TRIBUNNEWSMAKER.COM - Di tengah tren kuliner modern yang kerap menyajikan salmon dalam balutan steak atau sashimi, sebuah gebrakan justru lahir di Miichan Bistro.
Tempat makan yang baru hadir di Boyolali itu memilih jalur tak biasa: menghadirkan salmon dalam wujud hidangan khas Nusantara, gulai ikan salmon.
Alih-alih disajikan dengan saus krim ala Barat, potongan ikan berwarna jingga itu tenggelam dalam kuah santan kental yang sarat rempah.
Aroma kunyit, serai, dan daun jeruk mengepul, membungkus daging salmon yang lembut dengan cita rasa yang begitu berani.
Perpaduan ini menciptakan sensasi yang tak terduga asing di bayangan, namun akrab di lidah.
Tekstur lembut salmon menyerap kuah gurih kaya bumbu, menghasilkan rasa yang dalam dan memikat.
Di tangan Surya Febri Anjani, eksperimen rasa itu bukan sekadar inovasi, melainkan upaya menjembatani dua dunia kuliner.
Baca juga: 4 Umbul di Boyolali Jateng, Tempat Favorit untuk Padusan, Ada Peceren di Pengging & Tlatar di Sambi
"Biasanya salmon identik dengan masakan Barat.
Kami mencoba memadukannya dengan bumbu tradisional agar lebih dekat dengan selera masyarakat,” ujarnya saat ditemui TribunSolo.com.
Menurut Surya, gulai ikan salmon justru menjadi magnet yang membuat pengunjung penasaran.
Menu ini jarang ditemui di tempat lain, sehingga menghadirkan pengalaman baru bagi para pecinta kuliner.
Selain unik, hidangan tersebut juga dianggap lebih sehat karena menggunakan bahan ikan berkualitas.
Ia pun menegaskan bahwa adaptasi rasa menjadi kunci keberhasilan menu ini diterima pasar lokal.
"Rasa gulai salmon di Bali dan Boyolali tentu berbeda.
Saya adaptasi dengan lidah Boyolali yang cenderung suka manis, gurih, tanpa mengurangi rasa asin," jelas Surya.
Dari dapur kecil di Boyolali itu, salmon seolah menemukan identitas baru, lebih membumi, namun tetap istimewa.
Baca juga: Air Terjun Estetik di Boyolali, View Memukau, Cocok untuk Fotografi & Menikmati Keindahan Alam
Proses pengolahan salmon di Mii Chan Bistro dilakukan dengan sangat teliti dan khusus untuk menghilangkan bau amis, memastikan dagingnya dapat menyatu sempurna dengan kuah gulai yang kaya rempah.
Di tempat kuliner yang baru buka ini, iga sapi juga dihadirkan dengan konsep tak biasa, yakni iga geprek.
Daging iga yang sudah dimasak dengan bumbu khusus itu kemudian digeprek dan disiram sambal segar.
Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa unik, dengan tekstur daging yang lembut dan empuk, sedikit manis, berpadu dengan sensasi pedas dari cabai.
Mii Chan Bistro mengusung konsep menu yang beragam, mencakup hidangan Nusantara, Chinese Food, dan Western, dengan harga mulai dari Rp15.000.
Untuk gulai salmon sendiri, dibanderol seharga Rp99.000 per porsi.
Selain gulai salmon, menu andalan lainnya meliputi iga, sup buntut, nasi goreng gila, serta aneka steak, mulai dari yang biasa hingga premium.
Dengan target pasar keluarga, Mii Chan Bistro menyediakan fasilitas lengkap seperti area playground untuk anak-anak, WiFi, dan banyak stop kontak, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantap atau bahkan bekerja.
"Harapan kami tidak hanya berhenti di family, tapi di semua target," tambah Surya.
(TribunNewsmaker.com/ TribunSolo)