TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Perasaan bahagia menyelimuti suasana hati Suwarsono, lansia 69 tahun yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima.
Suwarsono terpilih menjadi bagian dari puluhan pedagang kaki lima di Kabupaten Jepara yang mendapatkan bantuan gerobak dagang.
Bantuan ini serasa mimpi bagi dia setelah hanya pasrah gerobak yang biasanya digunakan untuk berjualan kerang, rusak.
Selama 30 tahun terakhir, Suwarsono membangun bisnis kecil-kecilan sebagai pedagang kaki lima. Gerobak usang dan meninggalkan jejak lubang menjadi saksi perjuangan dia untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah demi mencukupi ekonomi keluarga.
"Bantuan ini sangat membantu aktivitas usaha saya yang sudah berjalan 30 tahun terakhir," terangnya usai mendapatkan bantuan, Senin (16/2/2026) di Pendopo R.A Kartini Jepara.
Suwarsono biasa mangkal di kompleks SCJ kawasan Alun-alun Jepara 1.
Penghasilan pas-pasan sebagai pedagang kaki lima membuat dia berpikir dua kali jika hendak memperbaiki gerobaknya yang rusak. Dan memilih untuk memanfaatkan gerobak yang ada untuk berjualan ala kadarnya.
"Kebetulan gerobak jualan saya sudah berlubang dan belum ada biaya untuk perbaikan. Hasil jualan saat ini hanya cukup untuk menutup kebutuhan harian. Jadi saya sangat berterimakasih atas bantuan ini," tutur dia.
Puluhan gerobak dan tenda berdagang diberikan kepada puluhan UMKM dalam rangka mendongkrak perekonomian pedagang kecil di Kabupaten Jepara.
Pemberian bantuan tenda dan gerobak digelar serentak di Pendopo R.A. Kartini diserahkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid.
Abdul Wachid menyampaikan, bantuan tersebut merupakan program Baznas sebagai mitra kerja Komisi VIII DPR RI.
Bantuan gerobak dan tenda PKL diproyeksikan untuk pemberdayaan masyarakat, sekaligus upaya pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor usaha kecil dan menengah.
"Program ini kami peruntukkan bagi masyarakat usaha kecil menengah agar bisa meningkatkan pendapatan, dan tidak perlu mencari pekerjaan hingga ke luar daerah," terangnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menjelaskan, total bantuan yang disalurkan meliputi 30 unit tenda dan 30 unit gerobak dari BPKH untuk menjangkau 60 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai desa di Jepara.
Ada juga tambahan bantuan 10 unit tenda PKL dari perusahaan swasta yang turut diberikan untuk membantu keberlangsungan PKL di masa mendatang.
"Kami juga berkomitmen mendorong akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setiap bulan, sekitar 250 hingga 300 UMKM yang telah siap difasilitasi untuk mendapatkan pembiayaan KUR," tutur dia.
Bupati berharap, melalui program ini, pelaku UMKM Jepara dapat berkembang lebih profesional, tertata, serta naik kelas menjadi sektor usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Sam)