TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kondisi jalan poros Sinjai–Makassar melalui jalur Malino kian memprihatinkan.
Kondisi jalan sepanjang sekitar 49 kilometer ini dikeluarkan warga.
Kerusakan terparah berada di Desa Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah dan Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Utara.
Desa Gantarang berjajar 40 kilometer dari Ibu Kota Sinjai dengan jarak tempuh 1 jam 30 menit.
Di lokasi tersebut dipenuhi lubang dan permukaan jalan bergelombang yang membahayakan pengendara.
Diameter lubang bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 30 sentimeter, dengan lebar kerusakan mencapai sekitar 60 sentimeter di beberapa bagian.
Baca juga: Setelah 20 Tahun Jalan Rusak di Desa Turungan Baji Sinjai Akhirnya Diperbaiki
Kondisi ini diperparah ketika musim hujan.
Kerusakan jalan ini menghambat perjalanan masyarakat dari Makassar menuju Sinjai atau sebaliknya.
Kendaraan terhambat karena jalan yang rusak, padahal jalur ini merupakan akses tercepat dibandingkan rute Camba Bone-Sinjai atau Bulukumba.
Jalan rusak ini dikeluhkan warga akibat kerusakan yang kian parah menjelang arus mudik bulan puasa.
Bahkan tidak jarang pengendara roda dua terlibat kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
Salah seorang warga setempat, Aswar, mengaku pernah mengalami kecelakaan di jalur tersebut akibat menghindari lubang.
“Saya pernah jatuh karena menghindari lubang. Apalagi kalau malam hari, lubangnya sulit terlihat,” katanya kepada Tribun-Timur, Minggu (16/2/2026).
Warga lainnya, Baso berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang sangat membahayakan pengendara.
Ia menilai perbaikan tidak bisa lagi ditunda karena kerusakan sudah cukup lama dikeluhkan warga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan setiap saat.
“Kita khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa,” ujarnya.(*)