TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat tujuh Kabupaten Kota terendam banjir menjelang perayaan Imlek 2026.
Tujuh daerah tersebut meliputi Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Pemalang, dan Kabupaten Tegal.
BPBD menyebut, banjir kali ini tidak lepas dari puncak musim hujan yang terjadi menjelang perayaan Imlek.
Baca juga: Nasib Tragis Muhammad Saleh, Hilang 2 Bulan Setelah Banjir Aceh Kini Ditemukan di Atas Tanaman Sawit
Baca juga: Kapan Tarawih Pertama Ramadan 2026 di Jawa Tengah? Berikut Kata Lembaga Falakiyah NU
"Iya saat ini puncak musim hujan, biasanya jelang Imlek seperti sekarang, ini ilmu titen ya, Imlek itu sebagai penanda puncak musim hujan," terang Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, kepada tribunjateng.com, Senin (16/2/2026).
Banjir yang menerjang tujuh daerah tersebut disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (15/2/2026) hingga Senin (16/2/2026) dini hari.
Selain intensitas hujan tinggi, banjir menerjang kawasan permukiman lantaran tanggul jebol.
"Banjir karena tanggul jebol terjadi di Demak dan Grobogan, Semarang dan Kabupaten Semarang kena limpasan dari sungai. Kondisi serupa juga terjadi di daerah lainnya seperti Pemalang, Tegal," bebernya.
Bergas mengungkap dalam penanganan banjir kali ini telah menerjunkan personel yang melakukan evakuasi dan pemberian bantuan logistik.
Langkah suplai pemberian bantuan ini, pihaknya menggandeng Dinas Sosial (Dinsos).
Sementara bagi daerah yang terkena tanggul jebol, BPBD telah melakukan koordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali-Juana untuk proses penutupan tanggul.
"Namun, air sungai saat terpantau masih deras, tim sudah di lapangan dengan peralatannya masih menunggu air surut untuk menambal tanggul," ungkapnya.
Ia menambahkan, potensi hujan deras mengguyur Jateng bakal terjadi selama tujuh hari ke depan. Untuk itu, pihaknya kini masih melakukan pemantauan intensif di lapangan.
"Biasanya semingguan itu masih ada (potensi hujan deras) kami siaga terus dan koordinasi berbagai lembaga," imbuhnya.
Daftar Tujuh Daerah Terdampak Banjir Jelang Imlek
Bersumber dari data BPBD Jateng berikut Tujuh Daerah Terdampak Banjir Jelang Imlek:
1. kabupaten Grobogan
Waktu Kejadian : Senin, 16 Februari 2026 Pukul 02.00 WIB
Lokasi kejadian :
Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah:
Kecamatan Kedungjati
Kecamatan Tegowanu
Kecamatan Gubug
Kecamatan Purwodadi
Kecamatan Karangrayung
Kecamatan Geyer
Kecamatan Toroh
Kecamatan Pulokulon
Kecamatan Penawangan
jumlah korban terdampak : ± 4.700 KK terdampak (ribuan jiwa), termasuk desa-desa terdampak dengan ketinggian air 15 cm – 1 meter.
Evakuasi mandiri dilakukan oleh ± 30 jiwa di Kecamatan Pulokulon.
Penyebab kejadian : Curah hujan tinggi. Kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang sehingga sungai meluap ke permukiman.
Tanggul jebol:
1 titik di Cabean, Kecamatan Tegowanu
3 titik di Sungai Jajar Baru, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung (panjang 15 meter)
2. Kabupaten Demak
Waktu Kejadian: Senin, 16 Februari 2026 Pukul 03.30 WIB
Lokasi Kabupaten Demak, Jawa Tengah:
Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur (Limpasan Sungai Cabean)
JUMLAH KORBAN TERDAMPAK
Dukuh Gatak, Desa Tlogoweru (RT 01–07 RW 02): 700 KK
Dukuh Weru, Desa Tlogoweru (RT 01–06 RW 01): 25 KK
Fasilitas umum terdampak:
Pendidikan: 3 unit (1 SD, 1 TK, 1 RA)
Tempat ibadah: 2 masjid
Perkantoran: 1 kantor desa
Makam: 3 makam + 1 punden
Lahan pertanian terdampak: 250 Ha
PENYEBAB KEJADIAN
Hujan dengan intensitas tinggi.
Sungai Cabean tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman dan jalan Desa Tlogoweru.
3. Kota Semarang
WAKTU KEJADIAN Senin, 16 Februari 2026 Pukul 01.00 WIB
LOKASI KEJADIAN Semarang, Jawa Tengah:
Rowosari, Kecamatan Tembalang
Perumahan Argi Residence
Grand Batik Semarang
Grand Permata Tembalang
Perumahan Dinar Indah (RW 26 Meteseh)
JUMLAH KORBAN TERDAMPAK
± 399 KK / ± 1.040 jiwa terdampak
Pengungsi: 18 jiwa (12 dewasa, 6 balita) di Masjid Iktifal Al Barokah
PENYEBAB KEJADIAN
Hujan deras.
Tanggul Sungai Pengkol jebol.
Sistem drainase tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman.
4. kabupaten Tegal
WAKTU KEJADIAN Senin, 16 Februari 2026 Pukul ± 03.00 WIB
LOKASI KEJADIAN
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah:
Desa Plumbungan, Kecamatan Kramat
Desa Kemuning, Kecamatan Kramat
Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi
JUMLAH KORBAN TERDAMPAK
Desa Plumbungan: 1.159 jiwa terdampak, 1 rumah roboh (bagian belakang), 1 orang luka ringan.
Desa Kemuning: 3.755 jiwa terdampak.
Desa Sidaharja: 896 rumah terdampak, 1.212 KK / 4.702 jiwa terdampak.
Total sementara terdampak: ± 9.616 jiwa
(1 korban luka ringan, 1 unit rumah roboh, 896 unit rumah terdampak)
PENYEBAB KEJADIAN
Hujan lebat.
Peningkatan debit Sungai Cacaban yang menyebabkan banjir di wilayah terdampak.
5. Kabupaten Semarang
Ringkasan SITREP Bencana – Kabupaten Semarang
Waktu Kejadian:
Kamis, 12 Februari 2026
Lokasi Kejadian:
Lingkungan Senali, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur.
Lingkungan Kalianyar RT 03 RW 02, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur.
Perumahan Leyangan Damai RT 02 RW 10, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur.
Penyebab:
Curah hujan dengan intensitas tinggi.
Gerusan arus sungai serta genangan air yang melemahkan talud dan tebing.
Jumlah Korban:
Tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka.
Dampak Bencana:
Tebing kebun longsor (±3 m x ±3 m; tebal 40–80 cm) menutup akses jalan perkampungan.
Talud jalan pinggir sungai ambrol sepanjang ±10 meter dengan tinggi ±2,5 meter.
Talud belakang rumah warga ambrol sepanjang ±10 meter dengan tinggi ±2,5 meter.
Secara umum, kejadian menyebabkan kerusakan infrastruktur dan gangguan akses jalan, tanpa laporan korban manusia.
6. Pemalang
WAKTU KEJADIAN
Minggu, 15 Februari 2026
Pukul 22.00 – 02.30 WIB
LOKASI KEJADIAN
Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meliputi:
Desa Tambakrejo
Desa Lawangrejo
Desa Wanamulya
Desa Bojongnangka
JUMLAH KORBAN TERDAMPAK
Total keseluruhan:
1.599 KK
5.517 jiwa
1.445 unit rumah terdampak
Rincian per desa:
Tambakrejo: 800 KK / 3.200 jiwa
Lawangrejo: 614 KK / 1.838 jiwa
Wanamulya: 80 KK / 321 jiwa
Bojongnangka: 105 KK / 158 jiwa
PENYEBAB KEJADIAN
Curah hujan dengan intensitas tinggi.
Peningkatan debit Kali Rambut yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga di bantaran sungai.
7. Kendal
WAKTU KEJADIAN
Senin, 16 Februari 2026
LOKASI KEJADIAN
Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meliputi:
Jalan Raya Sukodono
Jalan Pahlawan 1
Jalan Pahlawan 2
Jalan Taat
Jalan Masjid
JUMLAH KORBAN TERDAMPAK
Data jumlah jiwa/KK terdampak dan kerugian masih dalam proses pendataan.
PENYEBAB KEJADIAN
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Limpasan Sungai Kendal yang menyebabkan kenaikan debit air dan genangan pada ruas jalan serta permukiman warga. (Iwn)