BANGKAPOS.COM--Kontroversi yang sempat memanas antara Fajar Sadboy dan Indra Frimawan kembali menjadi sorotan publik.
Keduanya kini tampil bersama dalam satu konten YouTube setelah potongan video lama yang dianggap tak sopan viral dan memicu perdebatan di media sosial.
Video berdurasi 39 menit 12 detik berjudul “Fajar Sadboy..Kubalas Kao Frimawan!! Ku Ludaaaa eh... eh...!?” diunggah di kanal Deddy Corbuzier pada Sabtu, 15 Februari 2026.
Dalam waktu singkat, tayangan tersebut langsung menembus lebih dari satu juta penonton.
Thumbnail bertuliskan “Pembalasan Fajar Sadboy!! Komedia vs komedoan End Game” semakin memancing rasa penasaran publik.
Banyak warganet menilai pertemuan ini sebagai momen klarifikasi sekaligus “panggung balasan” setelah insiden sebelumnya ramai dibicarakan.
Dalam video tersebut, Indra Frimawan bertindak sebagai host dan duduk di tengah meja bundar. Ia diapit oleh Fajar Sadboy di sisi kiri dan Kukuh Adi di sisi kanan.
Suasana awal terlihat cair, meski sesekali muncul ketegangan tersirat. Momen paling disorot terjadi pada menit ke-29.12 ketika Indra tampak kebingungan.
“Gue gak tahu nih mau nulis apa, hal apa yang bisa diterima orang-orang. Dengar kalian tidak jelas,” ucap Indra.
Beberapa detik kemudian, tepatnya menit ke-29.34, Fajar berbicara dengan nada kurang jelas sambil memperagakan gestur seolah-olah meludahi Indra.
Adegan tersebut langsung memicu reaksi.
“Nah kalau ini beneran kagak jelas dia,” respons Indra.
“Maunya lu apa sih Fajar? Udah dulu terkenal nangis. Sekarang orang yang dibikin nangis.”
Cuplikan itu kembali tersebar di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet menyebutnya sebagai bentuk “pembalasan simbolis”, sementara yang lain menilai hal tersebut hanyalah bagian dari konsep komedi yang memang sengaja dibangun untuk menarik perhatian.
Terlepas dari pro dan kontra, kemunculan keduanya dalam satu frame dinilai menjadi momen penting yang memperlihatkan dinamika hubungan mereka setelah diterpa kritik publik.
Di tengah ramainya perbincangan, beredar pula unggahan lama Indra Frimawan yang menyatakan dirinya hiatus dari dunia komedi.
Dalam unggahan tersebut, Indra mengucapkan terima kasih atas 10 tahun perjalanan kariernya dan menyebut akan memulai “petualangan baru”.
“Ini keputusan paling berani yang saya ambil, karena per-hari ini saya akan hiatus dulu dari dunia komedi entah berapa lama,” tulisnya.
Namun setelah ditelusuri, unggahan tersebut ternyata merupakan postingan tahun 2023 yang kembali diangkat oleh warganet.
Artinya, kabar mundur tersebut bukanlah keputusan terbaru yang berkaitan langsung dengan polemik saat ini.
Di sisi lain, Fajar Sadboy justru menunjukkan sikap yang berbeda dari ekspektasi publik.
Di tengah gelombang simpati yang mengalir deras, ia mengaku tak menyangka situasi berkembang begitu besar.
“Kayak enggak nyangka rame banget. Lagi banyak banget orang yang baik sama aku,” ucap Fajar.
Ia bahkan mengaku merasa iba terhadap Indra yang kini berada di bawah tekanan publik.
“Kalau kasihan sama diri sendiri itu sudah pasti, tapi juga kasihan sama Abang Indra. Udah jadi begini mau gimana lagi,” tambahnya.
Saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Fajar menegaskan tidak menyimpan rasa sakit hati.
“Sakit hati atau kesel enggak ada sih. Fine-fine aja sama beliau,” katanya.
Ia juga menolak berspekulasi soal kondisi emosi Indra saat kejadian berlangsung. Menurutnya, memahami isi hati orang lain bukan perkara mudah.
“Mungkin beliau lagi pusing atau apa, tapi kita enggak tahu isi hati manusia beda-beda. Jadi ya itu bercanda,” ujar Fajar merendah.
Pernyataan tersebut dinilai banyak pihak sebagai bentuk kedewasaan dalam menyikapi situasi yang sempat memanas.
Indra Frimawan memiliki nama lengkap Benedictus Nathanael Indra Frimawan, lahir pada 13 Mei 1991. Ia dikenal luas sebagai komika dengan gaya absurd dan deadpan.
Sejak 2013, ia aktif di komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat. Namanya mulai dikenal publik setelah mengikuti Liga Komunitas Stand Up Kompas TV pada 2014 dan kemudian menjadi finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim ke-5 pada 2015, di mana ia berhasil meraih posisi juara ketiga.
Gaya komedinya yang bertipe one liner dengan logika absurd menjadi ciri khas yang membedakannya dari komika lain. Ia juga sempat dinobatkan sebagai Komika Persahabatan di ajang tersebut.
Kini, di tengah sorotan publik dan perdebatan soal batas candaan, kemunculan Indra dan Fajar dalam satu konten seakan menjadi babak baru dalam dinamika dunia hiburan digital Indonesia.
Apakah ini benar-benar “end game” atau justru awal babak baru kolaborasi mereka? Publik tampaknya masih akan terus mengikuti perkembangan kisah keduanya.
Tribunseleb.com/ bangkapos.com