Pembunuhan Sadis di Pulomas: 11 Korban Disekap di Kamar Mandi Sempit, 5 Tewas Termasuk Ayah & Anak
Listusista Anggeng Rasmi February 16, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sepuluh tahun silam, tepatnya 26 Desember 2016, pagi di Jalan Pulomas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan.

Sebuah rumah mewah nomor 7A yang biasanya tampak tenang mendadak dipenuhi kepanikan dan teriakan warga.

Di balik pintunya, aparat dan warga menemukan pemandangan memilukan, 11 orang tergeletak dalam posisi saling bertumpukan di kamar mandi sempit.

Ruang berukuran hanya 1,5 x 1,5 meter itu menjadi saksi bisu penyekapan brutal yang nyaris tak masuk akal.

Dalam ruang sesak tanpa ventilasi memadai, para korban berjuang menghirup udara yang kian menipis.

Enam orang meninggal dunia, diduga akibat kekurangan oksigen setelah terkurung terlalu lama.

Lima lainnya selamat, namun kondisi mereka kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Rumah bergaya minimalis itu diketahui milik pengusaha properti Dodi Triono.

Tragisnya, Dodi juga termasuk di antara korban yang tewas dalam insiden tersebut.

Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai kasus Perampokan Pulomas itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan mengguncang rasa aman masyarakat ibu kota.

Hingga kini, tragedi tersebut masih dikenang sebagai salah satu kejahatan paling dramatis yang pernah terjadi di Jakarta.

Penemuan Korban

Kasus ini pertama kali terbongkar dari laporan Sheila Putri.

Dia merupakan teman salah satu anak Dodi yang bernama Diona Arika (16).

Baca juga: KABAR Anette Kalila Korban Selamat Perampokan Pulomas, Kini Makin Cantik, Bahagia Punya Papa Baru

Zanette Kalila Azaria, korban selamat dalam peristiwa penyekapan dan perampokan di Pulomas.
Zanette Kalila Azaria, korban selamat dalam peristiwa penyekapan dan perampokan di Pulomas. (Kolase TribunNewsmaker - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN dan YouTube Anette)

Pada Selasa (27/12), sekitar pukul 09.30 WIB, Sheila memutuskan ke rumah Dodi karena Diona tak bisa dihubungi sejak Senin (26/12) sore.

Padahal keduanya berencana untuk jalan-jalan pada hari Senin itu.

"Tadi pagi (Sheila) ke sini ternyata enggak ada jawaban dan pintu tidak terkunci.

Sampai dia masuk ke dalam, ada rintihan di kamar mandi. Karena cewek, dia takut, berlari, langsung mencari bantuan ke sekuriti," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di lokasi kejadian, Selasa.

Setelah mengadu ke sekuriti, akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi yang berada di Pos Kayu Putih.

Kemudian, polisi menemani Sheila untuk mengecek keadaan di rumah Diona.

Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar.

Setelah berhasil didobrak, polisi bersama warga di lokasi kejadian terkejut saat melihat isi di dalam kamar mandi.

Dalam kamar mandi itu terdapat 11 korban dalam kondisi bertumpuk satu sama lainnya.

Setelah dievakuasi, lima orang tewas di tempat sedangkan satu orang lainnya tewas di rumah sakit.

Adapun kelima korban yang tewas di lokasi adalah Dodi Triono (59), Diona Arika (16) anak pertama Dodi, Dianita Gemma (9) anak ketiga dari dari Dodi, Amelia Callista (10) yang merupakan teman dari Dianita, serta Yanto sopir Dodi.

Sementara itu, korban yang tewas saat di rumah sakit adalah Tasrok yang juga merupakan sopir Dodi.

Adapun korban yang selamat adalah Zanette Kalila (13) anak kedua Dodi, Emi (41), Santi (22), dan Fitriani (23) serta Windy (23), yang merupakan pembantu rumah tangga.

PEMBUNUHAN PULOMAS - Rumah nomor 7A, Pulomas, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016).
PEMBUNUHAN PULOMAS - Rumah nomor 7A, Pulomas, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016). (KOMPAS.com/Akhdi martin pratama)

Baca juga: Utang Bikin Kalap: Aulia Kesuma Bunuh Suami & Anak Tiri di Jaksel, Jasad Dibakar, Sewa 4 Eksekutor

Penangkapan Pelaku

Kasus ini mendapat perhatian besar di tingkat nasional.

Kurang dari 48 jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap keempat pelaku perampokan.

Salah satu pelaku, Ramlan Butarbutar, tewas ketika mencoba melawan penangkapan.

Rumah tempat kejadian merupakan kediaman keluarga pengusaha Dodi Triono.

Lingkungan Pulomas dikenal sebagai area perumahan menengah atas dengan pengamanan perumahan dan keberadaan penjaga keamanan (satpam).

Para pelaku diduga telah mengamati rumah tersebut sebelum beraksi, dengan tujuan melakukan perampokan dan menjarah barang berharga.

Kronologi

Pelaku utama Ramlan Butarbutar mengendarai mobil Suzuki Ertiga yang digunakan kelompok tersebut untuk beraksi.

Ia menuju kediaman Dodi Triono dan masuk melalui pintu teralis samping yang kebetulan tidak terkunci pada saat itu. 

Setelah berhasil masuk, Ramlan langsung menguasai bagian dalam rumah dan mulai menyekap penghuni yang ada di lantai dasar.

Rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana para pelaku bersenjatakan pistol dan golok mengumpulkan para penghuni rumah di ruang tengah.

Mereka mengintimidasi serta mengarahkan korban agar tidak melawan, sebelum akhirnya menggiring mereka ke sebuah kamar mandi berukuran sekitar 1,5 × 2 meter.

Dalam proses tersebut, para pelaku memastikan seluruh orang yang berada di dalam rumah dikumpulkan ke titik yang sama agar tidak ada saksi atau kemungkinan upaya kabur.

Beberapa saat setelah proses penyekapan dan pengumpulan barang berharga selesai, Dodi Triono pemilik rumah tiba di kediamannya.

Kedatangannya yang mendadak membuat para pelaku kembali bergerak cepat.

Dodi kemudian segera dilumpuhkan dan didorong masuk ke kamar mandi yang sama, bergabung dengan anggota keluarga dan pekerja rumah tangga yang sebelumnya sudah disekap.

Dalam proses ini, Erwin Situmorang berperan sebagai pembantu Ramlan.

Ia turut memastikan korban tidak melarikan diri dan membantu menutup akses keluar.

Setelah seluruh korban berada di dalam kamar mandi, pelaku menyalakan keran air, membuang kunci, serta merusak gerendel bagian luar untuk memastikan ruangan terkunci rapat.

(Tribunnewsmaker.com/ Kontan.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.