat sebesar 35,8 persen, yang menyatakan cukup puas mencapai 59,7 persen.

Adapun responden yang menyatakan kurang puas berada di angka 4,0 persen. Sementara itu, tidak ada responden yang menyatakan tidak puas sama sekali (0,0 persen).

Sedangkan yang menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar 0,6 persen.

Jika dibandingkan dengan survei Indikator periode Mei 2025, terjadi peningkatan angka kepuasan sebesar 0,6 persen.

Pada survei Mei 2025, tingkat kepuasan atau approval rating terhadap Dedi Mulyadi mencapai 94,9 persen.

Menurut Peneliti Utama sekaligus Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, approval rating Dedi Mulyadi tergolong sangat tinggi.

"95,5 persen warga Jawa Barat yang mengatakan sangat puas atau cukup puas dengan kinerja Gubernur Dedi Mulyadi di Bulan Januari hingga Februari 2026."

"Sementara di Bulan Mei di kisaran 94,9 persen, jadi ada kenaikan 0,6 persen dibanding Bulan Mei, tapi tidak signifikan."

"Base line yang terlalu tinggi, mempertahankan saja sudah bagus," kata Burhanuddin saat merilis hasil survei itu secara daring melalui Youtube @IndikatorPolitikIndonesia, Senin (16/2/2026).

Burhanuddin juga menyoroti nihilnya warga yang menyatakan sangat tidak puas.

"Sangat tinggi, yang mengatakan sangat tidak puas sama sekali tidak ada," kata dia.

Metodologi

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di survei nasional yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan, di Provinsi Jawa Barat.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 800 responden.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 800 responden di Jawa Barat memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) ± 3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.