Talut Ambrol di Metaraman Pati, Warga Perumahan Khawatir Jembatan Ikut Runtuh
rival al manaf February 16, 2026 06:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Warga Perumahan Mataraman Raya, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, kini diliputi kekhawatiran. 

Sebab, jembatan yang menjadi akses utama keluar-masuk perumahan terancam ambrol akibat longsor.

Sebelumnya, talut jembatan sepanjang kurang-lebih 20 meter di dekat perumahan tersebut telah longsor dan hingga kini belum diperbaiki.

Hadi, salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa kerusakan bermula saat hujan deras menyebabkan air sungai meluap pada awal Februari lalu. 

Baca juga: Daftar 7 Wilayah Terdampak Banjir di Jateng, Hujan Deras Masih Berpotensi Seminggu Lagi

Baca juga: Nasib Tragis Muhammad Saleh, Hilang 2 Bulan Setelah Banjir Aceh Kini Ditemukan di Atas Tanaman Sawit

"Awalnya kondisi baik, dasarnya rata. Terus ada hujan deras, banjir dari atas, terjadi longsor di bagian bawah," ungkap Hadi saat ditemui di lokasi, Senin (16/2/2026).

Menurut Hadi, longsor tersebut menyebabkan struktur penahan tanah atau talut menjadi menggantung. 

Sepekan kemudian, terjangan air besar kembali datang dan memutus talut hingga ambrol sepenuhnya. 

Saat ini, kedalaman longsor dari dasar lantai jembatan mencapai sekitar 2 meter, sementara dari sisi samping mencapai 5 hingga 6 meter dengan panjang kerusakan sekitar 20 meter.

Hadi merasa khawatir jika tidak segera dilakukan perbaikan.

Mengingat, talut yang ambrol itu berdekatan dengan jembatan yang digunakan sebagai akses keluar-masuk warga perumahan.

Meski ada jalan alternatif, jalur tersebut hanya berupa jalan sawah yang tidak memadai untuk mobilitas warga. 

"Kalau dibiarkan lama-lama jembatan ini pasti turun, pasti putus. Harapannya ya cepat-cepat diperbaiki daripada biaya nanti membengkak karena tambah parah," tambahnya.

Ketua RT 1 RW 1 Desa Metaraman, Narwi, mengaku pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pati.

Narwi menyebutkan bahwa pihak Disperkim telah melakukan pertemuan dengan pihak desa dan pengembang, namun hasilnya perbaikan kemungkinan baru akan dilakukan saat musim kemarau tiba. Ia khawatir menunggu terlalu lama justru akan mendatangkan bahaya.

"Tanggapannya nanti kalau sudah tidak hujan diperbaiki, tapi ini malah tambah parah. Harapannya segera diperbaiki, jangan nunggu-nunggu. Jembatan satu-satunya ambrol malah bahaya," pungkas Narwi.

Hingga saat ini, warga hanya bisa berharap pihak terkait segera mengambil langkah darurat sebelum akses utama bagi warga Perumahan Mataraman Raya tersebut benar-benar terputus total.

Sementara, Kabid Perumahan Disperkim Pati, Ahmad Qosim, menjelaskan bahwa Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan Metaraman Raya belum diserahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda).

Sehingga, tanggungjawab ada di pihak pengembang dan pihak desa. Mengingat, jalan tersebut merupakan jalan desa dan juga dimanfaatkan oleh perumahan. 

"Namun permasalahan tersebut sudah kami bahas bersama pemerintah desa, pengembang, pihak masyarakat, dan difasilitasi oleh Disperkim," kata Qosim.

Hasilnya, diperoleh kesepakatan sebagai berikut.

Pertama, jalan yang rusak di area perumahan akan dibenahi pengembang.

Kedua, terkait talut jembatan, mengingat proses awal adalah pembangunan bersama pengembang dan pemerintah desa, maka pembenahanya akan dilaksanakan bersama.

"Lalu penguatan tepi sungai dengan vegetasi yang kuat akan difasilitasi pengembang," tandas dia. (mzk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.