Kronologi Awal Tiktoker Tak Sengaja Temukan Mayat Siswa SMPN 26 Bandung: ‘Ah Mungkin Bangkai Tikus’
Rusaidah February 16, 2026 07:17 PM

 

POSBELITUNG.CO -- Pengakuan Tiktoker pertama kali menemukan jasad siswa SMP berinisial ZAAQ di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat 13 Februari malam.

Tanpa sengaja, Pemilik akun Tim Trobos Mitos (TTM) mengaku menemukan jasad seorang siswa yang awalnya dikira bangka tikus dan seorang perempuan.

Penemuan mayat siswa SMPN 26 Bandung berusia 14 tahun itu terjadi tanpa sengaja olehnya pada Jumat (13/2/2026).

Saat ditemukan, kondisi jasad tersebut sudah membusuk di kawasan eks objek wisata Kampung Gajah yang sudah tutup dan terbengkalai.

Satu di antara anggota TTM mengurai cerita dalam siaran langsung-nya di TikTok.

Anggota TTM itu mengaku awalnya ia dan tim datang ke lokasi pada Kamis malam.

Baca juga: KUR BRI 2026: Cara Pinjam Online-Offline, Syarat, Simulasi Cicilan Rp1-100 Juta Tenor 12–60 Bulan

Momen tim TTM menuju ke lokasi itu kabarnya cukup berat dan penuh tantangan.

"Kita datang dari Banten hari Kamis, kita datang ke Bandung karena kita berangkat subuh, sampai mobil kita mogok diderek ke Bandung pakai towing kayak naik kora-kora," ungkap anggota TTM dilansir TribunnewsBogor.com pada Minggu (15/2/2026).

Sebelum memutuskan untuk ke Bandung Barat, anggota TTM sempat punya firasat yang membingungkan.

Hingga akhirnya mereka yang awalnya baru saja syuting di Banten, langsung bergegas pergi ke Bandung dalam waktu beberapa jam.

"Gue enggak tahu kenapa pengin eksplore di tempat pesugihan babi ngepet itu, enggak tahu kenapa aku pengin di sana, awal cerita kita datang ke lokasi, kita izin," pungkas anggota TTM.

20260216 ZAAQ1
TEMUKAN JASAD -- Tiktokers yang temukan mayat siswa SMP 26 Bandung dibunuh sahabatnya sendiri di Kampung Gajah, Jumat (13/2/2026) lalu.

Setibanya di lokasi yakni di bekas wisata Kampung Gajah, anggota TTM dibuat tak nyaman dengan bau tak sedap.

Namun kala itu mereka mencoba berpikiran positif yakni bau busuk itu adalah bangkai hewan.

"Pas kita datang, kita langsung nyium bau bangkai. Pertama kita datang ke lokasi itu emang kita langsung nyium bau bangkai, itu benar. Tapi aku masih berpikiran positif, ah mungkin bangkai tikus," ujar anggota TTM.

Hingga akhirnya bau menyengat tersebut makin tercium ke hidung anggota TTM sehingga membuat mereka tidak nyaman.

Salah satu anggota TTM pun mencoba mencari sumber bau dan menemukan ada hewan mati.

"Ketika kita siap-siap, siapin tempat duduk, tripod, lighting, tiba-tiba nambah lagi ciuman bau bangkainya. Mang gege cek ternyata ada kucing meninggal. Aku kira cuma kucing itu yang meninggal, aku dekatin bau kucingnya, ternyata kucingnya enggak bau gini, kayak masih segar lah, baru digerumutin lalat," kata anggota TTM.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026 Lebih Panjang, Cek Jadwal Long Weekend Idulfitri, Nyepi dan Prediksi THR Cair 

Tapi setelah hewan yang mati itu dibuang, bau tak sedap di lokasi masih tercium menyengat.

Anggota TTM lain pun akhirnya mengecek ke sumber bau busuk yang mereka cium.

"Kelamaan ketika kita lagi baru mulai, sapa-sapa ngobrol, ini baunya tambah menyengat ketika ada angin dari titik korban ke arah kita. Baunya benar-benar menyengat, kita curiga, mang gege cek ke arah lokasi, takutnya ada bangkai apa yang aneh," ungkap anggota TTM.

Mereka akhirnya menemukan sumber bau tak sedap yakni berasal dari jasad remaja yang tergeletak.

"Mang gege nyamperin ke sana, cari titik bau tersebut. ketika mang gege maju ke depan ke arah tempat eksplore kita ternyata menemukan mayat yang tergeletak ternyata baunya mang gege juga enggak kuat, dia balik teriak-teriak," imbuh anggota TTM.

Mengetahui hal tersebut, anggota TTM yang memegang kamera langsung merekam penemuan jasad remaja tersebut.

Hal itu dilakukan agar TTM tidak dicurigai sebagai penyebab kematian korban.

"Kita reflek bawa kamera, karena kita takut kejadian apa-apa, sabotase disangkain kita abis ngapain. Kita langsung datang ke almarhumah tergeletak, aku udah rekam," akui anggota TTM.

Saat pertama kali melihat jasad remaja tersebut, anggota TTM sempat mengira korban adalah perempuan.

Tapi nyatanya jasad yang tergeletak itu adalah laki-laki.

"Awal aku datangin aku lihat semacam si korbannya tuh kayak cewek. Karena aku lihatnya dari belakang. Pas aku lihat kayak cewek, karena kayak ada rambutnya. Tapi yang aku anehin, di sini (atas) rambutnya pendek tapi belakangnya panjang," pungkas anggota TTM.

Setelahnya, anggota TTM memanggil petugas keamanan setempat hingga Ketua RT.

Setelah kejadian tersebut, polisi pun berhasil menguak jasad tersebut dan menangkap pelaku pembunuhan. 

Jasad itu inisial ZAAQ seorang siswa SMP berusia 14 tahun.

ZAAQ pertama kali ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam oleh sekelompok kreator konten horor yang tengah melakukan aktivitas di area eks wisata tersebut. 

Kronologi Pelaku Habisi Korban 

Sebelumnya, pembunuhan ini bukan aksi spontan. YA diketahui sudah merencanakan aksi kejinya sejak Sabtu (7/2/2026).

Ia mengajak rekannya, APM (17), namun rencana itu sempat gagal.

"Awalnya gagal karena APM sedang ada pekerjaan mendekorasi tempat pernikahan. Rencana itu baru terealisasi dua hari kemudian," lanjut Niko.

Pada Senin (9/2/2026), YA dan APM berangkat dari Garut menuju Bandung untuk menjemput korban tepat saat jam pulang sekolah.

Tanpa curiga, korban bersedia diajak berbicara di kawasan eks Kampung Gajah, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Di lokasi yang sepi itulah, percekcokan pecah. YA yang sudah menyiapkan sangkur dan belati dari Garut langsung membabi buta menyerang korban.

Luka Kepala: Korban dihantam botol yang ditemukan di lokasi.

Luka Tusuk: Korban mengalami 8 tusukan di bagian perut yang mengakibatkan pendarahan hebat.

Setelah menghabisi nyawa ZAAQ, kedua pelaku langsung melarikan diri kembali ke Garut.

Jasad ZAAQ baru ditemukan lima hari kemudian, Jumat (13/2/2026) malam, oleh dua orang konten kreator yang tengah melakukan syuting di area terbengkalai tersebut.

Baca juga: Pengunjung Lapas Terdeteksi X-ray Bawa Bakso Isi Sabu, Bersama 2 Warga Binaan Positif Narkoba

Berbekal hasil olah TKP dan penyidikan Tim Resmob Cimahi, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku.

YA dan APM akhirnya diringkus di Kabupaten Garut pada Minggu (15/2/2026) dini hari.

"Dalam kurun waktu 1x24 jam setelah penemuan jasad, tim berhasil mengamankan dua pelaku yang masih di bawah umur. Saat ini keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif," kata AKBP Niko.

Pelaku Tulis Pesan Sebelum Beraksi

Kasus pembunuhan terhadap ZAAQ (14) siswa SMP 26 Bandung Barat menggegerkan masyarakat.

Adapun ZAAQ sempat dinyatakan hilang ditemukan tak bernyawa di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat..

Selang satu hari setelah penemuan jasad ZAAQ, polisi pun berhasil meringkus pelaku pembunuhan.

Dia adalah YA (16) yang ternyata adalah teman korban yang tinggal di Garut.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra dalam konferensi persnya hari ini, Minggu (15/2/2026) mengungkap hubungan antara pelaku dengan korban.

Kepada penyidik, YA mengaku dirinya adalah teman karib korban sejak kecil.

Tapi semenjak ZAAQ pindah ke Bandung, hubungan YA dengan korban tidak lagi sedekat dulu.

"Antara pelaku dan korban ini memang sudah saling mengenal. Bahwa dulu di Garut juga sempat mempunyai hubungan, kenal kemudian akhirnya korban dipindahkan ke daerah Bandung. Pelaku akhirnya tetap sering bertemu walaupun jaraknya jauh," ungkap AKBP Niko N Adi Putra melansir dari Tribunnewsbogor.com.

Tak lagi dekat, ZAAQ pun memutuskan hubungan pertemanan dengan YA.

Hal itu rupanya membuat pelaku kesal.

"Sampai akhirnya pelaku benar-benar sangat kesal dan dendam pada saat korban memang memberikan pernyataan sikap bahwa tidak berteman lagi dengan pelaku," pungkas AKBP Niko N Adi Putra.

Selama ini diakui pelaku, ia dan korban berteman baik layaknya kakak adik.

"Hubungan (korban dan pelaku adalah) kakak adik, secara lebih dalamnya kami akan telusuri lebih lanjut dengan batasan bagaimana perasaan keluarga korban. Intinya korban memberikan pernyatan sikap untuk menghentikan pertemanan dengan pelaku sehingga pelaku sakit hati dan dendam," ungkap Niko.

Berlandaskan rasa kesal karena dicampakkan ZAAQ, YA pun menyusun rencana.

Jauh-jauh dari Garut, YA rupanya sudah berencana untuk menghabisi nyawa ZAAQ.

Baca juga: Diminta Cari Dana Segar Beli Alphard, Awal Mula Eks Kasat Narkoba Polres Bima Terseret Bisnis Sabu

"Dia (pelaku) berangkat dari Garut memang dengan niat menghabisi korban," kata Niko.

Di medsos TikTok berseliweran postingan sebuah akun yang disebut-sebut milik pelaku berinisial YA.

Di akun tersebut, akun diduga milik YA itu sempat menuliskan curhatan tentang sosok Zain.

Akun tersebut menyebut bahwa ZAAQ membuatnya nyaman

"Zainlah yang selalu buatku nyaman, tapi dia sudah pergi," tulis akun diduga milik pelaku pada 15 Maret 2025.

Akun tersebut juga menyinggung soal rasa sakit hatinya kepada sosok ZAAQ.

Ia tampak kesal saat melihat ZAAQ bahagia sementara dirinya menderita.

"Kamuh bahagia tapi aku sakit hati de ZAAQ," tulis akun diduga milik pelaku pada 7 Maret 2025.

Motif Pelaku Terbongkar 

Kedua pelaku YA (16) dan APM (17) yang masih berusia di bawah umur ini diamankan Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Cimahi di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut pada Sabtu (14/2/2026) malam. 

Kini YA (16) ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama dalam aksi pembunuhan berencana yang memilukan tersebut.

Penangkapan ini mengakhiri pelarian singkat mereka setelah membuang jasad korban di semak-semak objek wisata yang terbengkalai.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan bahwa YA dan korban sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama.

20260216 ZAAQ2
PENEMUAN JASAD SISWA -- Jasad siswa SMP berinisial ZAAQ ditemukan di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat 13 Februari malam. 

Namun, kedekatan bertahun-tahun itu hancur seketika akibat sebuah pernyataan dari korban yang menyinggung perasaan tersangka.

"Motif tersangka YA tega menghabisi korban karena sakit hati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban memberikan pernyataan sikap bahwa ia ingin menghentikan atau memutus hubungan pertemanan dengan pelaku," ujar AKBP Niko, Minggu (15/2), dikutip Tribunjabar.id

Rasa sakit hati yang mendalam itu rupanya berubah menjadi rencana jahat.

Baca juga: Maret Libur Terpanjang Kalender 2026: Peluang Mudik 7 Hari, Cek Jadwal Nyepi, Cuti Bersama Idulfitri

YA bersama APM diduga telah mengatur strategi untuk mengeksekusi korban di lokasi sepi, yakni di Desa Cihideung, Parongpong.

Terancam Hukuman Pidana Mati

Meski YA masih berusia remaja, polisi tetap menjeratnya dengan pasal-pasal berat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) serta Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Karena indikasi pembunuhan berencana, YA dan rekannya dijerat Pasal 459 KHUP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun," tegas Niko.

Polisi juga menyisipkan Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak guna memperkuat jeratan hukum atas hilangnya nyawa anak di bawah umur.

Saat ini, YA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cimahi untuk mendalami kronologi lengkap saat ia mengeksekusi teman lamanya tersebut.

(TribunnewsBogor.com/TribunJabar.id/TribunSumsel.com/Tribunnews.com/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.